Bupati dan Wabup Tanjab Barat Hadiri Ekspose RPJMD Tahun 2021-2026 Kemenag Tanjab Barat Belum Menentukan Besaran Zakat Fitrah Seorang Lelaki di Kecamatan Senyerang Meninggal Gantung Diri Polisi Amankan Mantan Napi Narkotika dan Barang Bukti 16 PaketĀ  Diguyur Hujan Deras Wabup Tanjab Barat Bersama Dandim 0419/Tanjab Tetap Tinjau Lokasi TMMD Ke 113

Home / Tanjab Barat

Minggu, 14 Februari 2021 - 15:46 WIB

Zaman Now Masih Ada Anak Kurang Gizli Di Tanjabbarat,Jenny Claudya Lumowa Cibir Pemkab Tanjabbarat

FOTO JENNY CLAUDYA LUMOWA TIM KOMNAS PPA PUSAT

Tanjabbarat-Bulenonnews.com,Komisi Nasional Perlindungan anak( Komnas PA) Jakarta, merasa kecewa terhadap Pemkab Tanjung Jabung Barat. Hal itu lantaran masih ada nya ditemukan anak penderita diagnosa gizi buruk, diwilayah Kabupaten pesisir ini.

Hal ini tentu saja mengundang kecaman keras dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Jakarta, saat mengunjungi salah satu anak menderita gizi buruk yang sedang dirawat di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal,Sabtu (13/2/21).

Baca Juga  Ketua KPU Jambi Tegaskan KPPS Tak Netral Akan Dipecat

Hal ini sampai oleh Jeny Claudya Lumowa selaku koordinator nasional TRC PPA, Ia menyebutkan bahwa dengan ada penderita gizi buruk ditemukan di Tanjung Jabung Barat, ia menilai Pemkab tidak serius menangani warganya yang terindikasi menderita gizi buruk diwilayah nya sendiri.

” Ini sangat memalukan, masih ada ditemukan penderita gizi buruk di Tanjab Barat ini,” Tegas Jeny.

Wanita yang akrab di sapa bunda Naumi, merasa terkejut melihat M. Saparudin salah satu anak penderita diagnosa gizi buruk terbaring lemah dan sedang dirawat di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal.

Baca Juga  SMA n 1Tanjabbarat Siap Laksanakan Proses Belajar Mengajar Tatap Muka 2021

” Kita merasa terkejut masak di tahun 2021 ini, masih ada ditemukan busung Lapar apalagi permasalahan ini sampai ke presiden. Jangan malu Maluin kita lah,” Ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa, apalagi di daerah ini ada sahabat anak dan aktivis-aktivis peduli anak, yang langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

” Mestinya koordinasinya kepada Bupati dan Dinsos. Mana sih peranan Pemkab Tanjab Barat ini,” Tegasnya.

Baca Juga  Kasus Narkoba Di Tanjabbarat Meningkat Pada Tahun 2020

” Sejujurnya kita merasa kecewa kepada Pemkab Tanjab Barat ini, yang kurang peduli.” Timpalnya.

Ia mengatakan bahwa, Semestinya hal semacam ini tidak terjadi lagi terhadap anak- anak Indonesia yang harus mengalami kelaparan.

” Dengan adanya masalah penderita gizi buruk, ini saya kira ini adalah sebuah tamparan keras untuk Pemerintah Daerah ini.” singgungnya.

Lebih lanjut ia menegaskan akan membawa permasalahan ini untuk disampaikan ke Kementerian Sosial (Kemensos)” Jadi Ini pasti saya akan sampaikan ke ibu Mensos,” Tutupnya.

PEWRTA:AMIR

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

KK Lembaran Ke 3 dan 4 Dijual 1500 Perkilo Ke Pedagang

Tanjab Barat

Polres Tanjab Barat Potong 10 Ekor Hewan Qurban, 700 Kantong Daging Disebar Untuk Anggota Polri dan Warga Terdampak Covid-19

Tanjab Barat

Nama M,B,T Dan ZE Disinyalir Atur Proyek APBD 2021 Tanjabbarat

Tanjab Barat

Pedagang Hewan Qurban Antar Pulau Semakin Ramai Menjelang Hari ‘Idul Adha

Tanjab Barat

Bupati Harap Pengelolaan DAS Pengabuan Betara Optimal

Tanjab Barat

Polres dan Kejari Tanjab Barat Gelar 27 Adegan Rekonstruksi Pelaku Pembunuhan

Tanjab Barat

Awal Masuk Sekolah SMPN 2 dan SMAN 1 di Tanjab Barat Masih Melakukan MPLS Dengan Daring

Tanjab Barat

Sekda,Penegakan Protokes Pilkada Tanjabbarat,Bawaslu Kolaborasi UU Dan Perda