Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal Berikan Remisi Pada 215 Napi Shalat Idul Fitri di Ponpes Al Baqiyatush Shalihat, Bupati Tanjab Barat Ucapkan Selamat Lebaran Pada Masyarakat Polres Tanjab Barat Laksanakan Bakti Sosial Bagi Sembako Pada Pasien Covid 19 Bupati Tanjab Barat tinjau Persiapan Prokes Sholat Id Disejumlah Masjid Dalam Kota Kuala Tungkal Audensi Bersama Perpani,Wabub Beri Dukungan Atlit Rifabel

Home / Daerah

Selasa, 28 Juli 2020 - 21:44 WIB

Tercemarnya Sungai Kerumutan Bandar Petalangan, Diduga Meluapnya Limbah Pabrik PT. Serikat Putra

Selasa 28/07/2020  l 16:12 Wib.

PELELAWAN – Sekelompok warga di desa Lubuk Raja dan desa Sialang Godang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, menemukan limbah perusahaan mengalir dan meluap ke  anak Sungai  Kerumutan, tepat di blok F.

Dikatakan Kepala desa Lubuk Raja, Eri Suparjan, Diduaga Meluapnya kolam penampungan limbah menyebabkan banyak ikan yang mati dan bau tak sedap, sehingga sungai menjadi tercemar.

” Kami telah turun ke lokasi, dan mengecek langsung. Bathin Bunut Pak Aripin beserta Lurah dan Camat Bandar Petalangan, pecemaran limbah perusahaan tersebut mebuat ikan banyak mati, dan bau tak sedap menyengatkan,” Kata Kepala Dasa Lubuk Raja.

Baca Juga  Kapolsek Pangkalan Lesung dan PT. Musim Mas Bekerjasama Antisipasi Terjadinya Karhutla

Selanjutnya Kades itu menuturkan kembali, ” Masyarakat menemukan kolam limbah meluap dan langsung mengalir ke sungai Kerumutan, jadi hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh pemerintah, dan seharusnya pemerintah memberikan sanksi tegas,” Tambahnya lagi.

Kemudian sambungnya, “Sejumlah warga yang berada di lingkungan perusahaan sepakat meminta instansi terkait mengecek dan mengambil tindakan keras terhadap PT. Serikat Putra, jika perlu menghentikan operasionalnya bila tidak taat aturan, karena dampak limbah sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan hidup, ” Timpalnya.

Baca Juga  MANTUL..! Mari Kunjungi Beramai-ramai Pagelaran Seni Budaya di Desa Lubuk Terap

Sepanjang anak sungai Kerumutan menjadi tercemar, berwarna hitam pekat, susah untuk dijernihkan kembali, Mestinya pihak perusahaan peduli terhadap dampak lingkungan, agar tidak terjadi konflik ditengah masyarakat.

Pemerintah yang ada di Kecamatan Bandar Petalangan mengatakan, “Jika perusahaan melanggar aturan dan kesepakatan, sebaiknya diproses secara hukum, selain memberikan efek jera, juga agar tidak merugikan banyak pihak kedepannya, karena mereka sudah jelas tidak taat aturan, tidak siap beroperasi dengan baik, ” Tegasnya.

Baca Juga  RPK PT. Sari Lembah Subur (SLS) Bantu Pemadaman Karhutla

“Instansi terkait dan penegak hukum harus menyikapi semua laporan masyarakat sehingga hal serupa tidak terulang lagi. Lakukan studi kelayakan untuk bisa beroperasinya sebuah pabrik, selain itu di harapkan tidak di temukan lagi ada yang membuang limbah sembarangan, baik di sungai maupun di pemukiman penduduk termasuk peninjauan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang mereka miliki,” Tandasnya.

Hingga berita ini di rilis tidak satupun pihak Perusahan dapat dihubungi untuk dikondirmasi.

Reporter/Editor: Azwa/Ote

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Koordinasi Pelaksanaan SSDN, Lemhanas RI Temui Bupati

Daerah

Polsek Bunut Berjibaku Padamkan Api, Lahan Masyarakat di Desa Petani Terbakar.

Meraingin

Tak Rela Pendidikan Anak Menurun Karena Covid-19, Al Haris Pastikan Semua Sekolah Belajar Tatap Muka Diberlakukan

Tanjab Barat

Januari Hingga Juli 2020 Kasus Ketelibatan Anak di Tanjabbar Meningkat

Tanjab Barat

Bupati Merangin Serahkan Sertifikat CPIB dari Kementerian Terhadap 4 UPR

Tanjab Barat

BPK Temukan Kerugian Negara Ratusan Rupiah Pada Arena Road Race

Tanjab Barat

Mestinya Saat Ini Tanjabbar Musim Kemarau, Namun Malah di Guyur Hujan Deras, Ini Kata BMKG

Tanjab Barat

KPU Dapat Pasokan Dana 4M, Khairuddin: Dana APBN Untuk Pembwlian APD