Hasbi Anshory Turut Berduka Atas Wafatnya Anggota DPR RI Percha Leanpuri Politisi NasDem Terpapar Covid 19, Pelayanan IGD RSUD KH Daud Arif dan Puskesmas Pijoan Baru Tutup Sementara Pengembalian Hasil Temuan BPK di Tanjab Barat Masih Minim Sterilisasi dan Tracking, Besok IGD RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Tidak Terima Pasien Perhari RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Membutuhkan 50 Tabung Oksigen

Home / Daerah

Selasa, 28 Juli 2020 - 21:44 WIB

Tercemarnya Sungai Kerumutan Bandar Petalangan, Diduga Meluapnya Limbah Pabrik PT. Serikat Putra

Selasa 28/07/2020  l 16:12 Wib.

PELELAWAN – Sekelompok warga di desa Lubuk Raja dan desa Sialang Godang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, menemukan limbah perusahaan mengalir dan meluap ke  anak Sungai  Kerumutan, tepat di blok F.

Dikatakan Kepala desa Lubuk Raja, Eri Suparjan, Diduaga Meluapnya kolam penampungan limbah menyebabkan banyak ikan yang mati dan bau tak sedap, sehingga sungai menjadi tercemar.

” Kami telah turun ke lokasi, dan mengecek langsung. Bathin Bunut Pak Aripin beserta Lurah dan Camat Bandar Petalangan, pecemaran limbah perusahaan tersebut mebuat ikan banyak mati, dan bau tak sedap menyengatkan,” Kata Kepala Dasa Lubuk Raja.

Baca Juga  Kaplsek Pangkalan Kuras Sebar,Makluma Polda Riau Serta Pengecekan Lokasi Rawan Kebakaran.

Selanjutnya Kades itu menuturkan kembali, ” Masyarakat menemukan kolam limbah meluap dan langsung mengalir ke sungai Kerumutan, jadi hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh pemerintah, dan seharusnya pemerintah memberikan sanksi tegas,” Tambahnya lagi.

Kemudian sambungnya, “Sejumlah warga yang berada di lingkungan perusahaan sepakat meminta instansi terkait mengecek dan mengambil tindakan keras terhadap PT. Serikat Putra, jika perlu menghentikan operasionalnya bila tidak taat aturan, karena dampak limbah sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan hidup, ” Timpalnya.

Baca Juga  Diduga Corona Klaster Jangkit Lagi 66 Karyawan PT. Indah Kiat Pulp and Paper

Sepanjang anak sungai Kerumutan menjadi tercemar, berwarna hitam pekat, susah untuk dijernihkan kembali, Mestinya pihak perusahaan peduli terhadap dampak lingkungan, agar tidak terjadi konflik ditengah masyarakat.

Pemerintah yang ada di Kecamatan Bandar Petalangan mengatakan, “Jika perusahaan melanggar aturan dan kesepakatan, sebaiknya diproses secara hukum, selain memberikan efek jera, juga agar tidak merugikan banyak pihak kedepannya, karena mereka sudah jelas tidak taat aturan, tidak siap beroperasi dengan baik, ” Tegasnya.

Baca Juga  PT Sari Lembah Subur Dan KPPS Jasa Sepakat DiSinyalir Bohongi Masyarakat

“Instansi terkait dan penegak hukum harus menyikapi semua laporan masyarakat sehingga hal serupa tidak terulang lagi. Lakukan studi kelayakan untuk bisa beroperasinya sebuah pabrik, selain itu di harapkan tidak di temukan lagi ada yang membuang limbah sembarangan, baik di sungai maupun di pemukiman penduduk termasuk peninjauan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang mereka miliki,” Tandasnya.

Hingga berita ini di rilis tidak satupun pihak Perusahan dapat dihubungi untuk dikondirmasi.

Reporter/Editor: Azwa/Ote

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Kapolres Tanjab Barat Gelar Kegiatan Yustisi dan Himbau Prokes di Kelurahan dan Desa di Kecamatan Tungkal Ilir

Meraingin

H. Mashuri Lantik 25 Pejabat Administrasi Pemkab Merangin

Tanjab Barat

Sukseskan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Menyongsong HUT Bhayangkara, Ini yang Dilakukan Bupati, Kapolres dan Dandim

Tanjab Barat

Sukes,Terpilih Secara Aklamasi,Budi Setiawan Pimpin HIPMI Tanjabbarat 2020-2023

Meraingin

Pembangunan Pagar Dinas DPPKB Merangin Tanpa Ada Penghapusan Aset Terlebih Dahulu

Tanjab Barat

Tingkatkan Sinergitas dan Integritas Pemkab Tanjab Barat Lakukan Perjanjian Kerjasama Dengan Pemprov Riau

Tanjab Barat

Kampanye Daring Kurang Diminati Paslon Bupati Tanjab Barat

Tanjab Barat

Dua Tersangka Karhutla Dikenakan Pasal Yang Bebeda