Babak Baru “Lelang Jabatan” Tanjab Barat: 21 Nama Berebut 5 Kursi Kadis, Camat Dominasi Dinas Ketapang Dukung Asta Cita di Tanjab Barat, Jamal Darmawan Sie: Kesejahteraan Rakyat Harus Jadi Output Utama Sambut Kunjungan Danrem 042/Gapu, Bupati Anwar Sadat Tekankan Sinergi Nyata TNI-Pemda Akselerasi Asta Cita, Bupati Anwar Sadat Perkuat Sinergi Lintas Sektoral Demi Swasembada Pangan Pimpin Sumpah 198 PNS Baru, Wabup Katamso Tekan Target IPM Tinggi dan Birokrasi Digital

Home / Tanjab Barat

Kamis, 12 Agustus 2021 - 17:14 WIB

BBM Langka Nelayan Tidak Melaut, Ketua HNSI: Minta Penambahan Pasokan Solar

 

Tanjab Barat-Bulenonnews.com. Beberapa waktu lalu sejumlah nelayan di kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengeluhkan langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) berjenis solar sehingga terpaksa nelayan gantung jaring.

Seperti yang diungkapkan oleh Rizal nelayan jaring ikan di Kuala Tungkal bahwa dirinya sudah tiga hari tidak melaut disebabkan sulitnya mencari BBM berjenis solar.

“Ya mau diapakan lagi lah kalau barang nya ada walaupun mahal tetap kita beli, kalau sudah tidak ada ini yang kita bingung mau kemana lagi nyari nya, terpaksa tiga hari nganggur,”keluhnya. Sabtu, (07/08/2021).

Senada dengan yang diucapkan Rizal, nelayan udang, Jali pun mengeluhkan hal yang sama akibat kelangkaan solar mengakibatkan para nelayan tidak melaut.

“Mana udang lagi susah dicari, ditambah lagi BBM langka, jadi harus bagaimana lagi kami ini, jadi kami berharap pemerintah harus ambil tindakan jangan sampai kejadian ini berulang,”kata Jali

Baca Juga  Bupati Terpilih Periode 2021-2024 UAS Tinjau Warga korban Kebakaran

Terpisah, Ketua HNSI Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Syufrayogi Saiful saat dikonfirmasi. Kamis, (12/08/2021). Ia mengatakan bahwa saat ini jumlah pasokan BBM berjenis solar memang kurang mencukupi untuk kebutuhan nelayan di Tanjab Barat. Menurut Yogi, hal itu bisa saja terjadi akibat keterlambatan distribusi pasokan BBM.

“Jumlah nelayan kita saat ini sekitar delapan ribu orang, tidak sesuai kebutuhan solar di SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan), sementara pasokan BBM kita hanya sekitar 330 KL (Kiloliter) itu pun belum mencukupi, belum lagi keterlambatan pendistribusian BBM dari pertamina,”ujarnya.

Lebih lanjut, kata Yogi, bahwa pihaknya bersama para nelayan sudah mengajukan kepemerintah terkait dan pertamina untuk dilakukan nya penambahan pasokan BBM sebanyak 100 KL, serta penambahan bantuan sejumlah alat tangkap nelayan.

Baca Juga  Kajati Akan Proses Soal Temuan BPK di Road Race dan Pamsimas

“Kita minta pemerintah ataupun pertamina untuk menambahkan lagi pasokan solar sekitar 35 ton lagi atau 100 KL, nah dengan itu saya kira cukup dengan kekurangan yang saat ini dikeluhkan para nelayan kita dan juga alat tangkap nelayan baik berupa kapal, jaring ikan dan lain-lain,”sebutnya.

“Sekarang ini ya Alhamdulillah pantauan kita dilapangan bahwa krisis BBM dikalangan masyarakat nelayan kita sudah tuntas hanya sebagaian saja nelayan kita yang masih kekurangan karena pasokan BBM kita tidak seimbang dengan banyaknya nelayan kita,”pungkasnya.

Penulis/Editor: Amir/Ote.

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Pemkab Tanjab Barat Akan Tindak Keras Pelanggar Prokes

Tanjab Barat

Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal Deportasi WNA Asal Malaysia

Tanjab Barat

KPU Sudah Terima Logistik Pilbup Tanjab Barat 2020

Tanjab Barat

Pengurus Partai Demokrat Kunjungi Kadernya Chaidir Panjaitan Di Kediaman

Penbangunan

Kades Mekar Tanjung Minta Tanggungjawab Kontraktor Pembangunan SD 83 Yang Terbengkalai

Tanjab Barat

Kapolres Tanjabbarat Himbau Tidak Ada Kerumunan Saat Natal dan Tahun Baru

Tanjab Barat

Vaksinasi Masal DPRD Tanjab Barat, H. Abdullah: Masyarakat Sangat Antusias

Tanjab Barat

Desa Ini Belum Merasakan Nikmatnya Daging Qurban, Selama 40 Tahun

You cannot copy content of this page