oleh

Penyakit Masyarakat Di Kota Beriman Bangko Meresahkan Warga,Penegak Hukum Diminta Berantas Tuntas

-Meraingin-275 KALI DIBACA

Masyarakat minta Penegak Hukum tegas memberantas Pekat (Penyakit Masyarakat)

 

 

 

 

Kedai tuak dan hiburan malam mulai marak di Merangim

 

 

MERANGIN-BULENONnews.com,Bangko Kota Beriman,  hanya slogan saja pada zaman sekarang, jauh berbeda  dengan zaman dahulu

 

Dulu Kota Beriman benar-benar Besih Rapi  Indah dan nyaMan, dimana keberadaan Hiburan malam, panti pijat  dan kedai tuak nyaris tak terdengar, yang mengakibat keresahan ditengah-tengah masyarakat.

 

Berbeda dengan zaman sekarang, hidup serba modern, hiburan malam, panti pijat dan kedai tuak mulai marak dan sangat meresahkan masyarakat.

 

Keresahan masyarakat terhadap penikmat minuman jenis tuak itu bukan saja mabuk-mabukan, tapi juga kebut-kebutan disepanjang jalan raya dan perkelahian, bahkan asik-asikan dengan wanita penghibur yang berpotensi memakan korban,dan tidak tertutup kemungkinan lokasi tersebut dijadikan tempat transaksi “narkoba.

 

Entah karena pihak penegak hukum dan pemerintah tak peduli dengan hal tersebut, atau mereka hanya tutup mata saja.

 

Di Kelurahan Dusun Bangko salah satunya ada beberapa kedai tuak yang setiap hari dan tiap malam melayani para-para pengkonsumsi minuman tuak dan asik-asikan dengan wanita penghibur.

 

Hal ini dibenarkan oleh Lurah Kelurahan Dusun Bangko Sarifudin, dimana ada puluhan kedai tuak di kelurahan yang di kepalainya itu. Mulai dari pinggir jalan Lintas sampai kedalam jalan jalur dua simpang Kodim (Dandim 0420 Sarko).

 

“Ada puluhan kedai tuak yang terus melayani pengkonsumsi minuman jenis tuak, “dulu pihak kami bersama Fron Dusun Bangko (FDB) sudah pernah mendatangi kedai tuak tersebut, bersama pihak  dari Polsek kota Bangko dan Bapak  Babisa, sudah sering memperingati serta memberi pembinaan terhadap pemilik kedai tuak itu, agar menutup kedainya, namun bebrapa minggu mereka tutup, tak lama kemudian mereka masih mengulangi lagi berjualan minuman tuak tersebut”.  Ujar nya.

 

Lanjut Sarifudin, “kewenangan kami sebagai pemerintah Kelurahan hanya sebatas memperingati semampu kami, namun jika tidak bisa dicegah dan diperingati, selanjutnya kami serahkan pada pihak penegak hukum dan pemerintah daerah”,

 

Ditempat terpisah, Darus Tamin Ketua Fron Dusun Bangko (FDB) membenarkan keberadaan kedai tuak dan hiburan malam di Kelurahan Dusun Bangko itu.

 

“Pada tahun 2018 kami bersama Babinsa dan pihak Polsek serta Sat Pol PP Kabupaten Merangin, turun lansung melihat kondisi dilokasi itu, disana didapati barang bukti jiriken yang berisi minumam jenis tuak”

 

Selanjutnya “Pemilik kedai tuak diberi pembinaan agar tidak membuka kedainya dan melayani pelanggan lewat dari pukul 21.00 Wib, tidak dibenarkan mengkonsumsi narkoba dan tidak dibenarkan untuk melakukan praktik prostitusi dan lain-lainnya”.

 

“Namun Pemilik kedai tuak  bisa memenuhi ketentuan tersebut, asal jangan menutup habis kedai tuak miliknya, dengan alasan mereka cari makan”,  lanjut Darus Tamin.

 

Ternyata pada saat ini, banyak yang menceritakan hal ini kepada Media ini, bahwa kedai tuak dan hiburan malam di Jalur dua Kodim tersebut semakin marak melayani peminum sampai jauh malam bahkan sampai waktu subuh akan masuk, yang sangat mersahakn masyarakat.”Ujar Daus.

 

Salah satu warga setempat yang enggan disebut namanya juga  meminta kepada Pihak Penegak Hukum dan Pemerintah Kabhipaten Merangin untuk serius dan tegas memberantas Penyakit masyarakat (Pekat) yang meresahkan itu.”jika penegak hukum tidak sanggup untuk menutup warem (warung-remang red) tersebut “kami warga siap bergabung dengan FBD turun tangan untuk menutup lapak warem tersebut,”Ucap Warga yang meminta namanya durahasiakan itu.

 

“Kami sebagai warga sini mohon kepada pemerintah dan penegak hukum utuk tegas menindak pemilik-pemilik kedai tuak dan hiburan malam tersebut”. Pintanya.

 

PENULIS :OTE.

Komentar

Berita Sebelumnya