DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna Pergantian Antar Waktu Jalin Silaturahmi dan Menambah Keakraban, Bupati Mancing Bersama OPD Meriahkan HUT RI Ke-77 dan Hari Jadi Tanjab Barat Ke – 57, Pemkab Gelar Lomba Panjat Pinang Selama Dua Hari Pemegang Paspor RI yang Hendak Bepergian ke Jerman dapat Mengajukan Pengesahan endorsement Tanda Tangan di Kantor Imigrasi DPRD Tanjab Barat Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kabupaten ke 57

Home / Ekonomi

Selasa, 28 Juni 2022 - 12:10 WIB

Harga Komoditi TBS dan Pinang Anjlok Petani Mengeluh

TANJABBARAT,BULENONNEWS.COM – Petani di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat ini mengeluhkan murahnya harga Tandan Buah Sawit (TBS) dipasaran.

Anjloknya komoditi perkebunan kelapa sawit tersebut di rasakan oleh petani Tanjung Jabung Barat, Syamsuddin. Ia menyebutkan sejak beberapa pekan terakhir harga buah sawit terus menurun ditingkat petani.

” Harga Anjlok hingga mencapai harga Rp. 450, hal ini berbanding terbalik dengan bahan kebutuhan pokok rumah tangga yang terus meroket.” Katanya.

Akibat anjloknya harga TBS ini, kata Syamsuddin membuat petani sawit menjerit, karena perkebunan kelapa sawit yang merupakan komoditi andalan tidak lagi menjamin penghasilan utama para petani.

Baca Juga  Kapolres dan Wakapolres Tanjab Barat Gelar Doa dan Santap Siang Danging Qurban Bersama Warga Binaan

“Dengan murahnya harga TBS. Para petani saat ini hanya bisa pasrah, karena komoditi pertanian andalan lainnya, seperti pinang harganya juga ikut merosot tajam.” Keluhnya.

Ia berharap kepada pemerintah bisa membantu menstabilkan harga Tandan Buah Sawit ini, karena ditengah kebutuhan harga bahan pokok dipasaran tidak sebanding dengan harga buah sawit.

Ungkapan senada disampaikan salah satu petani pinang Tanjung Jabung Barat, Daeng, ia menyebutkan harga buah pinang saat ini hampir senasib dengan harga buah sawit.

Baca Juga  Pasokan Kurang, Harga Bahan Pokok Dipasar Tidak Stabil

“Harga buah pinang sekarang ini terus menurun, tidak sebanding dengan harga bahan pokok yang dijual di pasar saat ini.” Ujarnya.

Ia sebagai petani pinang mengeluhkan dengan harga komoditi perkebunan seperti sekarang ini. ” Kita berharap pemerintah bisa mengambil kebijakan terbaik, agar semuanya dapat saling menguntungkan.” Ungkapnya.*

 

 

Penulis/Editor: Amir/Otte

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pasokan Kurang, Harga Bahan Pokok Dipasar Tidak Stabil

Ekonomi

Realisasi PAD 2021 Masih Rendah, OPD Merangin Diminta Optimis