Hari Raya Idul Adha Tahun 2024 Pemkab Tanjab Barat Sembelih Hewan Korban  Bupati Anwar Sadat Minta OPD Tindaklanjuti Hasil Evaluasi Reformasi Birokrasi. Bupati Anwar Sadat Dorong Dekranasda Tingkatkan Promosi Ekonomi Kreatif di Tanjab Barat Jelang Idul Adha 1445 H, Bupati Anwar Sadat Tinjau Pasar Tanggo Rajo Kuala Tungkal Bupati Anwar Sadat Hadiri Peringatan HKG PKK ke-52

Home / Penbangunan

Kamis, 14 Juli 2022 - 13:50 WIB

Merasa Dirugikan dan Janggal Pihak Rekanan CV. Mitra Pengabuan Akan Pidanakan Pokja Tanjab Barat

TANJABBARAT, BULENONNEWS.COM – Proses lelang Proyek melalui Kelompok Kerja( Pokja), di LPSE Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menuai kisruh antara pihak rekanan (Kontraktor).

Pasalnya, salah satu rekanan menilai proses lelang proyek dibagian Pokja dianggap telah merugikan dan menzolimi pihaknya selaku pemilik CV.

Hal tersebut diungkapkan oleh rekanan CV Mitra Pengabuan Yoyon Hariyanto, ia menyebutkan Pokja dalam hal ini di sinyalir ada permainan antara perusahaan lain selaku untuk mengugurkan pihaknya.

”  Kita dalam hal ini tidak puas hasil jawaban sanggahan dan keberatan dari pokja, kita melakukan sanggah banding atas proses tender pekerjaan belanja modal atas pembangunan gedung tempat kerja lainnya.” Tegasnya.

Dengan di batalkannya Perusahaan miliknya, pria yang akrab disapa mas Yoyon ini merasa dirugikan. Padahal kata dia perusahaannya miliknya telah melengkapi semua sesuai persyaratan yang berlaku.

Baca Juga  Sekda Tanjab Barat Hadiri Apel Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-61

” Syarat sudah kita lengkapi semua persyaratan, mulai dari dokumen penawaran, atministrasi. Pada intinya lengkap, kok kenapa perusahaan lain yang bisa jadi pemenang,” Kesalnya.

Ia menduga ada kejanggalan, salah satu masalah teknis Sisa Kemampuan Paket (SKP) dengan minimal lima perkerjaan, namun kenyataannya perusahaan pemenang bisa sampai 7 perkerjaan.

” Dugaan kita ini ada persekokolan pokja dengan perusahaan pemenang. Dalam hal ini perusahaan kita merasa dirugikan,” Katanya.

Ia mengatakan, Pokja Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tidak profesional dalam melakukan evaluasi dokumen dan tidak memenuhi etika, prinsip dasar dan tidak memiliki kemampuan teknis bagaimana melakukan evaluasi dokumen penawaran secara baik dan benar.

Baca Juga  Pembangunan Infrastruktur Jalan Desa Sungai Jering Bantu Tingkatan Perekonomian

” Pokja pemilihan VIII UKPBJ Tanjung Jabung Barat, telah melakukan pelanggaran hukum dan bisa dikategorikan pidana karena terindikasi praktek persekokolan pada pelaksanaan pengadaan paket ke perusahaan pemenang.” Ungkapnya.

Akibat ada kejanggalan ini, Tegas Yoyon, pihaknya sudah melayangkan surat tembusan sanggahan ditujukan kepada pihak Kejaksaan, Infektorat, Bupati, Disbunak, LKPP dan KPU – KPD Batam.

” Kami menyatakan bahwa paket lelang ini dianggap cacat hukum secara atministrasi dan harus dibatalkan, melalui sanggahan ini kita menyatakan keberatan dengan hasil tender yang tidak diskriminatif dan transparan. Kita juga meminta kepada instansi terkait untuk mengusut ketua ULP dan Pokja pemilihan UKPBJ Tanjung Jabung Barat.” Pungkasnya.

 

 

Penulis/ Editor:Team

Share :

Baca Juga

Penbangunan

Pemkab Gelar Malam Pisah Sambut Kapolres Tanjab Barat

Penbangunan

Wabup Hairan Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Mendagri 

Penbangunan

Dibangun Milyaran Rupiah, Proyek Rumah Singgah Tak Cantumkan Dominal Anggaran

Penbangunan

UPTD Samsat Tanjab Barat Buka Pemutihan PKB Tahap I

Penbangunan

Pembangunan Proyek SMK 10 Tanjab Barat Terkesan Molor dan Diduga Asal Jadi

Penbangunan

Anggaran Hampir 1 Milyar,Pembangunan Peningkatan Jalan Manunggal II Parit 4 Darat Warga Nilai Tidak Memuaskan

Penbangunan

Diduga Asal Kerja Pembangunan Jalan Nuri Tungkal IV Kota Berdebu dan Pasir Bertaburan

Penbangunan

Diduga Telan Anggaran Ratusan Juta, Proyek Box Culvert Belum Difungsikan Sudah Rusak