ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan Mardan Hasibuan Sah Pimpin IBCA MMA Tanjabbar lewat Aklamasi, Siap Lahirkan Petarung Berprestasi

Home / Meraingin

Selasa, 7 Februari 2023 - 12:41 WIB

Nilwan Yahya : Stunting Bukan Faktor Genetik, Tapi Perlu Asupan Gizi Yang Cukup

MERANGIN-BULENONNEWS.COM. Bertempat di Aula Kantor Camat Lembah Masurai Kabupaten Merangin, Wakil Bupati Merangin Nilwan Yahya kembali melaksanakan Monitoring angka Stunting dan Evaluasi Kemiskinan Ekstrim

Monev Stunting dan Kemiskinan tersebut, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) No 72 Tahun 2021, tentang Percepatan Penghapusan kemiskinan Ekstrim, giat itu di laksanakan pada hari selasa (7/2/23).

Acara dihadiri oleh Wakil ketua TP-PKK Kabupaten Merangin Juniarti Nilwan, OPD terkait, Camat Lembah Masurai M. Lubis, Forkopimcam Lembah Masurai, Para Kepala Desa, Kepala Puskesmas se Kecamatan Lembah Masurai serta para bidan dan tokoh masyarakat.

Saperti hal yang sama pada pertemuan sebelum nya, Wakil Bupati Nilwan Yahya menerangkan, bahwa Stunting dan Kemiskinan Ekstrim bukan hanya Isu Kabupaten Merangin saja, namun sudah menjadi isu nasional di Republik, Indonesia.

Baca Juga  Warga Langling Tuntut Dewan Untuk Perbaikan Jalan Pada Reses M. Yani dan Jalil

” Data ini yang kita miliki ini dari pendataan TNP2KE pusat, berdasarkan perhitungan P3KE, untuk kecamatan Lembah Masurai dengan 15 Desa, merupakan kecamatan nomor Empat terbesar angka kemiskinan se Kabupaten Merangin,” terang wabup.

Wabup berharap, dengan adanya evaluasi hari ini semua lintas sektoral untuk saling berkoordinasi dengan kecamatan dan desa.

Katagori warga miskin ekstrim menurut WHO jelas wabup, warga yang hanya memiliki rumah berdindingkan bambu pelupuh, lantai tanah, tidak memiliki sanitasi air bersih, dan tidak memiliki jamban didalam rumah.

Baca Juga  Pj Bupati Melalui Asisten I Setda Merangin Membuka Rapat Pengendalian Inflasi Sektor Pertanian

” Kemapuan penghasilan sehari-hari hanya dibawah Sebelas Ribu Rupiah, ini yang perlu kita evaluasi benar apa tidak data dari pusat tersebut,” jelas Nilwan.

Begitu pula dengan Stunting, kata wabup Stunting artinya kemudaran Pertubuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi, setelah 1000 hari pasca persalinan.

“Tinggi badan dengan berat badan tidak memenuhi standar, jadi sebagian masyarakat menilai itu karena faktor keturunan genetik, namun menurut perhitungan kesehatan faktor genetik keturunan itu hanya 00,0 persen, jadi memang asupan gizi ibu hamil dan baru melahirkan yang belum terpenuhi,” tutup Wabup.

Reporter : Ote.

Share :

Baca Juga

Meraingin

Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama DPD Partai PAN Merangin

Meraingin

Pertanyaan Wartawan Cilik Merangin Menyentuh Hati Sang Pimpinan DPRD

Meraingin

Kursi DPRD Provinsi Jambi Bakal Diduduki 5 Putra Merangin, Ini Nama-namanya

Meraingin

Dalam Satu Hari Dua Korban Hanyut di Sungai Merangin Ditemukan

Meraingin

Nilwan Yahya : Stunting Bukan Faktor Genetik, Tapi Perlu Asupan Gizi Yang Cukup

Meraingin

BREAKING NEWS, Dini Hari Seorang WNA Tercebur Ke Dalam Sumur di Dusun Bangko

Meraingin

Wabup Hadiri Isra’ Miraj’ Nabi Muhammad SAW 1444 H di Masjid Al Jihad Merangin

Meraingin

Coffee Morning Para Pengusaha Bersama Pemerintah Kabupaten Merangin Penuh Keakraban

You cannot copy content of this page