Kepala Desa Janji Gelar Musyawarah Desa Penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2025 Mewakili Bupati, Pj. Sekretaris Daerah Hadiri Rapat Paripurna ke Dua DPRD Kabupaten Tanjab Barat  Bupati Anwar Sadat Promosikan Potensi SDA Tanjab Barat di Otonomi Expo 2024 Mediasi Permasalahan Tanah di Kantor Desa Janji Temukan Kesepakatan Bupati Tanjab Barat Kukuhkan dan Ambil Sumpah Janji Jabatan Kades dan BPD

Home / Tanjab Barat

Minggu, 9 Agustus 2020 - 18:39 WIB

Sosok Almarhumah Arbaiyah Dimata Tetangga dan Keluarga, Seorang yang Baik dan Sopan

TANJAB BARAT – Pasca meninggalnya Arbaiyah Bin Amir yang tewas oleh suaminya sendiri di dalam sebuah rumah bedeng kontrakan di jalan di ponegoro di kota Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat, lantaran tidak dipinjami uang sebesar Rp 20 ribu oleh korban.

Kini, rumah kontrakan tersebut kosong di tinggalkan oleh penghuninya.Kedua orang anak almarhum Arbaiyah yang bernama Ramadhan (5) dan Sahar (14) tidak lagi berada rumah sewa dengan satu kamar tersebut.

Saat ini,kedua anak almarhum telah diungsikan kerumah kerabatnya dan Pihak kepolisian juga telah memasang garis Police Line di tempat kejadian.

Jumari, Ketua RT 24 lorong Kenanga Lama, Kelurahan Tungkal Harapan ini mengatakan, paska kematian korban, kini anak anak almarhumah arbaiyah tinggal dirumah keluarganya di jalan harapan.

Baca Juga  Data Coklit di Tanjab Barat Tinggal 2 Persen

Menurut dia, dua pasangan suami istri ini memang jarang berkumpul, lantaran suami korban pulang hanya dua bulan sekali menyambangi istrinya yang tinggal di sebuah rumah bedeng kontrakan.

“Suami almarhumah Arbaiyah terkadang pulang dua bulan sekali, kalaupun pulang paling hanya satu sampai dua hari, setelah itu pergi lagi,”ujarnya.

Kata Jumari, ia tidak pernah mendengar pertengkaran antara almarhumah dengan suaminya, lantaran kata dia, jarak rumahnya dengan bedeng tersebut cukup jauh.

“Jarak rumah dengan bedeng kontrakan almarhumah Arbaiyah cukup jauh dan korban baru sepuluh bulan tinggal dikontrakkan ini,”terangnya.

“Tetapi almarhumah dikenal dilingkungan tempat tinggalnya sebagai buruh pengupas pinang dan ibu rumah tangga yang baik,”tambahnya.

Ditempat terpisah, Aminah adik kandung almarhumah arbaiyah, bahwa semasa hidup Almarhumah dikenal baik oleh keluarganya bahkan almarhum lebih banyak bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dengan menjadi buruh pengupas pinang.

Baca Juga  Hadapi Kemarau, Kapolres Tanjab Barat Gelar Survey dan Zonasi Lahan Semi Gambut

“Almarhumah Arbaiyah mempunyai perilaku baik,hari hari bekerja sebagai pengupas pinang dan tidak pernah istirahat dalam bekerja hanya untuk memberikan makan kedua anaknya dan bayar sewa rumah,” kata adik almarhumah.

Semantara Katanya lagi,suami dari almarhumah hanya memberikan nafkah keluarga hanya sedikit, dirinyapun tidak pernah mendengar adanya pertengkaran dirumah tangga kakanya dan baru ini ia mengetahui ada pertengkaran dirumah almarhumah kakaknya yang mengakibatkan kematian.

“Selama ini dak pernah kakak saya bertengkar, baru ini lah tau bahwa kakak bertengkar dengan suaminya sampai meninggal.Saya minta ada keadilan dan hukuman yang setimpal bagi pembunuh kakaknya,”pungkas Aminah dengan raut wajah sedih.

Penulis/Editor: Amir/Ote

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Senajta Makan Tuan, Seorang Remaja Tewas Tertembak Senapan sendiri

Tanjab Barat

Anwar Sadat Hadir Dalam Acara Gerakan Robah Mindset Masyarakat Buka Lahan Menjadi Kompos

Tanjab Barat

Bupati dan Wabup Tanjab Barat Tinjau Jembatan Sugeng

Tanjab Barat

Anak Bunuh Ibu Dan Ayah Di Duga Berawal Kecanduan Dari Lem Aica Aibon

Tanjab Barat

Tiga Pejabat Pemerintahan Di Kabupaten Tanjabbarat No Coment,Ada Apa?

Tanjab Barat

Bupati Gelar Malam Pisah Sambut, AKBP Guntur Saputro: Terimakasih Masyarakat Tanjab Barat

Tanjab Barat

Jamal Dermawan Sie Se MM Berikan Pokirnya Sebanyak 10 Unit Pompong Via Dinas Perikanan Tanjabbarat

Tanjab Barat

Pasca Penghentian Pekerjaan Hengkang Dari Lokasi,Pemilik Segera Layangkan Gugatan