BANGKO-BULENONNEWS.COM. Wakil Ketua l DPRD Herman Efendi memastikan penundaan pembahasan APBD 2026 ini setelah melaksanakan rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Merangin, Selasa Siang (9/9/2025)
“Untuk pembahasan APBD 2026 kita pending dulu,” ujarnya.
Baginya, pembahasan APBD Perubahan 2025 bukan tanpa alasan untuk dibahas lebih cepat karena hal ini sangat urgent, mengingat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat melaksanakan kegiatan prioritas yang belum dilaksanakan.
Terkait penundaan pembahasan APBD 2026, Politisi Pohon beringin rindang ini mengaku harus konsolidasi lagi dengan pemerintah daerah.
” Ada beberapa hal yang mungkin perlu dikonsolidasi, sehingga jangan ada miskomunikasi kembali, karena pemerintah dan DPRD itu harus sinkron. Sehingga hasilnya pun sesuai dengan harapan masyarakat, bukan sesuai harapan kepala daerah, bukan harapan DPRD,” ungkapnya.
Untuk itu, perlu ditanyakan kembali dengan pemerintah daerah, apakah yang direncanakan tersebut sudah sesuai dengan harapan masyarakat. “Nanti kita cek, karena masyarakat yang harus kita utamakan, karena isu nasional ini sangat sensitif,” kata Fendi lagi.
Diakui Fendi, bahwa ada surat masuk ke DPRD Merangin dari pemerintah daerah, meminta untuk penjadwalan ulang pembahasan APBD 2026. “Ya, sudah disampaikan. Namun mengingat APBD Perubahan sangat urgent, karena OPD termasuk sekwan juga sudah zero maka kita fokus ke situ (APBD perubahan, red) dulu,” jelasnya.
Ditanya, apakah cukup waktu untuk pembahasan APBD 2026?, Fendi mengatakan masih ada waktu hingga November 2025 nanti. “Batas akhir kesepakatan APBD 2026 kan di November. Memang kita seharusnya di minggu kedua Agustus 2025 sudah selesai sebenarnya untuk pembahasan KUA-PPAS. Dan Merangin saat ini boleh dikatakan semi gagal,” ungkapnya.









