Kebijakan Surat Harga Pasar Tanah Tuai Keberatan, Bapenda Tanjab Barat Tegaskan: Bukan Syarat Mutlak, Tidak Ada Paksaan Wujudkan Pendidikan Merata, Pemkab Tanjab Barat Siapkan Seragam Gratis di Awal Agustus untuk Peserta Didik Baru Kebijakan BPHTB Dilimpahkan ke Kecamatan, Aparatur Desa dan Kelurahan Tanjab Barat Tolak: “Bukan Kewenangan Kami, Berpotensi Membebani Masyarakat” Sinergi Eksekutif-Legislatif Awali Pembahasan APBD 2027, DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna KUA-PPAS Breaking News…Diduga Perampokan Terjadi di BTN Selempang Merah, Pelaku Berhasil Bawa Kabur Perhiasan Emas

Home / Pemerintahan

Senin, 25 September 2023 - 06:39 WIB

Tanjab Barat Rawan Akan Ketahanan Pangang, Bupati Anwar Sadat Lakukan Audiensi Ke Bapanas

TANJABBAR, BULENONNEWS.COM – Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat rawan akan ketahanan pangan atas hal itu Bupati Anwar Sadat melakukan sejumlah upaya ini yang dilakukannya.

Langkah yang dilakukan salah satunya yakni Audiensi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Kompleks Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Jumat (22/09/23).

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadar mengatakan Tanjab Barat merupakan kabupaten dengan potensi rawan dalam hal ketahanan pangan terutama beras. Salah satu penyebab utamanya yakni karena banyaknya lahan masyarakat yang beralih fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.

Anwar Sadat mengklaim telah melakukan sejumlah upaya melalui kebijakan yang dikeluarkan daerah sebagai upaya mendukung terwujudnya ketahanan pangan.

Baca Juga  Pemkab Tanjab Barat Akan Gelar Operasi Katarak Gratis di RSUD Daud Arif

“Pemerintah daerah dalam rangka mensupport dan mengapresiasi petani kita. Regulasi membeli beras petani untuk beras pegawai hal ini dalam rangka agar para petani termotivasi untuk menanam padi,” katanya.

Bupati mengaku tiga kecamatan yang ada di Tanjab Barat yang menjadi penyanggah kebutuhan beras yakni Senyerang, Pengabuan dan sebagian Tungkal Ilir yang lahannya perlahan bergeser menjadi perkebunan kelapa sawit. Kondisi juga diperparah dengan kondisi kawasan tersebut pasang surut (banjir rob).

“Pasang surut sehingga petani menanam Padi 2 kali dalam setahun sangat sulit karena Air Rob ( Air pasang) berlangsung di akhir dan awal tahun, makanya kita juga bekerjasama dengan Bulog agar mengambil beras dari petani,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Tanjab Barat Panen Raya Cabai Merah di Desa Lubuk Terentang

Selain itu, Bupati juga menuding jika kebutuhan pangan di Tanjab Barat sulit dihitung karena memiliki batas wilayah secara langsung dengan tiga daerah yakni Tanjab Timur, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu yang membuat kebutuhan bahan pokok tidak dapat dipastikan.

“Berbatasan dengan 3 Kabupaten ini langsung yang dimana Kabupaten Tanjab Barat merupakan tempat singgah dan berbelanja hal ini membuat kita kurang bisa menghitung pasokan terutama beras dan kebutuhan pokok lainnya karena yang ada dan masuk akan langsung keluar.”pungkasnya.*

 

Penulis/ Editor: Amir/Otte

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Tinjau Normalisasi Parit,Ini Pesan Bupati Anwar Sadat

Pemerintahan

Wabup Hairan Hadiri Rapat Tidak Lanjut Atas Permohonan Audiensi P1 10 %

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Terima Kunjungan Silahturahmi Baznas 

Pemerintahan

Pj Gubernur dan Bupati Tanjab Barat Peringati Hari Air Sedunia 2021 di Kecamatan Batang Asam

Pemerintahan

Wabup Hairan Safari Ramadhan di Desa Pasar Senin Kecamatan Pengabuan

Pemerintahan

Wabup Tanjab Barat Ikuti Rakor Secara Virtual Dengan Kapolri

Pemerintahan

Wabup Tanjab Barat Bersama SKK Migas Petrochina Gelar Kampanye Pencegahan Stunting

Pemerintahan

Pemkab Tanjab Barat Lakukan Kerjasama Dengan STIKBA Jambi

You cannot copy content of this page