oleh

WOW,APBD Merangin Tak Mampu Biayai Pemeliharaan RSD Kol Abundjani,BLUD Disedot

-Meraingin-187 KALI DIBACA

PLAFON KAMAR VIP RSD KOLONEL ABUNDJANI  AMBRUK

 

 

 

 

MERANGIN-BULENONnews.com, Runtuhnya plafon ruang VIP nomor tiga Rumah Sakit Daerah Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin, yang berlokasi dijalan kesehatan tepatnya dibelakang kantor Bupati Merangin.

 

“Entah apa yang merasukimu” kata salah seorang Netizen, saat mendapat kabar Ambruknya kamar ruang Vip nomor tiga kemarin sore Jum’at (11/10), sementara Direktur RSD Kolonel Abunjani Bangko Berman Saragih tengah asyik bersepeda dan tak dapat dihubungi.

 

Tidak ada terjadi korban dalam peristiwa itu, karena pasien terlebih dahulu meminta pindah ruangan, karena ruangan yang dirempatinya itu rawan dan  dikhawairkan akan segera  runtuh, namun kerugian diperkirkan hanya puluhan juta Rupiah.

 

Beberapa warga netizen bertanya ” Kenapa RSD Kolonel Abundjani selalu bermasalah? seakan tiada dana perawatan dari APBD Kabupaten merangin”.

 

Kabid keperawatan Khaidir saat dikonfirmasi media ini via ponsel membenarkan kejadian ambruknya Plafon RSD Kolonel Abundjani  terebut, dan meminta untuk konfirmasi dengan kabid perencanaan RSD, sampai saat ini pihak kami belum dapat menghubungi Kabid perencanaan RSD karena ponselnya tidak aktif.

 

“Benar ruang kamar Vip didepan IGD ambruk sore kemarin, coba hubungi kabid perencanaan RSD, karena beliau yang lebih tau” ujarnya

 

Namun Khaidir dapat menjelaskan, bahwa untuk dana pemeliharaan RSD Kolonel Abundjani yang berasal dari APBD Merangin sangat minim dan tidak cukup untuk memelihara pembangunan RSD Kolonel Abundjani dimaksud, saat ini manajemen RSD melaksanakan pemeliharaa dengan menggunakan dana BLUD.

 

Sementara pendapatan dana BLUD hanya 80% bersumber dari tagihan BPJS sebanyak 2 Miliyar perbulannya, untuk tagihan BPJS saat ini baru terealisasi sampai bulan Mei 2019, sedangkan kebutuhan untuk pegawai honor dari dana APBD saja hanya paspasan, belum lagi biaya keperluan pasien yang silih beganti setiap jam. Sudah barang tentu pihak manajemen RSD lebih mengetuamakan kebutuhan obat-obatan pasien.

 

” Untuk pemeliharaan RSD bukan tidak ada perhatian, jika menharapkan dana APBD saja tentu tidak cukup, sedangkan untuk membayar pagawai honor saja masih paspasan, belum lagi kebutuhan pasien yang silih beganti setiap jam bahkan setiap menit, jadi kami pihak RSD dapat melaksanakan pemeliharaan  pembangunan RSD ini besumber dari dana BLUD sebesar 80% yang bersal dari tagihan BPJS, kenyataan sampai dengan saat ini tagihan tunggakan BPJS baru bisa dibayar sampai bulan Mei”. Jelas Khaidir.

 

PENULIS : OTE.

Komentar

Berita Sebelumnya