Pembelian Mesin Pompong Tidak Melalui E Katalog, Panitia Beralasan Waktu Mepet Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Tanjab Barat Mengalami Penurunan Tiap Tahun Belasan PNS di Tanjab Barat Ajukan Cerai,Apa Saja Faktornya Rangkaian Peringatan Hari Guru, SMAN 1 Tanjab Barat Gelar Expo 2022 Wabup Hairan Tutup MTQ Ke-50 di Desa Suak Labu

Home / Berita

Senin, 30 November 2020 - 15:58 WIB

Buapti Safrial Absen Dalam Rapat Paripurna Tanjabbarat,Mukhtar Berharap Bukan Karena Ketok Palu

Bupati Tak hadir,Rapat Paripurna Molor

KUALATUNGKAL-BULENONNEWS.COM,Ketifak hadiran Bupati Safrial di rapat Paripurna ke empat jadi trending panas di kalangan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung barat,

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kembali molor dilaksanakan disebabkan ketidak hadiran Bupati Safrial.

Akibatnya,Rapat Paripurna keempat diskor 2 kali selama 30 menit, hal itu untuk menunggu kehadiran bupati Safrial.

Namun, sampai setelah dilakukan skor 2 kali 30menit,Bupati Safrial Belum juga terlihat di ruang rapat untuk pemngesahan agenda rapat penyampaian laporan badan anggaran DPRD pada pendapat akhir fraksi.

pengambilan keputusan DPRD, penandatanganan berita acara dan sambutan Bupati atas keputusan DPRD terhadap Raperda tentang APBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun Anggaran 2021.

Diketahui,sesuai aturan dalam rapat dan tatibrapat paripurna sudah cukup quorum atau memnuhi syarat untuk melaksanakan rapat dengan jumlah peserta rapat 2/3 dari seluruh anggota DPRD sebanyak 25 orng yang hadir dari 35 anggota parlement.

Baca Juga  SMA N 1 Tanjung Jabung Barat Sambut Kunjungan Badan Akreditasi Nasional 2021 Provinsi Jambi

Sampai berita ini diekspost,para pewarta di Kabupaten Tanjabbarat tidak tahu pasti apa penyebabnya.

Mukhtar AB selaku pegiat pemerhati kinerja dan anggaran negara memberikan komentar atas ketidak hadiran Bupati dalam rapat paripurna tersebut,”Dikatkanya,Dalam pengambilan keputusan atau rapat paripurna yang wajib dilaksanakan,namun ia(Mukhtar red)berharap ketidak hadiran beliau dalam rapat paripurna keempat itu bukan karena ada “diel-diel politik”,yang tidak semestinya terjadi,ya semoga tidak ada persekongkolan antara pihak eksekutif dan legislatif seperti yang terjadi pada mantan Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli Nurdin yang menghempaskan karier politiknya di negeri ini,akibat dari duel politik yang heboh dalam istilah “ketok palu”yang yang membawanya ke hotel prodeo dan melibatkan beberapa anggota DPRD provinsi periode 2015-2020.

Baca Juga  Bandar Serta Kurir Narkoba Berhasil Dipikkok Tim Polres Tanjabbarat

Dalam Persidangan mantan Gubernur tersebut,terungkap keterpaksaan beberapa oknum OPD dan beberapa oknum Kadis untuk mencarikan finansial agar pembahasan anggaran di sahkan oleh pihak legeslatif saat itu,atas “desakan untuk memenuhi hasrat oknum anggota DPRD yang beberapa anggota parlement Jbi masuk Bui.

“Kita cuma berhara,dugaan bahasa “ketok palu” itu bukan jadi alasan oleh Bupati untuk tidak menghadiri rapat paripurna keempatĀ  dalam mengambil keputusan tersebut,”pasalnya,diakhir masa jabatan Bupati siapa tau masih ada oknum-oknum anggota DPRD kita yang punya niat untuk mengambil keuntungan.”Dugaan Ketua LSM LP2ADP Kabupaten Tanjung Jabung barat ini.

Ya Semog dugaan saya ini hanya sekedar dugaan,”Tutup Mukhtar.

PEWARTA:MARDAN BULENON HASIBUAN.

EDITOR:MARDAN BULENON HASIBUANĀ 

Share :

Baca Juga

Berita

Imlek Di Tanjabbarat Dirayakan Sederhana Dimasa pandemi Covid-19

Berita

Ditinjau Bupati, Jalan Bangko-Kerinci Kembali Lancar

Berita

H. Mashuri Santuni Korban Kebakaran di Rantau Panjang

Berita

Antisipasi Politik Uang di Masa Tenang Banwaslu Lakukan Patroli Pengawasan

Berita

H. Al Haris Resmikan Gor Sinar Gading

Berita

Habiskan Enam Milyar Arena Road Race Sia-sia

Berita

Komnas PA Mencatat Pelecehan Seksual Terhadap Anak Pelaku Orang Terdekat

Berita

Diduga Terlibat Natkotika,3 Orang Diamanakan Satnarkoba Polres Tanjab Timur Diamankan Tanjabbarat