Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal Berikan Remisi Pada 215 Napi Shalat Idul Fitri di Ponpes Al Baqiyatush Shalihat, Bupati Tanjab Barat Ucapkan Selamat Lebaran Pada Masyarakat Polres Tanjab Barat Laksanakan Bakti Sosial Bagi Sembako Pada Pasien Covid 19 Bupati Tanjab Barat tinjau Persiapan Prokes Sholat Id Disejumlah Masjid Dalam Kota Kuala Tungkal Audensi Bersama Perpani,Wabub Beri Dukungan Atlit Rifabel

Home / Tanjab Barat

Selasa, 28 Juli 2020 - 12:12 WIB

Pasien Diruang Isolasi Covid-19 PetroChina Kekurangan Air Minum

TANJAB BARAT – Belasan karyawan PT PetroChina Ltd tepapar Virus Corona, namun ruang isolasi penangan karyawan pasien jauh dari layak apalagi standar untuk dikatagorikan ruangan Penangan covid-19.

Hal itu terungkap ketika Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjab Barat melakukan Sidak ke lokasi di Chioda BGP 6 Betara PT PetroChina di Desa Pematang Lumut, Senin (27/07/20) siang.

Tim Gugus terdiri dari Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH, Staf Ahli Bupati selaku Koordinator Pencegahan Covid-19 H. Mhd. Arif, Anggota DPRD Suprayogi Syaiful, Camat dan Kapolsek Betara serta Babinsa.

Baca Juga  SMAN 1 Mulai Belajar Mengajar Tatap Muka

Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro mengatakan salah satunya terkait standar tekanan negatif yang wajib dipenuhi ruang isolasi.

“Ruang isolasi yang ada tidak memenuhi standar tekanan negatif. Dengan adanya Covid-19, mengingatkan kita semua bahwa standar ruang isolasi bertekanan negatif itu wajib harus diikuti,” ucapnya.

Selain menyayangkan tidak layaknya ruang dan sarana dan prasarana ruang isolasi. Tim menyayangkan tidak adanya tanda-tanda protokol kesehatan di area tersebut.

Tak ada satupun dipapan mading berisikan informasi tentang covid-19 demikian pula ruang isolasi tak diberi label. Tidak ada sarana cuci tangan dan lainnya.

Baca Juga  Tidak Ada Perhatian Pemerintah, Rosnah Penderita Penyakit Komplikasi Harus Pulang Dari Rumah Sakit

Kebutuhan pasien yang diisolasi juga belum terpenuhi. Itu terbukti dari pengakuan salah pasien isolasi melalui vedio call dengan Kapolres Tanjab Barat yang mengakui kekurangan air minum.

Sementara Anggota DPRD Supyogi Syaiful, dengan tegas mempertanyakan penerapan protokol kesehatan yang diterapkan di perusahaan migas ini. Ia merasa geram lantaran tak melihat adanya tanda-tanda infomasi tentang corona.

Selain itu Politisi Partai Golkar ini mempertanyakan kenapa RS Siloam yang menjadi rujukan pasien positif covid-19.

Baca Juga  Banpres PUM Akan Segera Disalurkan, Polres Tanjabbar Lakukan Pengawasan dan Pendataan Ke Puluhan UMKM

“Kenapa Petro merujuk ke Siloam, padahal kan RS rujukan Covid-19 sudah ada di SK kan Gubernur,” tanya Yogi.

Menanggapi hal itu Humas PeroChina, Mulyono Eko menyebut bahwa di PetroChina sendiri ada Satgas Covid-19 dan prosesdur Protokol Kesehatan.

Namun ia juga memgaku akan mengikuti petunjuk Gugus Tugas Kabupaten Tanjab Barat.

“Terima kasih atas kunjungan Tim Gugus Tugas, ini akan menjadi masukan bagi kami untuk perbaikan kedepan, dan masukan ini akan kami sampaikam ke majemen pimpinan,” sebut Eko.

Reporter/Editor: Amir/Ote

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Launching Ekowisata Sukoharjo, Bupati Jelajah Kampung Kopi Liberika

Tanjab Barat

Masyarakat Demo Perusahaan Sawit, Tuntut Perbaikan Jalan

Tanjab Barat

Mestinya Saat Ini Tanjabbar Musim Kemarau, Namun Malah di Guyur Hujan Deras, Ini Kata BMKG

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Perjuangkan Listrik di 19 Desa

Tanjab Barat

Wabup Cek Kesiapan Tenaga Medis Untuk Vaksin Lansia di Puskesmas

Tanjab Barat

Pedagang Hewan Qurban Antar Pulau Semakin Ramai Menjelang Hari ‘Idul Adha

Tanjab Barat

H-1 Pencoblosan, Warga Kuala Tungkal Banyak Belum Dapat Surat Undangan Pemilih.

Tanjab Barat

Pasien 303 Jalani Isolasi di Eks Puskesmas Kuala Tungkal ll