oleh

Menjalankan Isolasi Diri, Jumri Tidak Dapat Bantuan Dari Pemerintah Tanjabbar

-Tanjab Barat-279 KALI DIBACA

BULENONnews.com-TANJAB BARAT

Sempat di kabarkan demam tinggi dan didatangi oleh petugas kesehatan dari puskesmas. Jumri warga RT.10 Kelurahan Pembengis, Kecamatan Bram Itam, harus mengisolasi dirinya selama 14 hari.

Diketahui, bahwa Jumri merupakan satu satunya tulang punggung di dalam keluarganya namun saat ini tidak bisa melakukan aktivitas untuk mencari nafkah selama 14 hari atau selesai dari pemantauan petugas kesehatan.

Sudah hampir satu minggu Jumri menjalani isolasi diri, dan selama itu pula keluarganya hidup sehari-hari dalam keterbatasan.

Sang istri Rita mengatakan, bahwa dalam satu rumah yang terbuat dari papan tersebut ada dua orang anaknya yang berusian 13 dan 12 tahun. Sementara dirinya saat ini tengah mengandung selama 5 bulan.

Rita menceritakan bahwa selama sang suami diisolasi dirumah, dirinya dan anaknya pun juga di suruh untuk mengisolasi diri dirumah. Sementara itu, dirinya juga bingung tidak mendapatkan bantuan atau perhatian dari mana pun.

“Dinas kesehatan ada turun, untuk cek kesehatan kami. Tapi kami dak ada di kasih bantuan. Kami bingung juga, ini lah bapaknya kabar-kabarin kawannya yang bersedia bantu,” Ucapnya, Rabu siang (6/5)

“Hari ini “Alhamdulillah” kita dapat bantuan dari kawannya. Tadi juga ada dari pihak kepolisian kasih bantuan. Memang seminggu ini keadaan kami kek gini, untung nian ada yang bantu,” Ungkapnya penuh haru.

Ia menyebutkan bahwa sempat datang ke rumah ketua RT setempat untuk melaporkan kondisi keluarganya yang membutuhkan sembako selama mengisolasi diri. Namun, saat ke rumahnya, ketua RT tidak berada dirumah.

“Ya mau kek mana lagi lah kami. Dari dinsos atau pemerintah juga dak ada ngasih. Kami disuruh isolasi tapi kami dak ada sedikitpun di kasih,” Ungkapnya.

“Ini syukur alhamdulilah nian ada kawan yang mau bantu. Dari polisi bantu, kami berterima kasih nian,” Ucapnya lagi.

Ia menyebutkan bahwa memang dirinya tidak memiliki KTP Kelurahan Pembengis, karena dulu pernah tinggal di Kelurahan Tungkal Harapan jadi indentitas di KTP masih yang lama, Namun dirinya sudah lama tinggal di rumah yang saat ini Ia tempati. Meskipun demikian, Ia juga tetap berharap adanya bantuan.

“Ya kami di isolasi, mau gimana kami cari uang, cari makan. Bingung juga kami kan. Kami juga dak mau kek gini,” Ungkapnya.

Ditempat terpisah, Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Guntur Saputro yang mendapatkan info tersebut langsung meminta kepada anggotanya untuk melihat kondisi keluarga tersebut.

“Iya kita sudah minta anggota kita untuk mengecek keluarga ini. Memang kondisi nya sangat membutuhkan, apalagi mereka disuruh isolasi dan kita langsung berikan kebutuhan sembako yang memang di butuhkan keluarga itu,” Ujar Kapolres

Sementara itu, Kapolres juga meminta kepada masyarakat untuk dapat perhatian dan peduli terhadap sesama terlebih dalam kondisi pandemi. Kata Kapolres juga menyebutkan, bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan sembako dapat melapor pihak kepolisian.

“Bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan sembako, lapor ke pihak kepolisian atau langsung ke saya. Insyah allah akan kami upayakan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” Pungkasnya.

Reporter: Amir

Komentar

Berita Sebelumnya