Sterilisasi dan Tracking, Besok IGD RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Tidak Terima Pasien Perhari RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Membutuhkan 50 Tabung Oksigen Bupati Tanjab Barat Buka Acara Pertemuan Dengan PT Sena. Kodim 0419/Tanjab Lakukan Vaksinasi Massal Dosis Kedua Dandim 0419/Tanjab Tinjau Sejumlah Titik Sasaran TMMD Ke-113 TA 2022 di Muara Papalik

Home / Daerah

Rabu, 22 Juli 2020 - 15:30 WIB

PT. SLS Akui “Kesepakatan Tidak Terealisasi”, Namun Ketua KPS Malah Bungkam

PELELAWAN – Pihak PT Sari Lembah Subur melalui Humasnya via pesan WhstApp mengakui adanya kesepakatan, pada Tahun 2019, antara KKPA di Blok BF dengan koperasi induk yang diketahui perusahaan, kades dusun tua, Camat Pangkalan lesung,dan Kapolsek.

Diketahui dalam kesepakatan KKPA Blok BF tersebut, akan memisahkan diri dari koperasi induk Jasa Sepakat

Senin tanggal (20/07/2020), Awak media,mencoba menjumpai kades dusun tua Marwan di kantor desa Susun Tua, guna untuk meminta tanggapan tentang penyampaian pihak perusahaan PT SLS .

“Kalau memang pihaknya sudah mengakui (SLS), mengapa mereka tak mau merealisasikan kesepakatan itu. Kok hutang masyarakat petani blok BF yang awalnya 5,7 M, berubah menjadi 9 M lebih, ini angka dari mana..? ,” ujar kades.

Baca Juga  MANTUL..! Mari Kunjungi Beramai-ramai Pagelaran Seni Budaya di Desa Lubuk Terap

Kemudian, “Angka hutang masyarakat yang mau memisahkan diri yang tergabung dalam blok BF, berjumlah RP 5,7 M itu kan dari PT SLS dan jasa sepakat sendiri,” lanjut Marwan.

Dikatakan Kades Dusun Tua Marwan,” Sekali lagi kami menghimbau kepada Perusahaan PT SLS juga KPS (Koperasi Petani Sawit) jasa sepakat, jangan lah mencoba mengakali masyarakat, masyarakat petani sawit yg tergabung dalam pola KKPA tahap tiga PT. SLS dan KPS jasa sepakat ini, sudah sangat lama menderita, mari kita selesaikan sesuai kesepakatan yang sudah kita buat bersama,” tambah kades Marwan.

Baca Juga  Kaplsek Pangkalan Kuras Sebar,Makluma Polda Riau Serta Pengecekan Lokasi Rawan Kebakaran.

Sementara itu Awak media juga meminta tanggapan petani sawit pola KKPA tahap tiga PT SLS yang di kelola KPS jasa sepakat, Petani bernama Anto mengatakan pada awak media, ” Slama dua bulan ini kami sudah merawat kebun kami masing masing,dan kami sudah banyak mengeluarkan duit untuk perawatan kebun. Dan Kami sungguh bersemangat untuk merawat kebun kami pak wartawan, kerena kebun ini lah satu satu nya harapan kami untuk memenuhi kebutuhan hidup kami, kami ini masyarakat kecil, bodoh, dan tolong lah pak wartawan, ” curhatnya sambil menyeka matanya yang berkaca-kaca.

Baca Juga  Terbakar Gedung Area Plasa Telkomsel Pekan Baru, Jaringan Hilang dan Terganggu

Hingga berita ini dirilis Ketua KPS Jasa sepakat belum memberi jawaban terkait kesepakatan, dan jumlah hutang masyarakat petani sawit yang tergabung dalam KPS jasa sepakat blok BF ddusun Tua saat dikonfirmasi awak media.

Reporter/Editor: Azwati/Ote

Share :

Baca Juga

Meraingin

SDN 299/VI Langling ll Kabupaten Merangin Butuh Rehab.

Meraingin

Al Haris Do’akan Dua Kapolres Ini Jadi Jenderal Saat Pisah Sambut Kapolres Merangin

Tanjab Barat

Dinsos Tanjab Barat Terima Data 3.920 KK Akan Terima Bantuan Sosial

Tanjab Barat

Pasien Diruang Isolasi Covid-19 PetroChina Kekurangan Air Minum

Meraingin

Pelepasan Purna Tugas Pj Sekda Merangin, Hendri Maydalef: Jabatan Yang Diberikan Bupati Sangat Strategis

Daerah

Polsek Ukui Himbau Masyarakat Untuk Terus Pasang dan Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Bulan Agustus

Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Gelar Tes SKB Formasi CPNS 2019

Tanjab Barat

Sejarah Rumah Tua Sebagai Salah Satu Dapur Umum Logistik Para Pejuang Kemerdekaan di Tanjab Barat