oleh

Enam Bulan Terendam Banjir Akibat Bendungan, Warga Tuntut Keadilan

-Tanjab Barat-33 KALI DIBACA

Enam Bulan Di Rendam Banjir Akibat Bendungan,Warga Tuntut Keadilan.

BULENONnews.com.

TANJABBAR – Enam bulan berdirinya bangunan bendungan irigasi di samping Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat. yang menyebabkan aliran sungai utama kebun warga terus tergenang air,hingga membuat berbagai jenis tanaman di kebun warga mati total.

Diketahui,Kebun warga yang terdampak banjir di Kelurahan Sriwijaya hingga saat ini yang terdata ada sekitar 250 hektar.

Warga terus menuntut keadilan karena jumlah nominal ganti rugi yang akan di berikan hanya sepihak dan bukan berdasarkan kesepakatan dengan warga pemilik kebun.

Pantauan lansung media ini di kebun milik warga, berbagai jenis tanaman andalan warga seperti Pinang,Sirsak dan Mangga tampak mengering dan mati.

Menurut janan, salah satu pemilik kebun ini. Akibat terendam banjir selama enam bulan seluruh tanaman kebun pinang dan tanaman lainnya milik warga mati total.

” Dampak dari pembangunan bendungan kemarin yang menimbulkan banjir, akibatnya ya gini, tanaman pada mati,seperti mangga,sirsak dan yang paling banyak mati pohon pinang.”Ungkapnya.

Janan menyebutkan,Kalau pohon pinang yang mati lebih kurang dari dua ribu batang, kalau untuk pohon kelapa tidak mati cuma sakit,mengakibatkan buahnya berkurang atau bakal buah nya banyak yang jatuh.

“Karena banjir yang mengakibatkan air tidak mengalir,hingga buah kelapa banyak yang berguguran tidak bisa di panen, kalau untuk pohon pinang memang mati total.”Keluh Janan.

Keluhan yang sama juga di sampaikan M. Ali, Banyak tanaman di kebun miliknya yang mati dan tumbang seperti tanaman sawit, membuat dirinya tida semangat lagi untuk mengolah dan memelihara kebun miliknya.

” Melihat kebun seperti ini banyak yang mati sudah malas untuk merawat nya,kalau bisa pemerintah mengganti dengan harga yang sesuai.”Harapnya.

Sementara itu, H. Bujang Kemas Ashari selaku pendamping warga yang menuntut keadilan dan ganti rugi atas matinya tanaman di kebun warga, mengatakan, pembangunan setfile bendungan irigasi rawa yang sudah selesai sangat tidak membawa manfaat.

Kita dari LSM pakam yang mendampingi masyarakan akibat pembangunan bendungan irigasi pintu air ini, hingga kebun warga yang berada di 4 RT, Kelurahan Sriwijaya ini terendam dan mati.

Tiga kali hearing di kantor DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tapi tidak pernah dihadiri oleh ketua satu dan ketua dua yang hadir hanya ketua tiga yang selalu mendampingi.

“Ketua satu kan Pak Mulyani Siregar sedangkan ketua dua M.Jafar kita berharap beliau-beliau ini turun tangan menyelesaikan masalah ini.” Pintanya

” Hampir 250 kepala keluarga yang saat ini kehidupannya tidak jelas tentang kebun milik mereka, ini kan kasihan.”Pungkas Bujang Azhari yang akrab di panggil Bujang Dewo ini.

Penulis : Amir

Editor : Ote

Komentar

Berita Sebelumnya