Hasbi Anshory Turut Berduka Atas Wafatnya Anggota DPR RI Percha Leanpuri Politisi NasDem Terpapar Covid 19, Pelayanan IGD RSUD KH Daud Arif dan Puskesmas Pijoan Baru Tutup Sementara Pengembalian Hasil Temuan BPK di Tanjab Barat Masih Minim Sterilisasi dan Tracking, Besok IGD RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Tidak Terima Pasien Perhari RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Membutuhkan 50 Tabung Oksigen

Home / Tanjab Barat

Selasa, 28 Juli 2020 - 12:12 WIB

Pasien Diruang Isolasi Covid-19 PetroChina Kekurangan Air Minum

TANJAB BARAT – Belasan karyawan PT PetroChina Ltd tepapar Virus Corona, namun ruang isolasi penangan karyawan pasien jauh dari layak apalagi standar untuk dikatagorikan ruangan Penangan covid-19.

Hal itu terungkap ketika Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjab Barat melakukan Sidak ke lokasi di Chioda BGP 6 Betara PT PetroChina di Desa Pematang Lumut, Senin (27/07/20) siang.

Tim Gugus terdiri dari Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH, Staf Ahli Bupati selaku Koordinator Pencegahan Covid-19 H. Mhd. Arif, Anggota DPRD Suprayogi Syaiful, Camat dan Kapolsek Betara serta Babinsa.

Baca Juga  Polri TNI Bersama Nelayan Peringati Detik-Detik HUT Kemerdekaan RI Ke-75 Ditengah Sungai Pengabuan

Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro mengatakan salah satunya terkait standar tekanan negatif yang wajib dipenuhi ruang isolasi.

“Ruang isolasi yang ada tidak memenuhi standar tekanan negatif. Dengan adanya Covid-19, mengingatkan kita semua bahwa standar ruang isolasi bertekanan negatif itu wajib harus diikuti,” ucapnya.

Selain menyayangkan tidak layaknya ruang dan sarana dan prasarana ruang isolasi. Tim menyayangkan tidak adanya tanda-tanda protokol kesehatan di area tersebut.

Tak ada satupun dipapan mading berisikan informasi tentang covid-19 demikian pula ruang isolasi tak diberi label. Tidak ada sarana cuci tangan dan lainnya.

Baca Juga  Gas Melon Baru Masuk Diangkut Pengecer, Warga Gigit Jari

Kebutuhan pasien yang diisolasi juga belum terpenuhi. Itu terbukti dari pengakuan salah pasien isolasi melalui vedio call dengan Kapolres Tanjab Barat yang mengakui kekurangan air minum.

Sementara Anggota DPRD Supyogi Syaiful, dengan tegas mempertanyakan penerapan protokol kesehatan yang diterapkan di perusahaan migas ini. Ia merasa geram lantaran tak melihat adanya tanda-tanda infomasi tentang corona.

Selain itu Politisi Partai Golkar ini mempertanyakan kenapa RS Siloam yang menjadi rujukan pasien positif covid-19.

Baca Juga  Disnaker Tanjab Barat Masih Menunggu Petunjuk Terkai BLT Pekerja Swasta

“Kenapa Petro merujuk ke Siloam, padahal kan RS rujukan Covid-19 sudah ada di SK kan Gubernur,” tanya Yogi.

Menanggapi hal itu Humas PeroChina, Mulyono Eko menyebut bahwa di PetroChina sendiri ada Satgas Covid-19 dan prosesdur Protokol Kesehatan.

Namun ia juga memgaku akan mengikuti petunjuk Gugus Tugas Kabupaten Tanjab Barat.

“Terima kasih atas kunjungan Tim Gugus Tugas, ini akan menjadi masukan bagi kami untuk perbaikan kedepan, dan masukan ini akan kami sampaikam ke majemen pimpinan,” sebut Eko.

Reporter/Editor: Amir/Ote

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

H-1 Pencoblosan, Warga Kuala Tungkal Banyak Belum Dapat Surat Undangan Pemilih.

Tanjab Barat

Antiaipasi La Nina Polres Tanjab Barat Lakukan Apel Siaga di Pelabuhan LLASDP

Tanjab Barat

Warga Berharap Dapat Bantuan Tiang Listrik Baru Dari Pemerintah Daerah

Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Sukseskan Program Pemerintah Pusat Satu Juta Vaksinasi SE Indonesia

Tanjab Barat

Bupati Dampingi Pjs Gubernur Jambi Tinjau Gudang Logistik KPUD Tanjab Barat.

Tanjab Barat

Berjalan Sukses BKPSDM Tanjab Barat Tutup Latsar Daring CPNS 2020

Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Terima 50 Sertifikat Tanah Dari BPN

Tanjab Barat

Perjuangan Komisi lll DPRD Tanjabbar Perbaiki Jalan Lintas Senyerang Membuahkan Hasil