oleh

Diduga Pengadaan Barang Dinkes Merangin Dengan Nilai Fantastis Tidak Berfungsi

-Meraingin-340 KALI DIBACA

BULENONnews.com – MERANGIN

Puskesmas Batang Masumai dan Puskesmas Bangko Barat mengeluhkan lambannya Pemkab (Dinkes) Merangin dalam bertindak dan memberi perhatian terhadap Puskemas di tiap Kecamatan.

Hal ini menjadi catatan penting oleh sejumlah anggota DPRD Merangin yang berkujung Rabu (1/4), dimana selain APD Covid-19 yang belum dibagi secara merata ke Puskesmas, banyak juga Fasilitas Medis yang Afkir tidak bermamfaat atau tidak berfungsi.

Diungkapkan Kepala Puskesmas Batang Masumai melalui Tata Usaha (TU) Puskesmas dr. Iin Wibawa menjelaskan, Peralatan dokter gigi yang nilainya Ratusan Juta Rupiah tidak dimamfaatkan karena tidak adanya tenaga dokter yang bekerja dipuskesmas Batang Masumai tersebut.

” Ya memang peralatan dokter gigi ini pengadaannya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin dan diserahkan kepada pihak Puskesmas Batang Masumai, namun sayangnya dengan harga yang cukup fatastis dan Ratusan Juta Rupiah, alat ini tidak bisa dimamfaatkan, karena tenaga dokternya tidak ditempatkan di Puskesmas ini,” jelas dr. Iin Wibawa.

Sementara di Puskesmas Kecamatan Bangko Barat terdapat hal yang hampir sama keluhannya terhadap peralatan yang pengadaannya Tahun 2019 oleh Dinkes Kabupaten Merangin, seperti Alat penyimpanan vaksin (Cold Chain) tidak bisa dimamfaatkan. Seperti diuraikan Kepala Puskesmas Bangko Barat Aswadi.

” Alat penyimpan Vaksin (Cold Chain) pengadaan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin Tahun 2019 ini tidak berfungsi, karena kurangnya daya Listrik terhadap Puskesmas ini, dan kami mengharapkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten dapat menghubungi pihak PLN Bangko untuk menambah daya Listrik pada Puskesmas ini supaya alat penyimpanan vaksin itu bisa berguna,” harap Aswadi.

Hasan Jalil Anggota DPRD Merangin asal Bangko Barat sangat menyayangkan atas pengadaan alat Penyimpanan Vaksin (Cold Chain) yang tidak bisa digunakan terbut.

” Amat disayangkan jika alat penyimpnan vaksin ini tidak bisa di pakai, padahal alat ini cukup mahal, kan sia-sia uang daerah tebuang begitu saja, perkara Listrik yang jadi persoalan, Kadis Dinkes kan bisa mengusulkan tambahan daya ke PLN, oke lah nanti coba kami bicarakan bersama Kadis Dinkes Merangin,” Tegas Hasan Jalil.

Dilanjutkan Hasan Jali dalam komenter Akun Facebook yang berbunyi,’” Seharusnya dinas dinkes tidak tinggal diam abil tindakan datangi pln,” ujar Hasan Jalil.

Kemudian kata Hasan Jalil, ” Kadis Dinkes diminta tidak berdalih dengan alasan tidak adanya laporan dari Kepala Puskesmas, karena sudah 4 surat yang masuk ke Dinas, dan saya juga secara lisan sudah pernah juga menyampaikan langsung ke Kadis tersebut,” ujar Jalil.

Kadis Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin Abda’i menuding Kepala Puskesmas terkait Pengadaan Barang tersebut, bahwa sampai saat ini belum ada laporan dari pihak Puskesmas terhadap kendala yang terjadi pada Puskemas itu.

” Sampai sekarang belum ada laporan dari pihak Puskesamas yang masuk ke dinas ini, bahwa ada kendala terhadap Puskesmas tersebut,” terang Abda’i saat dibincangi diruang kerjanya.

Dari hasil informasi yang dihimpun Media ini, disinyalir Pihak Dinas hanya memfaatkan pengadaan barang dan jasa saja, tanpa bisa memikirkan azas dan mafaatnya, seperti yang dikeluhkan pihak Dua Puskesmas tersebut.

Reporter : Ote

Komentar

Berita Sebelumnya