Sinergi Eksekutif-Legislatif Awali Pembahasan APBD 2027, DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna KUA-PPAS Breaking News…Diduga Perampokan Terjadi di BTN Selempang Merah, Pelaku Berhasil Bawa Kabur Perhiasan Emas PetroChina Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Teluk Nilau, Bupati Anwar Sadat: Kolaborasi untuk Ringankan Beban Warga Berkas Mantan Pejabat Pemasyarakatan Jambi Tersangka Kasus Ekstasi Masuk Kejati, Jaksa Mulai Teliti Kelengkapan Perkara Anwar Sadat Tegaskan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Keuangan, Sinergi dengan DPRD Jadi Kunci Pertahankan WTP

Home / Berita

Selasa, 30 Maret 2021 - 10:50 WIB

H. Al Haris: Baru 50 Persen,Jumlah SAD Terdata

Bangko – Sampai sejauh ini jumlah Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin yang sudah terdata di Dukcapil Nasional baru setengahnya dari jumlah  keberadaan SAD yang ada.
Hal itu terjadi karena domisili SAD yang masih berpindah-pindah tempat, sehingga menyusahkan petugas untuk mendatanya. Dimana ketika petugas datang ke lokasi tempat tinggal SAD, rumahnya ternyata sudah kosong.
‘’Memang agak sulit menyatukan data SAD ini. Jumlah data yang ada ini masih sangat sedikit,’’ujar Bupati Merangin H Al Haris usai menghadiri Rakor Kependudukan dan Catatan Sipil di Auditorium Swiss Bel Hotel Jambi, Jumat (12/3).
Pada Rakor yang dihadiri Irjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Prof Dr Zudan Arif Fakhrullah tersebut, diakui bupati kalau data penduduk masyarakat Merangin sudah tuntas dan sudah klear.
‘’Kita berharap data yang dikelola Dukcapil Nasional ini data yang falid. Untuk itu hari ini melalui rakor tersebut, kita singkronan data di Dukcapil Nasional dengan data di Dukcapil Kabupaten Merangin,’’terang Bupati.
Kalau data itu sudah falid sambung bupati, data itu sudah bisa dipakai semua pihak, baik untuk kebutuhan sosial maupun untuk kebutuhan lainnya, sehingga sesuai dengan kenyataan yang ada.
Sementara itu Irjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Prof Dr Zudan Arif Fakhrullah minta, para bupati/walikota harus aktif melakukan apdate data. Mana warga yang sudah meninggal, mana warga yang dulu menganggur kini sudah jadi PNS.
‘’Kita ingin angka yang pasti, mana warga yang sudah pindah domisili, warga yang sudah meninggal dunia dan berbagai keterangan lainnya. Semau data itu jarus jelas dan falid,’’terang Prof Dr Zudan Arif Fakhrullah. (*)

 


Bagikan ke Jejaring Sosial

Share :

Baca Juga

Berita

Pj Bupati Ajak Stakeholder Bersatu Padu Turunkan Stunting

Berita

Bunda Paud Merangin Hadiri Peragaan Manasik Haji KB dan TK Pamenang Selatan

Berita

M Syukur: Selamat HUT ke-17 Bawaslu Merangin

Berita

APBD Kabupaten Merangin Tahun 2025 Disepakati 1,5 T

Berita

Jembatan Limbur Sudah Boleh Dilewati, Helmi Di Sebut Sebagai Dewan Jembatan Oleh Warga

Berita

Dewan Bakal Panggil Sekda Merangin Terkait Aduan PKL

Berita

Berita

Perlu di Evaluasi, PT CBM Kantongi Izin 8000 Hektar, Kemapuan Mengelola Hanya 2200

You cannot copy content of this page