Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal Berikan Remisi Pada 215 Napi Shalat Idul Fitri di Ponpes Al Baqiyatush Shalihat, Bupati Tanjab Barat Ucapkan Selamat Lebaran Pada Masyarakat Polres Tanjab Barat Laksanakan Bakti Sosial Bagi Sembako Pada Pasien Covid 19 Bupati Tanjab Barat tinjau Persiapan Prokes Sholat Id Disejumlah Masjid Dalam Kota Kuala Tungkal Audensi Bersama Perpani,Wabub Beri Dukungan Atlit Rifabel

Home / Tanjab Barat

Sabtu, 18 Juli 2020 - 19:53 WIB

Kondisi Jalan Dua Kecamatan Rusak Parah, Pedagang Merugi

TANJAB BARAT – Kondisi jalan di desa Makmur Jaya dan desa Sungai Gebar Kecamatan Betara dan Kuala Betara. Kabupaten Tanjung Jabung Barat sangat memprihatinkan.

Jalan sepanjang 26 kilometer yang merupakan jalur utama didua desa ini, kini layaknya kubangan kerbau.

Setiap harinya jalan ini di lalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat yang membawa hasil pertanian dan barang dagangan.

Para pengguna jalan yang menggunakan roda dua pun apabila melintas di lokasi tersebut, harus ekstra hati hati untuk bisa melintas dijalan milik pemerintah ini.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Yosef salah satu pengguna jalan. Selasa (17/7/20). Ia menyebutkan bahwa kondisi jalan utama dua desa di Kecamatan Betara ini sangat menghambat aktifitas penguna jalan.

Baca Juga  Polres Tanjab Barat "Ngopi Manis" Bareng Awak Media

Menurutnya jalan utama ini disaat musim hujan susah untuk dilalui, apalagi dalam kondisi licin dan berbatu koral dengan lubang menganga sering membuat penguna jalan terjatuh, bahkan mobil yang melintas di jalan ini bisa terbenam di badan jalan.

” Sejak satu bulan ini jalannya mengalami rusak parah. Sudah seperti kubangan kerbau,” Kata Yosef.

Dengan rusaknya jalan utama ini kata dia membuat para pengguna yang membawa dagangan dengan roda empat terpaksa harus bersabar.

Baca Juga  Ini Modus Guru Tenaga Honor Terduga Pelaku Pencabulan Siswi SMA Di Betara

“Dalam kondisi normal jalan menuju simpang dualap Kecamatan Kuala Betara dan sebaliknya bisa bisa ditempuh dengan waktu dua jam. Namun dalam kondisi rusak para seperti saat ini jarak tempuh perjalanan bisa memakan waktu enam jam.” Ungkapnya.

Sementara salah satu pengendara Arif yang membawa barang dagangannya menuturkan, bahwa sejak jalan dua desa ini mengalami kerusakan, dagangan yang dibawa menjadi terhambat dan pendapatan omsetnya pun menjadi berkurang.

“Kondisi jalan rusak omset kita berkurang, biasanya kalau kondisi jalan normal pendapatan omset penjualan kita bisa 4 sampai 5 jutaan. Namun, bila jalan rusak seperti saat ini omset menurun pendapatan paling sekitar 1 jutaan.” Keluhnya.

Baca Juga  Ratusan Peserta CPNS Tanjab Barat Ikuti Pelatihan Dasar Prajabatan Secara Daring

“Inilah jalan satu-satunya yang kita lalui, biasanya kalau dengan kondisi jalan normal hanya memerlukan waktu 2 jam, tapi dengan kondisi jalan seperti ini bisa memerlukan waktu sampai 6 jam untuk sampai ke tempat tujuan,” Terangnya.

Ia berharap pemerintah bisa memperbaiki jalan yang sudah rusak ini, sehingga transportasi bisa menjadi lancar dan perekonomian masyarakat menjadi bergairah.

“Kalau bisa Pemerintah Kabupaten dapat segera memperbaiki jalan utama ini. Supaya kami yang berdagang melalui jalur jalan ini merasa nyaman dan lancar,” Pintanya.

ReporterEditor: Amir/Ote

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Waspada Al Nina Saat Nelayan Beraktivitas di Laut

Tanjab Barat

Safrial Pimpin Sidang Panitia Pertimbangan Landreform Progaram Retribusi Tanah

Tanjab Barat

Kampanye Daring Kurang Diminati Paslon Bupati Tanjab Barat

Tanjab Barat

Kapolres Tanjabbarat Himbau Tidak Ada Kerumunan Saat Natal dan Tahun Baru

Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Akan Tindak Keras Pelanggar Prokes

Tanjab Barat

Ini Pengakuan Pelaku Pemerkosa Isteri Temannya

Tanjab Barat

Dandim 0419/Tanjab Ingatkan Masyarakat

Tanjab Barat

Bupati Dampingi Pjs Gubernur Jambi Tinjau Gudang Logistik KPUD Tanjab Barat.