MERANGIN-BULENONNEWS.COM. Diduga mengabaikan spesifikasi rehab bangunan 3 Pintu rumah Dinas SDN 009/VI Nalo Gedang Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin terpaksa harus dibongkar dan dikerjakan mengulang dari awal.
Proyek Bantuan Pemerintah Program revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2026 ini dilaksanakan oleh P2SP SDN 009/VI Kecamatan Nalo Tantan, diduga asal-asalan, sehingga tidak memperhatikan kualitas kontruksi yang sesungguhnya.
Proyek revitalisasi fasilitas pendidikan yang digelontorkan pemerintah pusat demi kenyamanan, dan keamanan para siswa-siswi dalam proses belajar, namun amat di sayangkan jika dana yang cukup pantastis itu terealisasi tidak dengan sempurna.
Menurut pantauan langsung awak media di lapangan, Senin dan Kamis (14,17/9/2026) terdapat banyak kejanggalan terhadap rehab pembangunan tersebut, diantaranya adalah : ukuran Galian Pondasi diduga tidak sesuai baik kedalaman maupun lebarnya.
Selain itu, bekas pondasi lama tidak dibobok namun hanya ditimpa dengan coran baru, sehingga besi sloof hanya numpang diatas pondasi lama dan terpotong-potong.
Ironisya pada rangkayan pembesian ukuran diameter 10 mm terdapat sambungan dengan besi 6 mm, ditambah lagi ujung rakaian besi tidak mengikat dan mengunci serta posisi tulang besi sloof tidak tegak (Baring).
Material yang dipasang pada pondasi itu diduga tidak mengikuti standart yang dianjurkan oleh konsultan perencanaan. Terpantau batu kali barukuran kecil (Batu mangga), ukuran bangunan tiga pintu rumah dinas ini, hanya memakai 4-5 Kubik pasir batu (Sirtu) terlihat tidak ada batunya untuk bahan pengecoran.
Atas kelalian pekerjaan terhadap rehab pembangunan ini, Kepala tukang mengakui kesalahan yang terjadi dan bertangungjawab untuk memperbaiki.
” Saya akui kelalai anggota Saya, karena 2 hari Say tidak berada dilokasi, dan kami siap memperbaikinya” ujar kepala tukang.
Kepala Sekolah SDN 009/VI Nalo Gedang Herlina, saat diwawancarai mengaku tidak mengerti teknis, sehingga percaya sepenuhnya kepada tukang.
“Saya inikan perempuan, jadi tidak terlalu mengerti dengan teknis konstruksi maka kami percayakan kepada kepala tukang dan konsultan, tapi kami siap perbaiki semua seperti yang diharapkan,” Ujar Kepala Sekolah.
Ketua Tim Konsultan Pengawas saat diwawancarai siap mengirim anggota untuk mengecek langsung ke lokasi.
” Besok pagi anggota kami ke lokasi, jika ditemukan kejanggalan yang tidak sesuai, harus kita stop pekerjaan itu, harus dilakukan pembongkaran, dan dikerjakan dari awal sesuai Spesifikasi sebenarnya,” ujar Nardi. (TIM)







