Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal Berikan Remisi Pada 215 Napi Shalat Idul Fitri di Ponpes Al Baqiyatush Shalihat, Bupati Tanjab Barat Ucapkan Selamat Lebaran Pada Masyarakat Polres Tanjab Barat Laksanakan Bakti Sosial Bagi Sembako Pada Pasien Covid 19 Bupati Tanjab Barat tinjau Persiapan Prokes Sholat Id Disejumlah Masjid Dalam Kota Kuala Tungkal Audensi Bersama Perpani,Wabub Beri Dukungan Atlit Rifabel

Home / Meraingin

Sabtu, 4 Juli 2020 - 21:27 WIB

LSM dan Wartawan Dalam PEDAS Merangin Segera Gelar Konsulidasi Soal PETI di Pamenag Selatan

MERANGIN – Tak sudi dikambing hitamkan sebagai menerima uang upeti untuk pengamanan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) sejumlah Wartawan, LSM yang tergabung dalam oorganisasi PEDAS akan melakukan Konsolidasi internal untuk Menindak lanjuti pemberitaan yang pernah terbit di beberapa Media minggu yang lalu.

Terkait berita Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang terdapat di wilayah Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin cukup hangat diperbincangkan dan malah viral dipublik.

Bukan hanya Publik, tapi malah jadi topik perbincangan bagi kalangan para aktivis seperti LSM maupun dikalangan Jurnalistik wilayah Kabupaten Merangin.

Menindak lanjuti tentang PETI hingga mengkambing hitamkan LSM maupun para insan Pers, gabungan wartawan, LSM dalam kasatuan PEDAS secara serius menyikapi dengan langkah konsolidasi internal.

Langkah kongkrit menghimpun Data – data diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya, tentunya akan menggiring APH untuk melakukan tindakan Hukum, agar nama baik Wartawan dan LSM yang ada di Merangin tidak dipandang Negatif dimata masyarakat,

Baca Juga  Pemuda Pancasila Merangin, Panitia Tutup Pendaftaran Calon Anggota Menjelang Muscab

Terkait dengan peberitaan tersebut beberapa Wartawan dan LSM yang ada di Kabupaten Merangin khususnya Wartawan dan LSM yang tergabung dalam Kesatuan PEDAS, merasa gerah dengan sikap inisial Nn Cs yang mengatasnamakan Wartawan Kabupaten Merangin untuk pengamanan para pelaku PETI, agar pemilik dan pekerja merasa nyaman dan terhindar dari razia oleh aparat penegak hukum.

“Terkait permasalahan ini, kita akan melakukan langkah awal dengan melakukan Pertemuan Internal untuk  konsolidasi, agar kita nantinya dalam melakukan suatu tindakan tidak keluar dari koridor hukum yang ada,”ujar Mandri.

“Soal data – data diperoleh kita sudah kuat dan siapkan. Aparat hukum kita dorong untuk melakukan tindakan sesuai aturan yang ada,”jelasnya lagi.

Baca Juga  Kabupaten Merangin Pertama Kali Gunakan Aplikasi Anjab

Terpisah, salah seorang wartawan Merangin sekaligus anggota PEDAS yakni Darmawan, yang pernah masuk kelokasi PETI tersebut, mengharapkan adanya reaksi dan aksi dari pihak penegak hukum untuk menindak tegas operasional ilegal penambangan emas itu.

“Saya sangat berharap kepada pihak penegak hukum agar dapat memberantas semua aktivitas PETI yang ada di Kabupaten Merangin tanpa pandang bulu, terkhusus wilayah Pamenang Selatan,” pinta,”Darmawan.

Menurut DM, lokasi PETI yang terdapat di Kecamatan Pamenang Selatan dan Kecamatan sekitarnya, terdapat di Lima lokasi, diantaranya Desa Tambang Mas (A1), Desa Lantak seribu (A3), Desa Tanjung Benuang (C1), Desa Sei. Kapas (C2), dan Desa Bukit Bungkul (A2), lima Desa tersebut di pegang oleh Nn Cs sebagai keamanannya.

Satu set mesin dompeng harus membayar upeti sebesar Rp 200.000, perminggu. Dan jika tidak mau memberikan setoran kepada Nn Cs, maka mesin dompeng tersebut akan di raziakan oleh bersangkutan bersama aparat penegak hukum.

Baca Juga  Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-75 Wabup Jadi Inspektur, Sedangkan Virtual Penurunan Bendera di Istana Merdeka Dilikuti Oleh Bupati

Akibat dari ancaman ini,maka para pemilik dompeng tersebut mau tidak mau harus menyetor kepada Nn Cs, jumlah mesin dompeng  di lokasi Lima Desa mencapai 40 unit, setoran pengamanan kuat dugaan ke Nn Cs.

Jika kita kalkulasikan Rp.200 X 40 X 4 = Rp.32.000.000, dan di kali kan satu tahun 12 bulan maka dapatlah Rp.384.000.000 yang di pungut oleh ,,N,,Cs, yang menjadi tanda tanya besar uang sebabyak itu di kemanakan oleh ,,N,,Cs yang telah mengatas namakan wartawan Kabupaten Merangin.

“Uang sebanyak itu di kemanakan, wartawan dan LSM yang mana menikmatinya,” ujar Darmawan (TIM)

Share :

Baca Juga

Meraingin

Ayah Cabuli Anak Tirinya Selama Setahun

Meraingin

Pol PP dan Tim Terpadu Segera Turun Ke PT. Ninja Ekpres Soal Izin Opersional

Meraingin

H. Aspan: Proyek Jembatan APBN Desa Sungai Ulak Masih Terkendala

Meraingin

Dewan Temukan Proyek Siluman Di Danau Pauh

Meraingin

Bupati Ikuti Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Secara Virtual

Meraingin

Bongkar Muat Barang Bebas Dilokasi Tugu Pedang, Diduga Kadis Perhubungan Tak Peduli

Meraingin

Izhar Majid Ketua Komisi ll DPRD Prov. Jambi Hadiri Kunker Gubernur di Merangin

Meraingin

Ala Kapolres Baru “Ngawani Nogopi” Para Insan Pers Merangin.