oleh

Benarkah BPBD Nunggak Rp.360 Juta Honor Petugas Covid-19??

-Meraingin-130 KALI DIBACA

MERANGIN//BULENONnews.com// Dalam percepatan penanganan wabah Pandemi Covid-19 Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Merangin masih nunggak untuk pembayaran honor petugas.

Dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Merangin, “BPBD tidak peran merawat orang, tapi BPBD pencarian dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 melalui dinas teknis yang ada,” ungkap Akmal menjawab awak media, Selasa 23 Juni 2020 usai rapat bersama tim Pansus DPRD Merangin.

Pejabat yang berawakan tinggi ini juga menjawab pertanyaan awak media terkait alokasi anggaran. Akmal Zen saat diwawancarai Pengawasan Refocusing dan Gugus Tugas Covid-19, mengungkapkan dananya hampir Rp 1 Milyar.

“Baru yang kita serap itu, Rp 996 juta,” ungkapnya.

Dan tersebut untuk pembayaran honorarium petugas jaga, makan minum, rapat Covid-19 dan baliho. Alokasi ini, diawasin, direvisi dan dikaji Tim APIP. Dari situ, masuk ke BPKAD.

BPBD dalam refocusing tahap I, dirasionalisasi sebesar Rp 240 juta. Sementara pada refocusing tahap II, rasionalisasi Rp 364 juta pada belanja barang dan jasa, dan Rp 390 juta untuk belanja mandatory infrastruktur

Kemudian diterangkan Akmal, terkait isu yang berkembang diluar bahwa honorarium yang belum dibayar, lantaran belum cair. BPBD nunggak honor, akan segera dibayarkan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini keluar dari kas daerah. Kita akan salurkan itu,” terangnya.

Kapala BPBD itu juga,menagatakan, pihaknya akan berusaha untuk menyelesaikan semua yang menjadi hak petugas.

“Yang bulan Mei, honorarium sekitar Rp.360 juta. Juni belum. Setelah clear of clear bulan Mei, kita masuk bulan Juni masih belum dibayar,” jelasa Akmal Zen.

Honor tersebut, untuk para petugas dari TNI, Polri, Satpol PP hingga tenaga kesehatan. Mulai dari posko perbatasan di 4 titik, hingga posko perbatasan baru di Pasar Bawah, Pasar Atas dan Masurai.

Reporter/Editor: Ote

Komentar

Berita Sebelumnya