Fraksi Gerindra Sorot Kinerja PDAM Tirta Pengabuan: Jangan Terus Berpola Tambal Sulam Kericuhan Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Pembahasan Hibah KONI Rp1 Miliar Diduga Jadi Pemicu Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Warnai Lempar Palu Sidang dan Banting Meja, Rapat Sempat Diskors Kasus Pengeroyokan Jurnalis di Tanjabbar: Kuasa Hukum Desak Dinas PMD dan Inspektorat Periksa Kades Teluk Ketapang Pemeriksaan Kades Teluk Ketapang dan 5 Saksi Berlanjut, Akankah Ada Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Wartawan?

Home / Meraingin / Pemerintahan

Kamis, 7 Oktober 2021 - 18:29 WIB

Study Banding Budidaya Maggot, Bupati Merangin Sambut Kunjungan Wabup Kerinci

Bulenonnesw.com – Bangko. Buapti, Sekda serta Pejabat Merangin sambut kunjungan rombongan Wakil Bupati Kerinci H. Ami Taher, Kamis (07/10/21).

Selain bersilaturrahmi, Kedatangan Wakil Bupati Kerinci dan rombongan bertujuan untuk study banding pembudidayaan maggot yang baik, dan akan diterapkan di Kabupaten Kerinci.

‘’ Kami ingin mengetahui betul bagaimana cara melakukan budidaya Maggot di Kabupaten Merangin ini,’’ujar Wabup Kerinci dengan obrolan santai Dirumah Dinas bersama Bupati Merangin.

Telihat, Bupati Merangin amat gembira atas kunjungan Wabup Negeri Kerinci Alam Sakti ini, Bupati langsung beranjak menuju lokasi budidaya Maggot yang berada di Lorong Ceria Rt 29 Kelurahan Pematang Kandis Bangko bersama Bupati Kerinci.

Baca Juga  Beberapa Kasus Satu Bulan Terakhir Diungkap Polres Merangin

Sebut H. Mashuri, Maggot ini terbaik untuk dibudidayakan sebagai pakan adalah dari jenis BSF. BSF ini adalah lalat (Diptera) yang berasal dari keluarga Stratiomyidae dan berasal dari daerah subtropis dan tropis.

‘’Siklus hidup Maggot ini terdiri dari 5 fase, yaitu telur, larva, prepupa, pupa dan dewasa. Lama siklus hidup ini adalah antara 38-41 hari,’’jelas Bupati kepada H Ami Taher dan rombongan.

Kurun waktu itu, lanjut Bupati Metangin satu lalat betina dewasa bisa menghasilkan telur hingga 500 butir. Dengan lama telur menetas adalah 4-5 hari. Pakan Maggot ini sangatlah mudah, karena hanya perlu memberikan pakan dari limbah organik rumah tangga (limbah sayuran, buah-buahan, limbah peternakan, dan limbah pengolahan makanan).

Baca Juga  TKM Tanjab Barat Menanti Kepastian Status, Pemkab: Masih Tunggu Regulasi Pusat

‘’Maggot ini bisa menjadi solusi dalam pengolahan limbah organik, agar tidak menumpuk dan meningkatkan kadar amoniak di tempat pembuangan akhir. Kemampuan 1 larva dalam menghabiskan pakan limbah organik adalah sebanyak 25 mg-500 mg/hari,’’terang Bupati. (Ote).

Share :

Baca Juga

Meraingin

Inovasi Baru, FKWM Gelar Lomba Wartawan Cilik di Merangin

Meraingin

Penuhi Undangan Presiden RI, Pj Bupati Merangin: Kami Akan Menjaga Netralitas Pelaksanaan Pemilu 2024

Meraingin

Wabup Sarolangun Himbau Masyarakat Untuk Saling Menghargai di Bulan Puasa

Meraingin

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Merangin Wakili Bupati Tutup PKD 2023

Meraingin

H Mukti Tutup Kejurprov Road Race Pj Bupati dan Kapolres Merangin Cup 2024

Meraingin

H. Al Haris: Alm Johansyah Polisi Yang Santun

Pemerintahan

Pjs Bupati Tanjab Barat Hadiri Seminar dan Rakornis Transportasi Sungai,Danau dan Penyeberangan

Meraingin

UPTD Pasar Bangko Gandeng Pol PP Tertibkan PKL Jualan Dibadan Jalan Pasar

You cannot copy content of this page