TANJABBARAT, BULENON NEWS.COM – Proses Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memasuki fase krusial. Panitia Seleksi (Pansel) melalui Pengumuman Nomor: 05/Pansel-TJB/IV/2026 telah merilis 21 nama pejabat yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan rekam jejak.
Persaingan menuju kursi eselon II ini menyajikan dinamika menarik. Dari lima posisi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diperebutkan, sektor Ketahanan Pangan dan Kesehatan menjadi sorotan tajam bagi para pengamat birokrasi di “Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan”.
“Perang Camat” di Dinas Ketahanan Pangan
Pemandangan unik terlihat pada daftar kandidat Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Seluruh pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat (4 orang) merupakan camat aktif. Mereka adalah Ahmad Husaini (Seko), Badai Permana (Kuala Betara), Effendy (Tungkal Ilir), dan Suhardi (Renah Mendaluh). Dominasi para penguasa wilayah ini menandakan bahwa posisi tersebut membutuhkan sosok yang paham betul kondisi lapangan dan kebutuhan pangan di tingkat akar rumput.
Sementara itu, di Dinas Kesehatan, Direktur RSUD KH. Daud Arif, Sahala Simatupang, SKM, M.PH, harus “berjibaku” melawan empat kompetitor lainnya, termasuk rekan internal dari rumah sakit dan Dinas Kesehatan, demi memperebutkan tongkat komando dinas tersebut.
Transparansi dan Uji Nyali di Jambi-Jatinangor
Ketua Pansel, Hermansyah, S.STP., MH, menegaskan bahwa seleksi ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan profesionalisme. Para kandidat tidak memiliki waktu santai, karena jadwal pengujian sangat padat dan ketat.
“Keputusan Pansel bersifat mutlak. Hari ini dan besok (16-17 April 2026), peserta langsung menghadapi tahapan Presentasi Makalah dan Wawancara di Jambi,” tegas Hermansyah dalam keterangannya.
Tak berhenti di sana, untuk memastikan standar kepemimpinan memenuhi kualifikasi nasional, para kandidat yang lolos tahap awal ini nantinya akan diterbangkan ke Jatinangor, Sumedang. Di sana, mereka akan menjalani Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural di bawah pengawasan ketat tim independen.
Peta Persaingan Berdasarkan Posisi:
Dinas Perhubungan: Pertarungan antara ahli lalu lintas, pengelola ekonomi, dan camat senior (4 Kandidat).
Dinas Kesehatan: Lima tenaga medis dan administrator kesehatan berebut posisi pucuk (5 Kandidat).
Dinas Ketahanan Pangan: Kuartet Camat siap adu visi swasembada pangan (4 Kandidat).
Dinas P3AP2KB: Persaingan lintas sektor yang didominasi oleh para sekretaris dinas (5 Kandidat).
Dinas Sosial: Tiga kandidat administrator siap adu gagasan penanganan masalah sosial (3 Kandidat).
Publik kini menanti, siapakah figur yang memiliki skor tertinggi dan mampu meyakinkan Bupati Tanjung Jabung Barat sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) bahwa mereka adalah sosok yang tepat untuk mengakselerasi pembangunan di akhir periode kepemimpinan saat ini.
Penulis Editor Tim










