Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan Mardan Hasibuan Sah Pimpin IBCA MMA Tanjabbar lewat Aklamasi, Siap Lahirkan Petarung Berprestasi Bantuan Dari Karangtaruna Propinsi Jambi, Sejumlah Jurnalis Bergerak di Tengah Kabut Asap, 500 Masker dan Vitamin Dibagikan ke Warga Kuala Tungkal

Home / Kejaksaan

Rabu, 1 November 2023 - 19:05 WIB

Sekda Akui Akan Dipanggil dan Diperiksa Kembali Oleh Tim Penyidik Kejari

TANJABBAR, BULENONNEWS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) H Agus Sanusi akui dipanggil Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjab Barat sebagai saksi terkait dugaan korupsi anggaran subsidi PDAM Tirta Pengabuan.

Saat ditemui awak media Sekda Tanjab Barat saat mengatakan,dirinya dipanggil Kejari sebagai saksi dugaan korupsi di PDAM Tirta Pengabuan tahun anggaran 2019-2021.

“Iya hari ini kita dipanggil Kejari, dimintai keterangan terkait masalah PDAM,” jawabnya singkat,Rabu (01/11/23).

Saat ditanya awak media berapa pertanyaan yang diberikan pihak Kejari dan apa saja yang ditanyakan penyidik.”Belum tahu, saya masih menyambung,”ujarnya.

Sekda juga mengaku bahwa dirinya akan dipanggil dan diperiksa kembali oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Tanjab Barat,” tutur Agus Sanusi seraya sambil masuk ke dalam mobil.

Baca Juga  Kajari Tanjab Barat Jadi Narasumber Dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Bersama OPD

Sementara itu Kasi Intelijen Kejari Tanjung Jabung Barat Muhammad Lutfi membenarkan pemanggilan Sekda Tanjab Barat.

“Benar hari ini Sekda Tanjab Barat kita panggil dan dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Pidsus sebagai saksi,” imbuh Kasi Intel.

Dia menyebut, pemanggilan pertama dan pemeriksaan tersebut terkait dugaan korupsi penggunaan anggaran subsidi Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat kepada PDAM Pengabuan tahun anggaran 2019-2021.

“Pemeriksaan dimulai dari pukul 10- 12 siang, setelah itu kembali diperiksa pukul 14.00 WIB,”terangnya.

Lutfi menyebut,belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, sebab masih dalam tahap pengumpulan alat bukti.”Nanti jika sudah ada penetapan akan kita kabari,” kata Lutfi.

Dia menyebut, lebih dari 10 orang yang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Pidsus untuk diminta keterangan.

Baca Juga  Tekan Angka Kasus Kecelakaan Kasatlantas Himbau Masyarakat Patuhi Lalu Lintas 

“Lebih dari 10 saksi yang dilakukan pemanggilan termasuk pak Sekda, khusus untuk Pak Sekda pemanggilan pertama,” ungkapnya.

Selain itu, Kejari akan jadwalkan pemanggilan terhadap Direktur PDAM yang sebelumnya.

“Kalau untuk Direktur yang baru, sudah kita lakukan pemeriksaan sebagai saksi, yang jelas untuk penetapan tersangka belum ada,” ungkapnya.

Pihak Kejari belum bisa memastikan kapan rampung pemeriksaan itu, hingga saat ini masih mengumpulkan alat bukti.

“Saat ini kita masih menggali dan tidak bisa memastikan kapan waktu selesainya pemeriksaan. Begitu pula untuk kerugian Negara (KN) nya akan diminta perhitungan ke BPKP Provinsi Jambi,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Kejaksaan

Kastel Kejari Tanjab Barat Sambut Silaturahmi Pengurus IWO

Kejaksaan

Kejari Tanjab Barat Tandatangani Fakta Integritas Pencanangan WBK/WBBM

Kejaksaan

Kejari Tanjab Barat Gelar Kegiatan JMP di Pondok Pesantren Sa’adatul Abadiyah

Kejaksaan

Kejari Tanjab Barat Musnahkan Barang Bukti Narkotika

Kejaksaan

Kejari Tanjab Barat Lakukan Penahanan Mantan Kades Tanjung Benanak

Kejaksaan

Dugaan Penyimpangan Pupuk Subsidi, Kejari Tanjab Barat Terbitkan Surat Perintah Penyelidikan

Kejaksaan

Kejati Jambi Peringati Hakordia Tahun 2022 di Kota Sungai Penuh

Kejaksaan

Kejari Tanjab Barat Musnahkan Barang Bukti Dari Ratusan Perkara Yang Sudah Inkrah 

You cannot copy content of this page