Wabup Tanjab Barat Bagikan Masker Gratis Pada Pengguna Jalan DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna Pertama Bupati dan Wabup Tanjab Barat Hadiri Ekspose RPJMD Tahun 2021-2026 Kemenag Tanjab Barat Belum Menentukan Besaran Zakat Fitrah Seorang Lelaki di Kecamatan Senyerang Meninggal Gantung Diri

Home / Pelalawan Riau

Jumat, 20 November 2020 - 16:01 WIB

Pihak Terkait Tutup Mata Pemilik Gudang BBM di Desa Simpang Beringin Harus Ditindak

Jum’at- 20 Nopember 2020 I 10:18wib

PELELAWAN-BULENONnews.com.

Marak Nya Timbunan BBM diKabupaten Pelalawan provinsi riau,  pihak terkait harus segera mengambil tindakan. Kerena perbuatan Ini ilegal ini tidak hanya merugikan masyarakat tapi juga pemerintah serta negara’

Pasalnya, BBM yang dibeli merupakan BBM subsidi yang diperuntukkan bagi pengguna Atau masyarakat  miskin atau yang kurang mampu, sedangkan BBM ini ditimbun disebuah jalan lalu lintas Simpang maredan desa Simpang Beringin.

BBM bersubsidi tersebut digunakan untuk aktivitas lainnya yang dijual   yang diduga hanya untuk memperkaya diri sendiri yang   termasuk  sangat merugikan pengguna lain nya  dan masyarakat serta pemerintah.

Baca Juga  Polsek Pangkalan Kuras Beri Suprise Ke Koramil 04 Pada HUT TNI Ke-75

Menurut Seorang warga desa Simpang Beringin kecamatan Bandar Seikijang
yang enggan dipublikasikan nama nya mengatakan,.  Gudang Ini Suda lama beroperasi , yang jaraknya hanya lebih kurang 15 meter dari jalan raya Simpang Beringin – Meredan yang begitu Transparan yang seperti  di beap pihak tertentu.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014‎ pengguna BBM tertentu hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum. Namun ini sangatlah janggal sekali dikerenakan gudang Ini tampak jelas dari jalan lintas Simpang beringin – Meredan.

Hasil temuan Awak Media dilapangan pada Kamis malam 19/11 di Desa Beringin ‘ kecamatan bandar Seikijang kabupaten Pelalawan Sebuah gudang BBM yang ditimbun milik Seseorang yang suda lama beroperasi tidak mendapat kan tindakan tegas dari pemerintah Setempat.

Baca Juga  Camat Teluk Meranti Hadiri Pisah Sambut KUA Teluk Meranti

Pemilik Gudang Yang mengaku pusing  Kepada media Ini Lantaran suda 6 Wartawan  dari pagi hingga malam  yang datang menghampiri nya.
Dan sempat melontarkan kata-kata kotor kepada anggota Kerja nya Lantaran Pintu gudang dibuka, ( Pantek kau, Pantek Kau,. Tutup pintu gudang nya , ini ada Wartawan, ujarnya, Ngapaen kau buka pintunya ujar si pemilik gudang tersebut dengan nada tinggi dan memaki.

Seharusnya mereka yang menimbun BBM yang  hanya untuk memperkaya diri sendiri suda Seharus nya diberikan sangsi oleh pihak terkait, ungkap Dien Puga sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah ( DPD) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Ketika dikonfirmasi media ini pada Kamis malam 19/11 Melalui via telepon.

Baca Juga  PT. Cakra Alam Sejati Diduga Rusak Sungai Belidang di DesaTerbangiang

Sementara Diwaktu yang sama terkait penimbunan BBM oleh warganya, Kepala Desa Simpang Beringin, kecamatan bandar Seikijang kabupaten Pelalawan ketika dikonfirmasi Melalui via telepon genggam  berulang kali hp nya Aktif, namun tidak menjawab, lantaran menurut istri nya lagi ada acara tahlilan kerana ada warga Yang Meninggal dunia.

( TIM )

Share :

Baca Juga

Pelalawan Riau

Peduli Kepada Wartawan,Kapolres Pelalawan Bagikan Sembako Di Masa Pandemi Covid-19

Pelalawan Riau

Kapolsek Pangkalan Kuras Lakukan Operasi Yustisi dan Kedisiplinan Terhadap Masyarakat

Pelalawan Riau

Pramuka SMAN 1 Pangkalan Kuras Galang Dana Membantu Korban Kebakaran

Pelalawan Riau

Polsek Pangkalan Kuras Beri Suprise Ke Koramil 04 Pada HUT TNI Ke-75

Pelalawan Riau

Diduga Positif Corona, Satu Warga Desa Pesaguan Telah Meninggal Dunia

Pelalawan Riau

Polres Dumai Ringkua 2 Pelaku Diduga Kurir Narkotika Jenis Sabu Dan Barang Bukti

Pelalawan Riau

Polsek Pangkalan Kuras Laksanakan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatan (KRYD)

Pelalawan Riau

Polsek Pkl Kuras Ringkus Curat di Masjid Al-Jihat Kelurahan Sorek Satu.