oleh

Dampak Corona, Ribuan Nelayan Udang Ketak Tanjabbar Gantung

-Meraingin-20 KALI DIBACA

BULENONnews.com.

MERANGI – Ribuan Nelayan udang ketak yang berlokasi kelurahan Kampung Nelayan Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat ini hanya bisa pasrah.

Dikarenakan, hasil tangkapan mereka (udang ketak), yang selama ini menjadi andalan mereka, ternyata saat ini tidak ada nilai jual nya.

Lantaran, gudang dari tempat penampung udang ketak untuk ekspor pun sudah banyak yang angkat kaki dari usahanya. Akibat merebaknya virus Corona.

Kini ribuan Nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang berprofesi sebagai nelayan udang ketak, saat ini lebih memilih tidak melakukan aktifitas melaut seperti biasanya.

Pantauan di lapangan terlihat banyak alat tangkap nelayan udang ketak, seperti pompong cuma bersandar dan terikat dengan rapi di pelabuhan mereka masing-masing.

Tak cuma itu, dampak virus Corona ini, membuat ribuan Nelayan ini menjadi pengangguran dan ada yang memilih merubah prosesi dari pada harus melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Winendra salah satu nelayan udang ketak mengatakan, saat ada sekitar dua ribuan nelayan udang ketak di Tanjabbar mengeluhkan tidak berharga nya hasil tangkapan mereka sejak ada merebaknya wabah virus Corona.

” Hampir 80 persen nelayan udang ketak di Tanjabbar, saat ini hanya bisa pasrah.” Keluh Winendra.

Ia menyebut, padahal hasil tangkapan udang ketak di laut jika melihat cuaca dan bulan saat ini merupakan puncaknya dan waktu yang pas untuk berburu udang ketak.

” Kalau cuaca saat ini ngisi nian udang ketak di laut. Kita bisa tergaji Rp 500 ribu hingga Rp. 700 ribu per hari, namun akibat virus Corona ini para nelayan tak lagi mau pergi melaut.” Ujar Winendra.

Dia juga menuturkan, selama ini permintaan pasar akan udang ketak sangat tinggi. Banyaknya permintaan pasar membuat para pengusaha dan pengepul kewalahan untuk memenuhi permintaan.

” Apalagi saat memasuki hari besar seperti tahun baru Imlek, biasanya permintaan akan hasil laut cukup tinggi, dan harga jual juga ikut naik.” Bebernya.

Namun dengan adanya isu penyebaran virus Corona ini, kata dia membuat harga jual turun drastis dan bahkan tidak laku.

” Kita berharap supaya virus Corona yang terjadi saat ini segera berlalu. Paling tidak ada solusilah dari pemerintah agar udang ketak ini bisa laku di pasaran, hingga sampai pengeksporan keluar negeri,” Harapnya.

Penulis : Amir

Editor : Ote