Nah,, Oknum Kepsek Masuk Daftar DPO Polres Tanjab Barat  SMPN 2 Kuala Tungkal Gelar Acara Pelepasan 177 Siswa Siswi Kelas IX Bupati Anwar Sadat Hadiri Diklat Revolusi Mental Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia  Wabup Tanjab Barat hadiri Halal Bihalal APDESI Provinsi Jambi Wabup Harian Hadiri Acara Pra Penilaian Kinerja Upaya Percepatan Penurunan Stunting

Home / Tanjab Barat

Jumat, 13 Agustus 2021 - 19:53 WIB

Pengerjaan Jalan Setapak Beton Di Dinas Perkim Diduga Asal Jadi

 

TANJABBARAT-BULENONNEWS.VOM, Baru seumur jagung, Pembangunan Proyek jalan setapak beton di Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat sudah mengalami kerusakan.

Proyek yang bersumber dari dana APBD Tanjabbar tahun 2021 dinas Perkim Tanjung Jabung Barat, disinyalir tidak berkualitas dan diduga dikerjakan asal -asalan.

Pantauan di lapangan, Pembangunan proyek berlabel ratusan juta kondisinya sudah rusak, cor beton mengalami retak dan pecah hingga puluhan meter. Kondisi tersebut menguatkan rendahnya mutu dan kualitas pekerjaan pada proyek yang dikerjakan oleh pihak rekanan yang diduga tidak profesional dan pekerjaan tersebut terkesan mengedepankan keuntungan ketimbang kwalitas pekerjaan serta untuk mengambil laba yang tinggi.

Peningkatan mutu jalan yang berlokasi di RT, 01, 02 dan RT 03 ini ketahui merupakan jalan menuju ke dermaga, Dusun Tanjung Mawar, Desa Kayu Aro Kecamatan Senyerang.

Baca Juga  Sekda Tanjab Barat Hadiri TC Qori Qori'ah

“Menurut keterangan warga setempat, dari awal pekerjaan sudah terlihat jika pihak kontraktor tidak serius dalam pelaksanaan pekerjaan jalan setapak beton di wilayah nya.

” Secara kasat mata terlihat, saat masa pekerjaan cor beton tersebut asal – asalan, bahkan tidak terlihat adanya pengawasan pada saat pekerjaan tersebut,” Tutur warga setempat yang disebutkan namanya.

Akibat Buruknya kwalitas perkejaan proyek tersebut, Masyarakat setempat pun berharap pemerintah melalui dinas terkait segera lakukan kroscek kelapangan dan mengerjakan ulang jika memang ditemukan tidak sesuai dengan SPEK Pekerjaanya.

” Kontraktor harus bertanggung jawab, karena kondisi jalan yang dibangun ditempat kami ini sudah hancur, padahal baru beberapa bulan selesai di kerjakan, ” Pungkasnya.

Dari pantauan beberapa awak media dilapanagan,”proyek jalan setapak beton yang lokasinya di dusun Tanjung Mawar, Desa Kayu Aro ini dikerjakan oleh CV. Putra Persada Prima, dengan konsultan pengawas Setindo Karya Konsultan.

Baca Juga  DPRD Tanjab Barat Gelar Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati

Syafarudin Selaku aktivis Pemerhati pembangunan Tanjabbarat sangat menyayangkan jika benar adanya pekerjaan yang menggunakan anggaran negara melalui apbd Tanjabbarat dikerjakan asal-asalan atau asal jadi.

Bang Udin Sapaan sehari-harinya inipun meminta pihak yang berkompeten untuk segera melakukan pengkajian ulang hasil perkerjaan tersebut,pasalnya,warga sangat berharap kepada pemerintah agar jalan yang dibangun di Desa mereka betul-betul layak sehingga bermanfaat bagi mereka.

Ditambahnya lagi,Khusus kepada Pak Bupati untuk memperhatikan kinerja para pembantunya yang asal tanda tangani kegiatan yang diduga belum tentu sesuai dengan spesifikasi pekerjaan,dan kepada Pengawas dan konsultan untuk segera turun kelapangan guna meninjau dugaan pekerjaan proyek pembangunan jalan setapak tersebut.”Tegas Ketua Petisi 28 ini.

PEWARTA/ESITOR:AMIR/OTE.

 

 

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Satpolair Tanjabbar Himbau Tranportasi Air dan Nelayan Waspada

Tanjab Barat

Penuh Hikmat,Tim Satgas Penuhi Undangan Warga Dalam Rangka Tasyakuran

Tanjab Barat

Kasi Pidum Kejari Tanjab Barat Kini Resmi Menjabat Sebagai Satgasus P3TPU Pada Jampidum Kejagung RI

Tanjab Barat

Jelang Hari Raya Idul Adha,Polres Tanjab Barat Gelar Rakor Dengan Pemkab dan Pengurus Masjid

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Serahkan SK Remisi Ke Perwakilan Warga Binaan Lapas Kelas llB Kuala Tungkal

Berita

Dua PJU Kasat Lantas dan Narkoba Tanjab Barat Dijabat Polwan

Tanjab Barat

Pemkab Tanjabbarat Permudah Layanan Bagi Investor Berinvestasi

Tanjab Barat

Hingga Saat Ini Kasus Pamsimas Teluk Kulbi Belum Juga Selesai