oleh

Puluhan Orang Anak Dan Dewasa Terserang DBD Di Tanjab Barat

-Tanjab Barat-36 KALI DIBACA

 

KUALATUNGKAL-BULENONnews.com,puluhan balita dan anak-anak Sejak tiga bulan terakhir di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mulai terserang penyakit Demam Berdarah (DBD).

 

Hal ini disebabkan peralihan musim kemarau dan musim hujan, yang menyebabkan cuaca berubah serta menimbulkan penyakit dari gigitan nyamuk.

 

Pantauan media ini dirumah sakit umum KH Daud Arief Kuala Tungkal, Ruang khusus anak seluruhnya sudah terisi pasien balita dan anak-anak mulai pasien dari pelosok dusun hingga lingkungan kota.

 

Warga dari desa sungai terap Kecamatan Betara ini menuturkan, dari daerah asalnya bukan anaknya saja yang dirawat akibat DBD. Namun ada 10 orang anak-anak juga dirawat dengan penyakit yang sama.

 

” Banyak juga dari desa kita yang anak-anak terserang DBD ini, yang saya tahu saat ini ada sepuluh pasien telah menjalanin perawatan.” Ujar Firdaus.

 

Tinggi nya angka penyakit DBD ini, kata Firdaus. Karena tidak ada kegiatan fogging yang dilakukan dinas terkait untuk mencegah penularan penyakit dari nyamuk nyamuk tersebut.

 

” Sejauh ini belum ada dilakukan fogging penyemprotan asap di setiap rumah diwilayah kita. Kita hanya berharap dinas terkait secepatnya melakukan pencegahan untuk mengatasi menularnya penyakit ini kepada anak-anak maupun warga lainnya,” Ungkap Firdaus.

 

Ungkapan yang sama juga disampaikan warga kelurahan patunas Kuala Tungkal, Dadang Aulia, “kata dia, sudah lima hari anaknya yang berumur satu tahun dirawat di bagian sal anak, setelah dilakukan cek darah dan dinyatakan positif DBD.

 

“Ia mengatakan, mayoritas anak-anak yang dirawat dirumah sakit umum KH Daud Arief ini merupakan pasien yang positif Demam Berdarah.

 

Ia selaku orang tua pasien sangat  mengharapkan pihak dinas terkait segera melakukan pogging disetiap rumah warga, karena kata Dadang sampai saat ini belum ada tindakan dari dinas kesehatan dalam upaya melakukan pogging.

 

” Sejak penyakit Demam Berdarah mewabah didaerah kita, memang belum ada tim dari dinas kesehatan melakukan fogging.” Kata Dadang.

 

Terpisah, Kabid bina program rumah sakit umum KH Daud Arief Jaharrudin membenarkan bahwa sejak tiga bulan terakhir ada puluhan pasien menjalanin perawatan akibat penyakit Demam Berdarah.

 

” Yang dirawat akibat penyakit Demam Berdarah ini kebanyakan anak anak, karena mereka lebih rentan terserang penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini.” Terang Jaharrudin.

 

Data yang tercatat dirumah sakit umum KH Daud Arief sejak tiga bulan terakhir, pasien penderita DBD yang telah menjalanin perawatan rawat inap berjumlah 50 anak-anak dan 14 orang dewasa.”Tutupnya Jaharudin.

 

PENULIS:AMIR.

EDITOR:MARDAN HSB.

Komentar

Berita Sebelumnya