Terpapar Covid 19, Pelayanan IGD RSUD KH Daud Arif dan Puskesmas Pijoan Baru Tutup Sementara Pengembalian Hasil Temuan BPK di Tanjab Barat Masih Minim Sterilisasi dan Tracking, Besok IGD RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Tidak Terima Pasien Perhari RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Membutuhkan 50 Tabung Oksigen Bupati Tanjab Barat Buka Acara Pertemuan Dengan PT Sena.

Home / Tanjab Barat

Sabtu, 18 Juli 2020 - 19:53 WIB

Kondisi Jalan Dua Kecamatan Rusak Parah, Pedagang Merugi

TANJAB BARAT – Kondisi jalan di desa Makmur Jaya dan desa Sungai Gebar Kecamatan Betara dan Kuala Betara. Kabupaten Tanjung Jabung Barat sangat memprihatinkan.

Jalan sepanjang 26 kilometer yang merupakan jalur utama didua desa ini, kini layaknya kubangan kerbau.

Setiap harinya jalan ini di lalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat yang membawa hasil pertanian dan barang dagangan.

Para pengguna jalan yang menggunakan roda dua pun apabila melintas di lokasi tersebut, harus ekstra hati hati untuk bisa melintas dijalan milik pemerintah ini.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Yosef salah satu pengguna jalan. Selasa (17/7/20). Ia menyebutkan bahwa kondisi jalan utama dua desa di Kecamatan Betara ini sangat menghambat aktifitas penguna jalan.

Baca Juga  Polres Tanjab Barat Potong 10 Ekor Hewan Qurban, 700 Kantong Daging Disebar Untuk Anggota Polri dan Warga Terdampak Covid-19

Menurutnya jalan utama ini disaat musim hujan susah untuk dilalui, apalagi dalam kondisi licin dan berbatu koral dengan lubang menganga sering membuat penguna jalan terjatuh, bahkan mobil yang melintas di jalan ini bisa terbenam di badan jalan.

” Sejak satu bulan ini jalannya mengalami rusak parah. Sudah seperti kubangan kerbau,” Kata Yosef.

Dengan rusaknya jalan utama ini kata dia membuat para pengguna yang membawa dagangan dengan roda empat terpaksa harus bersabar.

Baca Juga  90 Persen Sekolah di Tanjab Barat Siap Lakukan Belajar Tatap Muka

“Dalam kondisi normal jalan menuju simpang dualap Kecamatan Kuala Betara dan sebaliknya bisa bisa ditempuh dengan waktu dua jam. Namun dalam kondisi rusak para seperti saat ini jarak tempuh perjalanan bisa memakan waktu enam jam.” Ungkapnya.

Sementara salah satu pengendara Arif yang membawa barang dagangannya menuturkan, bahwa sejak jalan dua desa ini mengalami kerusakan, dagangan yang dibawa menjadi terhambat dan pendapatan omsetnya pun menjadi berkurang.

“Kondisi jalan rusak omset kita berkurang, biasanya kalau kondisi jalan normal pendapatan omset penjualan kita bisa 4 sampai 5 jutaan. Namun, bila jalan rusak seperti saat ini omset menurun pendapatan paling sekitar 1 jutaan.” Keluhnya.

Baca Juga  Pemkab Tanjab Barat Warning Pedagang Parit 1

“Inilah jalan satu-satunya yang kita lalui, biasanya kalau dengan kondisi jalan normal hanya memerlukan waktu 2 jam, tapi dengan kondisi jalan seperti ini bisa memerlukan waktu sampai 6 jam untuk sampai ke tempat tujuan,” Terangnya.

Ia berharap pemerintah bisa memperbaiki jalan yang sudah rusak ini, sehingga transportasi bisa menjadi lancar dan perekonomian masyarakat menjadi bergairah.

“Kalau bisa Pemerintah Kabupaten dapat segera memperbaiki jalan utama ini. Supaya kami yang berdagang melalui jalur jalan ini merasa nyaman dan lancar,” Pintanya.

ReporterEditor: Amir/Ote

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Pengawasan Masuk Kota Kuala Tungkal Diperketat

Tanjab Barat

Terkait Temuan Pangkal LPG Nakal Oleh Polres,Safriwan Sudah Lapor Ke Pertamina

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Bersama PetroChina Resmikan Pembangunan 3 Aula Pondok Pesantren

Tanjab Barat

Status Zona Merah, Wadansatgas Covid-19 Patroli Himbau Pembatasan Jam Malam

Tanjab Barat

Reaktif Covid-19, 142 Petugas KPPS Tanjab Barat Isolasi Mandiri

Tanjab Barat

Dewan Minta BUMD Tanjab Barat di Audit BPK

Tanjab Barat

Kapolres Tanjabbar Pimpin Pemakaman Jenzah Pasien Suspek

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Terima Penghargaan Dari BPJS Pusat