oleh

Sudah Ajukan Proposal Ke DPUPR, Jalan Perbatasan Dua Desa Tak Kunjung Diperbaiki

-Tanjab Barat-6 KALI DIBACA

TANJABBAR-BULENONnews.com. Kondisi jalan didesa Pantai menuju desa Kemuning Kecamatan Bram Itam Kabupaten Tanjung Jabung Barat sangat memprihatinkan.

Jalan perbatasan dua desa tersebut saat ini dalam kondisi rusak dan susah untuk dilewati terutama bagi penguna jalan(roda dua).

Selain licin dan berlumpur jalan tersebut juga terlihat banyak ditemukan lubang dimana mana dan di kuatir membahayakan bagi penguna jalan yang melintas.

Padahal jalan yang dibangun masih tanah kuning ini merupakan akses utama bagi masyarakat setempat menuju kedesa lainnya dan diketahui telah lama mengalami kerusakan, namun seakan luput dari perhatian pemerintah Kabupaten.

Tidak sedikit pengguna jalan yang melintas dilokasi mengeluhkan dengan kondisi jalan tersebut. Hal itu seperti yang disampaikan penguna jalan Ani.

Dirinya menyebutkan bahwa apabila ia ingin melintas di lokasi mengunakan kendaraan nya, harus melewati jalan yang rusak dengan penuh perjuangan.

” Kalau tidak hati-hati bisa bisa kita terjatuh kedalam lumpur, ” Ujar Ani.

Dirinya menyebutkan bahwa jalan ini telah lama mengalami kerusakan, apalagi saat turun hujan saat ini dan diperparah dengan sering dilalui kendaraan besar.

” Walaupun diperbaiki tidak akan bertahan lama dan kembali mengalami kerusakan, dikarenakan sering dilewati kendaraan besar.” Terangnya.

Sementara Kepala Desa(Kades) Desa Pantai Gading Kecamatan Bram Itam M. Mahkrus menyebutkan, bahwa jalan diwilayahnya ini telah lama mengalami kerusakan, apalagi sering dilewati saat musim hujan.

” Kerusakan jalan ini sekitar 1 tahunan,” Ucapnya. Sabtu(27/6/20)

Ia mengatakan bahwa terkait kerusakan ini, pihaknya telah pernah mengajukan proposal ke pemkab melalui Dinas PUPR, untuk dilakukan perbaikan. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

” Untuk saat ini memang belum ada kabar segera diperbaiki, namun sinyal untuk tahun depan akan diperbaiki ada. Iya untuk sementara kita sabar dululah menunggu nya,” Sebutnya.

Saat ditanya berapa kilometer jalan didesanya ini belum disentuh akan perbaikan dari pemerintah? Kades menyebutkan bahwa ada kurang lebih sekitar 400 meteran.

” Kalau untuk kerusakan yang cukup parah ada 3 titik,” kata kades.

Ia juga tidak menampik jika kerusakan jalan perbatasan dua desa ini akibat ada kendaraan besar yang keluar masuk membawa beban berat.

” Memang kalau untuk kendaraan besar yang keluar masuk tidak bisa dicegah, apa lagi musim panen sawit dan kelapa, di tambah lagi material bahan bangunan yang masuk ke desa tetangga sebelah ( Desa Kemuning).” Pungkasnya.

Reporter/Editor: Amir/Ote

admin

Komentar

Berita Sebelumnya