Mardan Hasibuan Sah Pimpin IBCA MMA Tanjabbar lewat Aklamasi, Siap Lahirkan Petarung Berprestasi Bantuan Dari Karangtaruna Propinsi Jambi, Sejumlah Jurnalis Bergerak di Tengah Kabut Asap, 500 Masker dan Vitamin Dibagikan ke Warga Kuala Tungkal Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, DPC Demokrat Tanjab Barat Bagikan 2.000 Masker KN95 Gratis APBD 2027 Tanjabbar Mulai Dibahas, DPRD Tekankan Anggaran Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat Dukung PAD Jambi, Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani Hadiri Sinergitas Program Keringanan Pokok dan Denda PKB 2026 di Rumah Dinas Gubernur

Home / Penbangunan / Tanjab Barat

Sabtu, 16 Januari 2021 - 09:34 WIB

Pasar Rakyat Parit 1 Masih Jadi Polemik Antara Pedagang Dengan Pemkab Tanjab Barat

Pasar Rakyat Parit 1 Masih Jadi Polemik Antara Pedagang Dengan Pemkab Tanjab Barat.

TANJAB BARAT. Meski telah di resmikan oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, keberadaan bangunan baru pasar rakyat di parit 1 Kuala Tungkal, masih menjadi polemik antar pedagang dan juga Pemkab Tanjabbar.

Walaupun telah selesai dibangun setahun lalu dan telah diresmikan, namun pedagang sampai saat ini masih engan untuk menempatinya dengan bermacam alasan.

Penolakan pedagang untuk menepati pasar rakyat tersebut pun, bukan tanpa alasan. para pedagang menilai bentuk lapak dibangun Pemkab yang akan di gunakan untuk berjualan dianggap tidak sesuai dan sangat kecil.

Jauhari salah satu pengelolah Pasar Parit 1 Kuala Tungkal menyebutkan bahwa, sejumlah pedagang enggan menempati bangunan pasar yang baru tersebut. lantaran lapak yang disediakan di dalam gedung tersebut sangat kecil, sehingga menyulitkan para pedagang untuk berjualan.

” Ini pasar tidak layak, lihat lapaknya kecil. Tujuannya bagus memang buat gedung pasar baru, tapi secara detailnya itu tidak layak. Tidak sesuai lah dengan lapak yang biasanya di gunakan pedagang, jadi tidak mau pedagang pindah ke sana.” Ungkapnya.

Baca Juga  Warga Stop Pengerjaan Pemasangan Pipa Gas di Kelurahan Mekar Jaya Betara

Ia mengatakan bahwa, polemik ini mulai muncul lantaran ada sejumlah masyarakat yang memanfaatkan tempat di Jalan nasional parit 1 Kuala Tungkal untuk berjualan. Sehingga sejumlah pembeli yang biasanya belanja ke Pasar Parit 1 Kuala Tungkal beralih membeli jualan pedagang di Jalan nasional parit 1.

” Awalnya iya dikit-dikit yang jualan di sana, kemudian pembeli juga beralih ke sana. Di pasar ini (parit 1) makin sepi, nah pedagang kita berangsur-angsur juga pindah jualan ke jalan sana. Itu rumah warga yang kemudian di jadikan lapak-lapak,” Sebutnya.

Ia menyebutkan bahwa kondisi pindahnya pedagang berjualan ke Jalan nasional parit 1 tersebut membuat kondisi Pasar Parit 1 sepi dari pedagang. Sehingga menyebabkan lapak-lapak di gedung lama Pasar Parit 1 Kuala Tungkal terbengkalai.

” Nah sekarang sepi lah di sini, kebanyakan pedagang sudah pindah ke sana( jalan nasional).” Ujarnya.

Disisi lain, dengan kondisi tersebut, kata Jauhari, ia menyesalkan tidak adanya sikap tegas dari pemerintah dalam menertibkan pedagang yang berjualan di Jalan Nasional Parit 1 Kuala Tungkal. Kata dia, jika pemerintah bersikap tegas saja, maka Pasar Parit 1 Kuala Tungkal bisa ramai seperti dahulu.

Baca Juga  Isi Khutbah di Masjid Nurul Iklas Pengabuan Bupati : Mari Sambut Sambut Bulan Puasa Dengan Gembira

” Sekarang gini, yang dinamakan pasar rakyat itu seperti apa? Apa di jalanan seperti itu dikatakan pasar? Itu jalan umum kan, nah ini dibiarkan seperti itu. Jadi apa gunanya dibangun ini, kalau yang sebetulnya bukan pasar di biarkan berjualan,” Tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa, terkait hal ini perlunya ketegasan pemerintah, bagaimana menertibkan yang bukan pasar. Kembalikan pedagang untuk berjualan yang disebut pasar yaitu pasar parit 1,” Timpalnya.

Ia juga berharap dengan adanya Bupati baru nantinya dapat menertibkan sejumlah pasar. Sehingga diharapkan pasar yang telah ada dan tempat yang sebenarnya pasar dapat kembali beroperasi sebagaimana peruntukannya.

” Kita berharap lah bupati baru nanti seperti apa kan. Kita berharapnya bisa tertibkan ini, jadi bangunan semacam ini tidak sia-sia. Apalagi retribusi pasar kan untuk pemkab juga, kalau yang disana (jalan nasional) apa ada retribusinya? Kan tidak, balik-balik kan untuk PAD Pemkab,” Tutupnya.

Reporter/Editor: Amir/Ote

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Serahkan Bantuan Spesifik Perempuan dan Anak

Meraingin

Pembangunan Pagar Dinas DPPKB Merangin Tanpa Ada Penghapusan Aset Terlebih Dahulu

Tanjab Barat

Bupati Safrial Ajukan 23 Milliard Dana CSR Untuk Item Pembangunan

Tanjab Barat

Masa Reses Hamdani Tampung Aspirasi Masyarakat Kecamatan Batang Asam

Tanjab Barat

Di Duga Mobil Wakil Ketua DPRD Tanjabbarat Adu Kambing Di Sungai Toman

Tanjab Barat

Kapolres Tanjab Barat Apresiasi Peserta Lomba Pembuatan Masker Merah Putih

Tanjab Barat

Sebelum Akhir Februari Anwar Sadat-Hairan Akan di Lantik Menjadi Bupati Dan Wakil Bupati Tanjab Barat

Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Tiadakan Rangkaian Kegiatan Memeriahkan HUT-RI Ke – 75

You cannot copy content of this page