Udara Tanjab Barat Memburuk, HIPMI Bagikan 2.000 Masker untuk Pelajar dan Masyarakat 3 Pekan Lamban? Pelaku Pengeroyokan Wartawan di Tanjabbar Masih Bebas Menghirup Udara Segar Fraksi Gerindra Sorot Kinerja PDAM Tirta Pengabuan: Jangan Terus Berpola Tambal Sulam Kericuhan Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Pembahasan Hibah KONI Rp1 Miliar Diduga Jadi Pemicu Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Warnai Lempar Palu Sidang dan Banting Meja, Rapat Sempat Diskors

Home / Tanjab Barat

Kamis, 12 Agustus 2021 - 17:14 WIB

BBM Langka Nelayan Tidak Melaut, Ketua HNSI: Minta Penambahan Pasokan Solar

 

Tanjab Barat-Bulenonnews.com. Beberapa waktu lalu sejumlah nelayan di kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengeluhkan langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) berjenis solar sehingga terpaksa nelayan gantung jaring.

Seperti yang diungkapkan oleh Rizal nelayan jaring ikan di Kuala Tungkal bahwa dirinya sudah tiga hari tidak melaut disebabkan sulitnya mencari BBM berjenis solar.

“Ya mau diapakan lagi lah kalau barang nya ada walaupun mahal tetap kita beli, kalau sudah tidak ada ini yang kita bingung mau kemana lagi nyari nya, terpaksa tiga hari nganggur,”keluhnya. Sabtu, (07/08/2021).

Senada dengan yang diucapkan Rizal, nelayan udang, Jali pun mengeluhkan hal yang sama akibat kelangkaan solar mengakibatkan para nelayan tidak melaut.

“Mana udang lagi susah dicari, ditambah lagi BBM langka, jadi harus bagaimana lagi kami ini, jadi kami berharap pemerintah harus ambil tindakan jangan sampai kejadian ini berulang,”kata Jali

Baca Juga  Wabup Tanjab Barat Ikuti Pidato Kenegaraan RI Dalam Rangka HUT Ke-75

Terpisah, Ketua HNSI Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Syufrayogi Saiful saat dikonfirmasi. Kamis, (12/08/2021). Ia mengatakan bahwa saat ini jumlah pasokan BBM berjenis solar memang kurang mencukupi untuk kebutuhan nelayan di Tanjab Barat. Menurut Yogi, hal itu bisa saja terjadi akibat keterlambatan distribusi pasokan BBM.

“Jumlah nelayan kita saat ini sekitar delapan ribu orang, tidak sesuai kebutuhan solar di SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan), sementara pasokan BBM kita hanya sekitar 330 KL (Kiloliter) itu pun belum mencukupi, belum lagi keterlambatan pendistribusian BBM dari pertamina,”ujarnya.

Lebih lanjut, kata Yogi, bahwa pihaknya bersama para nelayan sudah mengajukan kepemerintah terkait dan pertamina untuk dilakukan nya penambahan pasokan BBM sebanyak 100 KL, serta penambahan bantuan sejumlah alat tangkap nelayan.

Baca Juga  Tak Kenal Lelah,Tim Gugus Tugas Tanjabbarat Datangi Mini Market Dan Warkop Berlakukan Jam Malam

“Kita minta pemerintah ataupun pertamina untuk menambahkan lagi pasokan solar sekitar 35 ton lagi atau 100 KL, nah dengan itu saya kira cukup dengan kekurangan yang saat ini dikeluhkan para nelayan kita dan juga alat tangkap nelayan baik berupa kapal, jaring ikan dan lain-lain,”sebutnya.

“Sekarang ini ya Alhamdulillah pantauan kita dilapangan bahwa krisis BBM dikalangan masyarakat nelayan kita sudah tuntas hanya sebagaian saja nelayan kita yang masih kekurangan karena pasokan BBM kita tidak seimbang dengan banyaknya nelayan kita,”pungkasnya.

Penulis/Editor: Amir/Ote.

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Kapolres dan Wakapolres Tanjab Barat Gelar Doa dan Santap Siang Danging Qurban Bersama Warga Binaan

Berita

LPG Di Pangkalan Ahmad Lubis Jalan Manunggal Aman

Tanjab Barat

Komisi III DPRD Tanjab Barat Akan Segera Layangkan Surat Pemberhentian Pekerjaan PT PWS Sementara

Tanjab Barat

Prodi HTN STAI An-Nadwah Kuala Tungkal Lakukan Sosialisasi ke Madrasah Far’ussa’addah Arabiyah

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Pimpin Langsung Rapat Tim Gugus Tugas Covid-19

Tanjab Barat

4 Dari 5 Pelaku Pemerkosaan di Suban Menyerahkan Diri

Tanjab Barat

Peringati 10 Muharram di Ponpes Al Baqiatus Shalihat

Tanjab Barat

Polsek Tungkal Ilir Amankan Pelaku Pembobol Rumah di Bram Hitam

You cannot copy content of this page