TANJAB BARAT, BULENON NEWS.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam merawat keberagaman budaya sebagai perekat persatuan kembali terlihat melalui rangkaian Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan Tahun 2026.
Memasuki malam ketiga pergelaran seni budaya, Himpunan Keluarga Kerinci (HKK) Kabupaten Tanjung Jabung Barat tampil memukau dengan menyuguhkan kekayaan seni dan budaya khas Kerinci di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal, Senin malam (3/8/2026).
Perhelatan budaya yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias masyarakat.
Sebelumnya, panggung budaya telah dimeriahkan oleh penampilan dari Himpunan Keluarga Besar Sumatera Selatan, Himpunan Keluarga Sulawesi Selatan, Paguyuban Suku Sunda, serta Keluarga Bubuhan Banjar, yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara dalam semangat persaudaraan.
Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), keluarga besar Himpunan Keluarga Kerinci, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ratusan warga yang memadati Alun-Alun Kuala Tungkal.
Kehadiran Bupati dan rombongan disambut hangat melalui Tari Persembahan, tarian adat khas Kerinci yang sarat makna penghormatan kepada tamu. Suasana malam semakin semarak dengan lantunan lagu-lagu daerah, penampilan tarian tradisional, hingga berbagai atraksi seni yang merepresentasikan kekayaan budaya Bumi Sakti Alam Kerinci.
Dalam sambutannya, Ketua Himpunan Keluarga Kerinci (HKK) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyampaikan bahwa Pentas Seni Budaya Kerinci merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk komitmen masyarakat Kerinci dalam menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.
“Pentas Seni Budaya Kerinci bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi wujud nyata kecintaan masyarakat Kerinci terhadap budaya leluhur. Di tengah perkembangan zaman, budaya harus terus dijaga agar tetap hidup dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, seniman, sponsor, dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pentas seni ini merupakan persembahan masyarakat Kerinci bagi seluruh masyarakat Tanjung Jabung Barat sebagai simbol persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Puncak kemeriahan malam budaya terjadi saat Tari Rantak Kudo, salah satu tarian tradisional khas Kerinci yang enerjik dan penuh semangat, dipentaskan di hadapan masyarakat. Irama musik yang dinamis mampu menghidupkan suasana hingga mengundang antusiasme para penonton. Bupati Anwar Sadat bersama Ketua TP-PKK Hj. Fadhilah Sadat, tamu undangan, dan masyarakat tampak larut mengikuti irama tarian, menciptakan suasana penuh keakraban yang disambut tepuk tangan meriah.
Usai menyaksikan seluruh rangkaian pertunjukan, Bupati bersama Ketua TP-PKK meninjau sejumlah stan pameran UMKM dan berbagai layanan publik yang tersedia di kawasan kegiatan, termasuk layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari rangkaian Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan 2026.
Rangkaian pentas seni budaya yang menghadirkan berbagai paguyuban dari beragam suku dan etnis menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam merawat keberagaman sebagai kekuatan pembangunan daerah. Melalui ruang ekspresi budaya seperti ini, nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan terus dipupuk sehingga menjadi fondasi dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang majemuk.
Penyelenggaraan Malam Seni Budaya Kerinci tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya, penguatan identitas daerah, serta sarana mempererat silaturahmi antarsuku yang hidup berdampingan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Melalui Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan 2026, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan keberagaman budaya sebagai kekuatan dalam membangun daerah. Semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan yang terus digaungkan diharapkan mampu menjadi energi positif dalam mewujudkan Tanjung Jabung Barat yang Maju, BERKAH, dan Madani, sekaligus menjaga warisan budaya Nusantara agar tetap lestari dari generasi ke generasi.
Penulis Editor Amir Ote









