oleh

M. Taufik Dambakan Damkar di Pamenang Ketimbang Alat Berat

-Meraingin-74 KALI DIBACA

BANGKO – Masih terngiang dalam ingatan kebakaran hebat di SMAN 8 Merangin dan kebakaran PT. Lux triplek lokasi Pamenang bebrapa bulan lalu. Belajar dari  kebakaran tersbut Anggota DPRS Merangin politisi Partai Amanat Nasional (PAN), M. Taufik lebih memilih armada Damkar ketimbang alat berat.

Wilayah yang cukup luas dan rentan akan terhadap kebakaran, masyarakat Pamenang sanagat membutuhkan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) . Apalagi Pamenang berpotensi kebakaran tertinggi di Kabupaten Merangin.

Hal ini disampaikan Taufik, anggota DPRD Merangin dari Fraksi PAN saat dibincangi, Kamis (23/7). Anggaran Pemerintah Provinsi Jambi Rp 6 Milyar diperuntukan pembelian alat berat, lebih baih dirubah pembelian Armada,Pemada Kebakaran.

“Dari anggaran 6 milyar itu, baik digunakan untuk pembelian Damkar. Karena azas manfaat lebih menyentuh pada masyarakat,” ujarnya.

Sementara alat berat bantuan untuk kecamatan di Pamenang yang ada saat ini ditempatkan di Dinas PU Merangin. Hal tersebut jelas menjadi problema

“Bantuan itu diperuntukkan untuk Pamenang. Tapi, posisinya sampai hari ini tetap di kabupaten, karena tidak punya anggaran,” katanya.

Jika Damkar nanti ada, M. Taufik berharap tidak seperti alat berat yang sekarang. Armada Damkar harusnya ditempatkan di pos Kecamatan. Agar mudah dan cepat  mobilisasi saat mengani kebakaran di Pamenang.

“Kalau ditempatkan di Pamenang, desa-desa sekitarnya kalau ada musibah, lebih cepat bantuannya. Kalau di Bangko, nanti dihubungi sekali-dua kali, belum masuk. Ditelepon ketiga kali, sudah hangus semua,” katanya.

Bercermin pada pengalaman kasus kebakaran Sekolah danPT. Lux Triplek di Pamenang pada waktu lalu. Gerak dan jarak tempuh membuat terlambatnya armada untuk bertindak.

“Kalau posisi alat itu ada di Pamenang, mungkin selamat SMA Pamenang itu,” katanya.

Dikatakan M. Taufik, usulan keberadaan Damkar ini telah beberapa kali dilakukan. Terakhir dirinya bertemu dengan pejabat terkait, dan menanyakan pos Damkar.

“Karena di Tabir sudah ada. Jawaban beliau waktu itu, tahun 2021 di Pamenang akan kita buka. Sekarang kita usaha untuk Lembah Masurai,” kata Taufik.

Damkar di Pamenang, memang sudah layak diadakan menurut Taufik, berdasarkan penyampaian pejabat itu, karena kebakaran di Merangin itu tertingginya di Pamenang.

“Pas ada kebakaran di Pamenang, selalu bahasanya besok kita tempatkan Damkar di Pamenang. Sampai hari ini, realita belum ada,” lanjutny

Politisi muda itu makin  semangat untukmemperjuangkan Damkar, sebab dirinya melihat adanya celah alokasi bantuan dari Pemprov tersebut.

“Terkait dalam bantuan provinsi itu, boleh digunakan untuk beli Damkar,” sebutnya optimis.

Akirnya disamoaikan Taufik, Damkar sangat dibutuhkan di Pamenang mengingat wilayah ini merupakan daerah perkebunan. Dimana, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) acap terjadi di beberapa titik di Pamenang.

“Ini yang perlu kita pikirkan, pertimbangkan. TNI dan Polri sudah mengantisipasi karhutla. Sementara, Damkar kita bagaimana?,” pungkasnya.

Reporter/Editor: Ote

Komentar

Berita Sebelumnya