Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal Berikan Remisi Pada 215 Napi Shalat Idul Fitri di Ponpes Al Baqiyatush Shalihat, Bupati Tanjab Barat Ucapkan Selamat Lebaran Pada Masyarakat Polres Tanjab Barat Laksanakan Bakti Sosial Bagi Sembako Pada Pasien Covid 19 Bupati Tanjab Barat tinjau Persiapan Prokes Sholat Id Disejumlah Masjid Dalam Kota Kuala Tungkal Audensi Bersama Perpani,Wabub Beri Dukungan Atlit Rifabel

Home / Daerah

Rabu, 22 Juli 2020 - 15:30 WIB

PT. SLS Akui “Kesepakatan Tidak Terealisasi”, Namun Ketua KPS Malah Bungkam

PELELAWAN – Pihak PT Sari Lembah Subur melalui Humasnya via pesan WhstApp mengakui adanya kesepakatan, pada Tahun 2019, antara KKPA di Blok BF dengan koperasi induk yang diketahui perusahaan, kades dusun tua, Camat Pangkalan lesung,dan Kapolsek.

Diketahui dalam kesepakatan KKPA Blok BF tersebut, akan memisahkan diri dari koperasi induk Jasa Sepakat

Senin tanggal (20/07/2020), Awak media,mencoba menjumpai kades dusun tua Marwan di kantor desa Susun Tua, guna untuk meminta tanggapan tentang penyampaian pihak perusahaan PT SLS .

“Kalau memang pihaknya sudah mengakui (SLS), mengapa mereka tak mau merealisasikan kesepakatan itu. Kok hutang masyarakat petani blok BF yang awalnya 5,7 M, berubah menjadi 9 M lebih, ini angka dari mana..? ,” ujar kades.

Baca Juga  Tercemarnya Sungai Kerumutan Bandar Petalangan, Diduga Meluapnya Limbah Pabrik PT. Serikat Putra

Kemudian, “Angka hutang masyarakat yang mau memisahkan diri yang tergabung dalam blok BF, berjumlah RP 5,7 M itu kan dari PT SLS dan jasa sepakat sendiri,” lanjut Marwan.

Dikatakan Kades Dusun Tua Marwan,” Sekali lagi kami menghimbau kepada Perusahaan PT SLS juga KPS (Koperasi Petani Sawit) jasa sepakat, jangan lah mencoba mengakali masyarakat, masyarakat petani sawit yg tergabung dalam pola KKPA tahap tiga PT. SLS dan KPS jasa sepakat ini, sudah sangat lama menderita, mari kita selesaikan sesuai kesepakatan yang sudah kita buat bersama,” tambah kades Marwan.

Baca Juga  Camat Kubu Dipolisikan Penghulu Sungai Kubu,Gegara Penganiayaan Karena Terlambat Datang Upacara HUT RI Ke-75, Camat Kubu Dipolisikan

Sementara itu Awak media juga meminta tanggapan petani sawit pola KKPA tahap tiga PT SLS yang di kelola KPS jasa sepakat, Petani bernama Anto mengatakan pada awak media, ” Slama dua bulan ini kami sudah merawat kebun kami masing masing,dan kami sudah banyak mengeluarkan duit untuk perawatan kebun. Dan Kami sungguh bersemangat untuk merawat kebun kami pak wartawan, kerena kebun ini lah satu satu nya harapan kami untuk memenuhi kebutuhan hidup kami, kami ini masyarakat kecil, bodoh, dan tolong lah pak wartawan, ” curhatnya sambil menyeka matanya yang berkaca-kaca.

Baca Juga  Kacau,, Diduga SPBU Lubuk Terap Leluasa Mengisi Jiregen Untuk BBM Jenis Bensin, Kinerja Polsek Dipertanyakan

Hingga berita ini dirilis Ketua KPS Jasa sepakat belum memberi jawaban terkait kesepakatan, dan jumlah hutang masyarakat petani sawit yang tergabung dalam KPS jasa sepakat blok BF ddusun Tua saat dikonfirmasi awak media.

Reporter/Editor: Azwati/Ote

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Kapolres Tanjabbarat Berikan Piagam Kualatungkal Atas Keharmonisan Keragaman Suku Dan Agama Di Di Tanjabbarat

Tanjab Barat

Kejari Tanjab Barat Lelang Puluhan Kendaraan Barang Bukti

Tanjab Barat

Hadiri Rapat Paripurna,Safrial Ogah Tanda tangani Raperda APBD 2021

Tanjab Barat

Ketua KPU Jambi Tegaskan KPPS Tak Netral Akan Dipecat

Tanjab Barat

Bupati Safrial Ikuti Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih HUT RI Ke-75

Tanjab Barat

H-1 Pencoblosan, Warga Kuala Tungkal Banyak Belum Dapat Surat Undangan Pemilih.

Tanjab Barat

Coklit Terkendala Corona, Petugas Lakukan Pencocokan Data Melalui Ketua RT

Tanjab Timur

Memasuki Masa Tenang, Kapolres Tidak Boleh Ada Alat Peraga Kampanye.