oleh

Gas Melon Sempat Langka Dipangkalan, Ditngkat Pengecer Lebih Melambung

-Berita-5 KALI DIBACA

BULENONnews.com-TANJABBAR Kelangkaan gas tabung LPG tiga Kilo beberapa minggu lalu membuat sebagian masyarakat Tanjung Jabung Barat resah.

Gas Melon ukuran tiga kilo gram yang ada dikalangan pengecer khususnya di Kota Kuala Tungkal menembus hingga 30 ribu sampai 40 ribu pertabung.

Sementara dipangkalan menjual gas kepada pelansir antara 20 ribu hinggan 23 ribu di duga gas ini di salah gunakan dengan di jual kepada para pelangsir ke wilayah luar kualatungkal dengan harga yang lebih tinggi.

Pemasaran harga dan kelangkaan gas melon hingga saat ini selalu mencuat di lapangan diduga kuat para pemilik pangkalan setelah menjual kepada warga dengan harga setandar sisa nya di jual kepada para pelansir dengan harga di atas het.

Eva seorang ibu rumah tangga mengatakan, kelangkaan gas bersubsidi kilogram di Kota Kuala Tungkal ini bukan lah hal baru terjadi. Karena kata dia,masyarakat pun harus antrian terlebih dahulu untuk mendapat kannya.

” Terkadang kita harus antri panjang di pangkalan,Kalau tidak antrian dipangkalan akan susah untuk mendapatkan gas, tapi kita lihat kadang kalah stok gas belum habis,pangkalan sudah tutup. ” Keluh ibu dua anak ini.

Mahalnya gas elpiji ini, juga diakui warga lainnya Yanto. Kata dia selain langka gas elpiji juga tinggi dari harga het.

” Kadang kita mau beli di pangkalan baru sebentar sudah habis, mau tidak mau terpaksa kita beli ditingkat pengecer yang harganya tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) 30 ribu hingga 40 ribu,” Sebutnya.

Menanggapi kelangkaan gas LPG tiga kilo,Kadis Diskoperindag Safriwan.SE mengatakan,kalau hitungan matematikanya tidak akan langkah untuk pasokan gas LPG 3 Kilo,Kita ini mempunyai 4 agen resmi,169 Pangkalan yang tersebar diseluruh Kecamatan di Kabupaten Tanjabbar.

” Alokasi gas LPG 3 kilo gram Tanjung Jabung Barat, sekitar dua juta seratus lebih tabung untuk satu tahun. jika kita bagikan dengan jumlah penduduk miskin plus usaha mikro itu cukup dan bisa berlebih.”Jelasnya.

Menurut Kadis Koperindag,kalau ikut item artinya tidak akan langkah,tapi di lapangan masyarakat masih ada yang susah untuk mendapatkan gas LPG 3 kilo.

“Kalau kita lihat di lapangan,kelangkaan itu terjadi ada warga yang tidak berhak mengambil LPG tiga kilo,Tapi mereka tetap mengambil sehingga otomatis jumlahnya tidak mencukupi.itulah salah satu membuat langkah,”Ujar Safriwan.

Diantara penyebab kelangkaan menurut Kadis Koperindag,masih ada pangkalan yang melayani pengecer,yang seharusnya gas melon untuk warga setempat.Hingga kemungkinan beredar ketempat lain.

“kita minta ke pangkalan untuk menerapkan kartu konsumennya, artinya siapa yang ngambil silahkan menampilkan kartu konsumen nya atau kartu keluarga (KK). ini supaya bisa mengontrol Gas LPG benar benar tepat sasaran.”Pinta Kadis Koperindag.

Lanjut Safriwan, kembali kita dengan kondisi real di lapangan.itu masih ada yang warga lain yang mengambil Gas bukan pada porsinya.

“Kita berharap kedepannya masyarakat Tanjung Jabung Barat,kalau kita merasa bukan orang miskin Janganlah tabung 3 kilo gram itu di ambil.Beralih lah ketabung yang 5 kilo atau yang 12 kilo gram.” Pungkas nya.

Kontributor : Amir
Editor : Ote

Komentar

Berita Sebelumnya