Kawal Infrastruktur Jambi, Edi Purwanto Targetkan Jalan Nasional Mulus Hingga Ujung Jabung pada 2028 Dinilai Kehilangan Taji sebagai Kontrol Sosial, Eksistensi HMI Tanjab Barat Kini Dipertanyakan Publik Babak Baru “Lelang Jabatan” Tanjab Barat: 21 Nama Berebut 5 Kursi Kadis, Camat Dominasi Dinas Ketapang Dukung Asta Cita di Tanjab Barat, Jamal Darmawan Sie: Kesejahteraan Rakyat Harus Jadi Output Utama Sambut Kunjungan Danrem 042/Gapu, Bupati Anwar Sadat Tekankan Sinergi Nyata TNI-Pemda

Home / Organisasi

Minggu, 26 April 2026 - 15:09 WIB

Dinilai Kehilangan Taji sebagai Kontrol Sosial, Eksistensi HMI Tanjab Barat Kini Dipertanyakan Publik

TANJAB BARAT,BULENON NEWS.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjung Jabung Barat, yang secara historis dikenal sebagai “kawah candradimuka” bagi aktivis intelektual dan garda terdepan aspirasi rakyat, kini tengah berada dalam pusaran kritik tajam.

Organisasi hijau-hitam ini dinilai mulai kehilangan taringnya sebagai kontrol sosial di tengah menumpuknya persoalan daerah yang menghimpit masyarakat.

Sejumlah elemen masyarakat mulai menyuarakan kegelisahan mereka terhadap sikap HMI yang dianggap “sunyi senyap” di saat isu-isu krusial seperti ketimpangan ekonomi, buruknya infrastruktur, hingga merosotnya kesejahteraan nelayan dan petani di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan mencuat ke permukaan.

Kritik ini bukan tanpa alasan. HMI yang dulu dikenal vokal dalam menyikapi kebijakan publik, kini dianggap lebih banyak terjebak dalam aktivitas internal dan agenda seremonial.

Peran strategis mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat seolah tereduksi menjadi sekadar nama besar tanpa aksi nyata di lapangan.

Salah seorang tokoh pemuda setempat yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas pasifnya pergerakan mahasiswa saat ini.

“Dulu, HMI adalah simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan sangat dekat dengan denyut nadi rakyat. Namun sekarang, suaranya nyaris tak terdengar. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan nyata, organisasi ini justru terlihat asing dari realitas tersebut,” cetusnya.

Minimnya pernyataan sikap, aksi advokasi, maupun kajian kritis terhadap kebijakan daerah memicu skeptisism publik. Komitmen HMI sebagai agen perubahan (agent of change) kini diragukan, mengingat berbagai tantangan daerah seolah dibiarkan berlalu tanpa catatan kritis dari organisasi mahasiswa tertua di Indonesia ini.

Narasi yang berkembang di akar rumput menyebutkan bahwa suara rakyat yang selama ini mereka bawa, kini hanya berakhir sebagai komoditas diskusi di ruang-ruang tertutup tanpa ada follow-up yang berdampak luas bagi kebijakan publik.

Meski dihujani kritik, harapan agar HMI Tanjung Jabung Barat melakukan refleksi total tetap ada. Publik masih menginginkan organisasi ini kembali ke “Khitah Perjuangan”—kembali menjadi pengawas kebijakan pemerintah yang objektif dan berani.

Di tengah kompleksitas persoalan daerah saat ini, peran mahasiswa sebagai penyeimbang kekuasaan sangat dibutuhkan.

Masyarakat menantikan pembuktian bahwa HMI bukan sekadar organisasi kaderisasi formalitas, melainkan kekuatan intelektual yang mampu hadir secara fisik maupun gagasan sebagai pembela kepentingan rakyat.

Kini, bola panas berada di tangan kepengurusan HMI setempat: apakah mereka akan tetap memilih diam dalam zona nyaman, atau bangkit menjawab keraguan publik dengan aksi nyata yang berpihak pada keadilan sosial? (Tim)

Share :

Baca Juga

Organisasi

Peringati HUT ke-12, IWO Tanjab Barat Berbagi Kebahagian

Organisasi

Nanda Herlambang Ditetapkan Sebagai Caketum PB HMI

Organisasi

Usai Tebar Kebaikan, IWO Tanjab Barat Pererat Solidaritas Lewat Buka Puasa Bersama

Organisasi

Warnai Jumat Berkah, IWO Tanjab Barat Bagikan 200 Paket Takjil di Jantung Kota Kuala Tungkal

Organisasi

Pengurus cabang Komunitas Masyarakat Jambi Kota Seberang Tanjab Barat Resmi Dilantik

Organisasi

Menebar Kebaikan di Bulan Suci Ramadhan, DPD IWO Tanjab Barat Berbagai Ratusan Takjil Gratis

Organisasi

Wujudkan Pernikahan Impian Bersama Seiyo Sekato Organizer

Organisasi

Mubesda IWO Ke-2 Tanjab Barat, Eko Setyo Saputra Terpilih Sebagai Ketua Periode 2022 – 2027

You cannot copy content of this page