oleh

Dewan Minta BUMD Tanjab Barat di Audit BPK

-Tanjab Barat-112 KALI DIBACA

TANJAB BARAT – Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat belum terlihat dan sampai saat ini dianggap ‘ Mati Suri’.

Hal itu diungkapkan oleh dewan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Syufrayogi Syaiful.

Ia menyebutkan bahwa kontribusi BUMD sejauh ini tidak tau arah kerjanya dan dianggap hanya menghabiskan biaya saja.

” Tiap tahun mungkin di subsidi sama pemerintah daerah, tapi kontribusinya sama sekali tidak ada.” Tegasnya.

Politisi Golkar ini mengatakan jika mereka (BUMD) tidak inovatif dan kreatif serta tidak bisa membaca cela cela bangsal pasar.

” Mereka ini hanya bisa mengurusi bank tanggo Rajo saja. Sebenarnya mereka bisa mengolah perkebunan baik itu pinang atau kelapa seharusnya BUMD ini bisa membaca cela cela seperti itu.” Tegasnya lagi.

” Mereka juga bisa membaca sektor kelautan, bisa mengelola sumber kelautan kita. Seperti udang ketak dan kerang yang sampai saat ini sudah mulai punah,” Timpalnya.

Lebih lanjut dikatakan Yogi sampai saat ini untuk bank tanggo Rajo sendiri masih di susui dan PDAM juga masih di susui juga.

” Artinya sampai hari ini pengolahan badan usaha milik daerah saya anggap mundur 70 langkah dan tidak ada sama sekali sia sia.” Ungkapnya.

Yogi pun dengan lantang menyebutkan bahwa sampai kini ia belum tau dimana kantor BUMD selama ini,” Dimana kantornya kita tidak tau tidak pernah membuat sosialisasi, gagasan ataupun ide dan tidak pernah menjalankan roda BUMD itu dengan baik semaksimal mungkin.” Terangnya.

Dalam hal ini ia pun meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terhadap subsidi dari pemerintah daerah ini.

” Kita sangat mengharapkan BPK mengaudit itu, banyak uang daerah disitu pablik pasti tau. Cukup banyak subsidi dari pemerintah daerah tapi kemana uangnya kita minta itu audit,” Pungkasnya.

Reporter/Editor: Amir/Ote

Komentar

Berita Sebelumnya