oleh

Pasal Hutang Tidak Masalah, Asal Inah Mau Diajak “Main”

-Tanjab Barat-3.122 KALI DIBACA

BULENONnews.com-TANJAB BARAT

Penemuan kerangka dan tengkorak manusia beberapa waktu lalu didesa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, berhasil terungkap.

Akhirnya, Polres Tanjabbar bersama dengan Kejaksaan Negeri Tanjabbar, Selasa siang melakukan rekonstruksi (12/5). dengan memperagakan 22 adegan ini. Ternyata, tersangka sempat memiliki niat untuk ‘main’ (Berhubungan Suami Istri-Red) dengan Inah, siswi kelas 2 di SMP 1 Betara, yang dikenalnya melalui Sosial Media Facebook.

Di kesempatan tersebut Tersangka F mengatakan, bahwa memang korban meminjam uang sebesar Rp.250 ribu namun belum bisa dikembalikan oleh korban. Rupanya korban pernah menjanjikan akan mengembalikan uang pelaku dua hari setelah peminjaman.

Pelaku menunggu korban untuk membayar hutang yang Rp.250 ribu kepada dirinya, namun tidak ada kabar dari korban.Karena tidak kunjung dibayar, tersangka kemudian mengajak korban untuk bertemu di pinggir jalan dekat dengan Polsek Betara.

Selanjutnya, dengan menggunakan kendaraan roda dua masing-masing dan keduanya pergi ke areal perkebunan kelapa sawit yang berada di jalan Pinang merah RT 01 Dusun Karya Jaya Desa Pematang Lumut Kecamatan Betara Kabupaten Tanjabbar.

Pasal utang Rp.250 tidak dipermasalkan oleh pelaku. Asalkan korban bisa di ajak untuk ‘main’ dengan tersangka. Namun, belum sempat niat tersebut tersampaikan, korban sudah mengeluarkan kata-kata kasar saat tersangka memulai pembicaraan untuk menagih utang.

Awalnya, di dalam areal perkebunan korban dan tersangka duduk berdekatan dengan posisi saling membelakangi, namun masih tetap bersampingan. Pada saat duduk tersebut, tersangka menanyakan kepada korban soal utang tersebut.

“Masalah soal utang kemarin macam mana inah. Kemarin janjinya dua hari, saya chat dak di balas-balas,”Ujar F sambil menirukan pembicaraan berdua.

” Utang segitu je ditagih-tagih, bungul kamu ni,”jawab Inah yang di praktekan F

Karena perkataan yang keluar dari mulut Inah tersebut, kata Tersangka dirinya naik darah. Sehingga Inah yang masih duduk dekat dengan dirinya langsung Ia cekik dengan menggunakan kedua tangannya, dengan posisi kedua jempol tangan menekan tenggorokannya.

Diungkapkan oleh F dirinya tidak memiliki niat untuk membunuh Inah. Malahan niat F mengajak Inah adalah untuk mempersoalkan hutangnya, yang jika memang tidak bisa dibayar diganti dengan ‘main’.

“Niatnya kek gitu (tidak apa-apa tidak di bayar asalkan bisa ‘main’). Tapi dari ucapan dia gitu (kasar) saya spontan marah. Dia bilang saya bodoh dan bungul,” Pungkasnya.

Reporter/Editor: Amir/Ote

Komentar

Berita Sebelumnya