Diduga Markup Pengadaan Obat di RSUD Kuala Tungkal, Dirut Akui Diperiksa Jaksa Sekda Tanjab Barat Buka Secara Resmi Edukasi dan Penyuluhan Pelaporan SPT Tahunan Wabup Hairan Ikuti Wawancara Penilaian Penghargaan Paritrana Award Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2022 Bupati Tanjab Barat Gelar Pertemuan Virtual Terkait Percepatan Penurunan Stunting Ketua DPRD Tanjab Barat Hadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan Betara

Home / Meraingin / Pemerintahan

Kamis, 7 Oktober 2021 - 18:29 WIB

Study Banding Budidaya Maggot, Bupati Merangin Sambut Kunjungan Wabup Kerinci

Bulenonnesw.com – Bangko. Buapti, Sekda serta Pejabat Merangin sambut kunjungan rombongan Wakil Bupati Kerinci H. Ami Taher, Kamis (07/10/21).

Selain bersilaturrahmi, Kedatangan Wakil Bupati Kerinci dan rombongan bertujuan untuk study banding pembudidayaan maggot yang baik, dan akan diterapkan di Kabupaten Kerinci.

‘’ Kami ingin mengetahui betul bagaimana cara melakukan budidaya Maggot di Kabupaten Merangin ini,’’ujar Wabup Kerinci dengan obrolan santai Dirumah Dinas bersama Bupati Merangin.

Telihat, Bupati Merangin amat gembira atas kunjungan Wabup Negeri Kerinci Alam Sakti ini, Bupati langsung beranjak menuju lokasi budidaya Maggot yang berada di Lorong Ceria Rt 29 Kelurahan Pematang Kandis Bangko bersama Bupati Kerinci.

Baca Juga  H Izhar Majid Dewan Provinsi Jambi Tampung Aspirasi Masyarakat Dusun Bangko Dalam Resesnya

Sebut H. Mashuri, Maggot ini terbaik untuk dibudidayakan sebagai pakan adalah dari jenis BSF. BSF ini adalah lalat (Diptera) yang berasal dari keluarga Stratiomyidae dan berasal dari daerah subtropis dan tropis.

‘’Siklus hidup Maggot ini terdiri dari 5 fase, yaitu telur, larva, prepupa, pupa dan dewasa. Lama siklus hidup ini adalah antara 38-41 hari,’’jelas Bupati kepada H Ami Taher dan rombongan.

Kurun waktu itu, lanjut Bupati Metangin satu lalat betina dewasa bisa menghasilkan telur hingga 500 butir. Dengan lama telur menetas adalah 4-5 hari. Pakan Maggot ini sangatlah mudah, karena hanya perlu memberikan pakan dari limbah organik rumah tangga (limbah sayuran, buah-buahan, limbah peternakan, dan limbah pengolahan makanan).

Baca Juga  Bupati Tanjab Barat Sambut Kunker Gubernur Jambi

‘’Maggot ini bisa menjadi solusi dalam pengolahan limbah organik, agar tidak menumpuk dan meningkatkan kadar amoniak di tempat pembuangan akhir. Kemampuan 1 larva dalam menghabiskan pakan limbah organik adalah sebanyak 25 mg-500 mg/hari,’’terang Bupati. (Ote).

Share :

Baca Juga

Meraingin

Wabup Didamping Wakil Ketua TP PKK Merangin Saksikan Gol Tercepat Merangin FC

Meraingin

Hearing DPRD Merangin Diwarnai Pedebatan Antara Ketua Yayasan STKIP YPM Bangko dan PBKAD Merangin

Meraingin

Wujudkan Sungai Batanghari Bersih, DLH Merangin Ikuti Virtual Gubernur Jambi. 

Meraingin

Melalui ‘GERMAS’ Wabup Merangin Ajak Masyarakat Tabir Selatan Biasakan Pola Hidup Sehat

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Mulai Lakukan Perombakan Kabinet

Meraingin

Usai Tabrakan Minibus Toyota Fortuner Terjun Ke Jurang di Kerinci, Ini Identitas Korban

Meraingin

Miris, Niat Pergi Les Bocah 8 Tahun Meninggal Ditabrak Motor di Merangin

Pemerintahan

Permasalahan listrik di Tanjab Barat Tak Kunjung Selesai,Bupati Anwar Sadat Koordinasi Ke Kementerian ESDM