oleh

Status Satu Orang ODP Di Tanjab Barat meningkat Menjadi PDP, Positif Negatifnya Tunggu Dari Jakarta

-Tanjab Barat-279 KALI DIBACA

 

 

KUALATUNGKAL-BULENONNEWS.COM,Tercatat sejak hari selasa 7/4/20  jumlah opd yg ada datanya pada kami (gugus tugas) ada 18 org dan 14 dinyatakan negatif  lalu sorenya  salah satu pasien tersebut mengalami sesak napas,dan dihari hari ke 7 salah satu pasien  menimbulkan gejala panas serta sesak napas, akhirnya yang bersangkutan dengan inisial N wanita berusia 47 tahun hasil dilakukan ravid test dinyatakan ada hasil positif virus,namun belum bisa dipastikan apkah itu virus corona atau virus lain.

Tim dari petugas medis Tanjab barat melakukan koordinasi dengan dinas provinsi yang hasil test nya sudah kita kirimkan ke jambi apakah hasilnya dinyatakan virus corona atau tidak,jadi kita tinggal menunggu hasilnya, karena hasil ravid test terswbut sudah berada dijakarta untuk dilakukan pengujian.

Untuk hasil resminya minimal  1 minggu, Tim medis juga  telah menyelusuri yang bersangkutan sejauh mana pasien dalam pengawan ini melakukan perjalan dan dimana saja riwayat perjalanya,ternyata menurut pengakuanya yang bersangkutan dari jakarta.bukan cuma kepada wanita inisial N berusia 47 tahun tersebut yang kita isolasi,”kita juga sudah mendata dan melakukan pemeriksaan kepada seluruh pihak keluarga yang berjumlah 7 orang  yang kita duga sudah melakukan interaksi  atau bersentuhan badan “Tutur Jubir Penganggulangan Virus Corona  Tanjabbarat Ir Haji Taharudin.

 

Ditambahnya lagi,Pada hari ini ada 15 orang yang sudah dilakukan ravid test dari 50 ravid test yang ada pada tim kita dan yang sudah digunakan 15 ravid test sehingga tim gugus tugas Tanjab barat  masih memilki 35 ravid test lagi yang belum digunakan.”Jelasnya.

Saat ditanya soal penulisan nama kenapa tidak dipublikasi,”Ia,Taharudin  menuturkan,penyebab tidak dipublisnya nama yang terindikasi pandemi virus corona dikarenakan terkait dengan kode “etik” kedokteran dan akan berdampak kepada psykologis si penderta dan sosial kemasyarakatanya..”Tutupnya.

 

Sementara,Agus Sanusi,Sekda Tanjabbarat menjelaskan terkat dengan pemangkasan anggaran,ia bertutur memang  ada anggaran yang dilakukanbpemangkasan yang dipergunakan untuk penanggulangan penanganan pandemi virus covid-19 di Tanjabbarat,

Kurang lebih rp 58,3m yang pemkab anggarkan dari pemangkasan anggaran pemerintah daerah yang akan digunakan untuk penanganan pandemi virus corona ini dengan berbagai item kebutuhan,seperti,kebutuhan khusus penanganan corona dan kesehatan serta kebutuhan sosial ekonomi yang terdampak  corona,”Sebut Agus.

 

Dijelaskannya lagi,untuk kepentingan penanganan virus covid-19,pihakbpemerintah Daerah tidak harus meminta persetujuan dari dprd,karena ini sifatnya “Darurat”Tambahnya.

 

REPORTER:MARDAN

EDITOR:MARDAN.

Komentar

Berita Sebelumnya