oleh

Miris.. Nenek Lansia di Tanjabbar Hidup Sebatangkara

-Tanjab Barat-8 KALI DIBACA

BULENONnews.com.

TANJAB BARAT – Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai penghasil migas terbesar di provinsi Jambi ini, terdapat seorang nenek bernama Ngatiyah yang telah renta dan hidup sebatangkara.

Melihat kehidupan Nenek Ngatiyah yang hidup sebatang kara, dengan tubuhnya sudah renta terpaksa berjualan jamu gendong untuk menyambung hidup.

Mirisnya, ia harus berjuang menghidupi dirinya sendiri, dengan setiap harinya menjadi penjual jamu gendong keliling.

Mirinya lagi, sejak suaminya meninggal puluhan tahun lalu, Ngatiyah yang telah renta, harus hidup berpindah-pindah dari rumah kontrakan yang satu ke rumah kontrakan lainnya. Dengan berprofesi sebagai penjual jamu gendong, hasil yang ia dapatkan hanya 10.000 rupiah per hari.

Dengan penghasilan yang tidak cukup menanggung kebutuhan hidupnya sehari-hari, nenek Ngatiyah dengan kondisi tubuh telah renta dan mata yang kabur, sejak pagi hari di rumah kontrakan yang kecil di jalan Kalimantan lorong Papadan ini harus meracik jamu untuk dijual.

Tidak jarang dalam kesehariannya nenek Ngatiyah harus makan dengan kecap, karena hasil jualan jamunya hanya cukup untuk membeli beras dan minyak kompor untuk memasak.

Beruntung setiap pagi sebelum nenek Ngatiyah berjualan, terdapat dermawan yang mau memberikan sarapan dengan mengantar sebungkus nasi ke rumah kontrakannya.

Ade Rafika yang juga merupakan warga yang tinggal berdekatan dengan rumah Ngatiyah mengatakan, selama ini tidak ada bantuan dari Pemerintah untuk nenek Ngatiyah.

Dirinya berharap adanya uluran tangan Pemerintah melalui instansi terkait untuk membantu kehidupan nenek Ngatiyah.

“ Kami berharap Pemda juga ikut melihat masyarakat seperti nenek ngatiyah ini, agar dapat terbantu di masa tuanya,” Ujarnya. Senin(2/3/20)

Diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik(BPS) Tanjung Jabung Barat, angka warga miskin di Kabupaten pesisir ini mencapai 30 ribu orang.

Penulis : Amir

Editor : Ote

Komentar

Berita Sebelumnya