Kapolres Bungo Pimpin Upacara Pemberian Reward Penghargaan 4 Pilar Di Halaman Mapolres Izhar Majid Siap Perebutkan Kursi Wakil Bupati Merangin Vaksinasi Masal DPRD Tanjab Barat, H. Abdullah: Masyarakat Sangat Antusias Hasbi Anshory Turut Berduka Atas Wafatnya Anggota DPR RI Percha Leanpuri Politisi NasDem Terpapar Covid 19, Pelayanan IGD RSUD KH Daud Arif dan Puskesmas Pijoan Baru Tutup Sementara

Home / Meraingin

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 03:54 WIB

Pencalonan Anggota BPD Desa Kungkai, Peserta Harus Sumbangan Sejumlah Uang

Merangin-Bulenonnews.com. Pemilhan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kungkai Kecamatan Bangko periode 2021-2027 akan diselengarakan pada  tanggal 21 hingga tanggal 25 Agustus 2021.

Pemilihan anggota BPD ini terdiri dari 23 calon laki-laki dan keterwakilan perempuan, namun sampai akhir verifikasi Satu orang calon mengundurkan diri dari kontestasi tersebut sehingga jumlah calon yang bertarung menjadi 22 peserta

Terkait pencalolonan anggota BPD desa Kungkai ini terdapat kejanggalan pada penyelenggaraan tersebut,  ikhwal adanya dugaan pemungutan sumbangan terhadap peserta calon peserta.

Perihal pungutan sumbangan sejumlah uang tersebut disampaikan sumber terpercaya berinisial DH, peserta calon anggota BPD yang akan mendaftarkan diri sebagai Calon Anggota BPD Desa Kungkai, harus membuat pernyataan kesepakatan yang ditandatangani dengan materai 10.000 untuk menambah biaya penyelenggaraan.

Baca Juga  Begini Cerita Anak Kandung Koban Atas Penemuan Jenasah Hanyut di Pulau Rayo

” Informasi yang saya dapat dari salah satu peserta yang hendak mendaftar sebagai calon BPD itu, awalnya diminta uang sebesar 800 Ribu Rupiah, terus kini sudah diturunkan jadi 730 Ribu Rupiah,  namun harus bayar, kalau dijumlahkan 23 orang dikalikan 730 Ribu, itu kan lumayan banyak, bukankah itu pungli?! ,” ungkap DH saat diwawancarai media ini, Kamis (19/8/21).

DH mengatakan meski pungutan dana terhadap calon BPD tersebut atas kesepakatan, namun dalam aturan tidak diperbolehkan.

Baca Juga  Pjs Gubernur Jambi Pimpin Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Patriot Bhakti Merangin

” Secara aturan sudah jelas menyalahi, sebab dana untuk penyelanggaraan pemilihan sudah dianggarkan dari desa. Jadi tolong, supaya tidak terjadi lagi terhadap desa-desa lain,” bebernya lagi.

DH  berharap, Kepada Intasi terkait agar dapat menindak, atas pungutan yang terjadi didesa Kungkai tersebut.

” Kepada Saber Pungli, BPMD Kabupaten Merangin dan pihak Kecamatan kami harap dapat menindak tegas pungli seperti ini,” harapnya.

Riko Hartanto Kepala Desa Kungkai (PAW) saat dijumpai awak media dikantor desa Kungkai mengklarifikasi hal ini, dirinya mengatakan, kalau ini tidak bisa disebut Pungli, dan Pungli itu yang mana?!

Baca Juga  M. Yani: Kelompok Lepani Kemas Pembudidaya Ikan Desa Mentawak Butuh Penyluhan

” Sumbangan senilai 730 Ribu Rupiah tersebut atas hasil kesepakatan musyawarah, karena Dana pemilihan umum BPD desa Kungkai tidak cukup yang dialokasikan 5 Juta Rupiah, kalau itu  pungli suruh Dia melaporkan ke yang berwajib, “Jelas Kades yang ditujukan kepada sumber.

Kades ini juga mengakui, bahwa berita acara hasil kespakatan musyawaran tentang sumbangan bagi peserta calon itu belum disampaikan ke Kecamatan dan dinas Kabupaten Merangin (DPMD) dengan alasan kesibukan.

“Karena kesibukan kami, nanti usai pemilihan akan segera kami sampaikan,” tutup Kades.

Penulis/Editor: Ote. 

Share :

Baca Juga

Meraingin

Paripurna DPRD, Pemkab Merangin Jawab Pandangan Umum 9 Fraksi Dewan

Meraingin

Dandim 0420/Sarko Lepas Babinsa Menuju Kesatuan Yang Barunya

Meraingin

Kopi Jangkat Teken Penggalangan Komitmen Bersama DPR-RI Hasbi Anshory dan Bank Indonesia

Meraingin

Sukoso Bilang, Aset Wisata Yang Rusak Bukan Milik Disparpora Merangin

Meraingin

Ketua Komisi ll DPRD Hadiri Penyerahan Hibah Aset Bangunan Pemkab Ke Brimob Merangin

Meraingin

Pemuda Pancasila Kunker Ke Polres Merangin dan Ajukan Lima Tuntutan

Meraingin

Komisi DPRD Kabupaten Merangin Segera di Roling

Meraingin

Plt Kadis Perkim Bantah Tidak Pernah Dipanggil Pihak Kerjari