Mardan Hasibuan Sah Pimpin IBCA MMA Tanjabbar lewat Aklamasi, Siap Lahirkan Petarung Berprestasi Bantuan Dari Karangtaruna Propinsi Jambi, Sejumlah Jurnalis Bergerak di Tengah Kabut Asap, 500 Masker dan Vitamin Dibagikan ke Warga Kuala Tungkal Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, DPC Demokrat Tanjab Barat Bagikan 2.000 Masker KN95 Gratis APBD 2027 Tanjabbar Mulai Dibahas, DPRD Tekankan Anggaran Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat Dukung PAD Jambi, Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani Hadiri Sinergitas Program Keringanan Pokok dan Denda PKB 2026 di Rumah Dinas Gubernur

Home / Berita

Rabu, 4 Juni 2025 - 23:57 WIB

Diresmikan Bupati PKL Pasar Rakyat Merangin Sepi, Eka: Jangankan Untung Modal Tak Balik

 

BANGKO – BULENONNEWS.COM. Baru diresmikan bupati, PKL Pasar Rakyat, Kota Bangko mengeluhkan sepinya pasar. Biaya yang besar, membuat PKL selalu merugi.

Hal ini disampaikan para Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Rakyat saat ditemui sejumlah wartawan, Rabu (4/6/2025).

Fatmawati, salah satu PKL mengaku berjualan demi keluarganya. Ia membantu ekonomi keluarga, pasca usaha ikan sang suami tak lagi berjalan.

“Semata-mata kehidupan anak disini,” katanya seraya menambahkan memiliki 3 anak.

Namun usaha yang dirintis di depan jalur Pasar Baru itu, harus direlokasi dan membuat Ia kehilangan mata pencaharian. Berbulan-bulan kemudian, barulah lokasi tersebut didapatkan dengan biaya Rp 6 juta pertenda.

Fatmawati dan pedagang lain, mau tak mau mencari dana setelah tak berjualan sekitar 2 bulan lewat pinjaman atau gadai barang-barang.

PKL dipungut biaya kebersihan Rp 2 ribu, retribusi pasar Rp 2 ribu serta biaya listrik yang mahal Rp 150 ribu/bulan. Harga ini, jauh lebih mahal dari tempat sebelumnya Rp 50 ribu.

Baca Juga  80 Pimpinan Ponpes di Merangin Lebih Nyaman Jika Dipimpin Bupati Nalim

“Itu kami pakai 2 bola lampu dan kipas. Ini 1 bola lampu 150. Kalau 2, berarti 300 ribu,” katanya.

“Baru jualan 3 hari, kami diminta 150,” keluhnya.

Belum lagi biaya mingguan Rp 10 ribu yang pedagang tak tau untuk apa. Mereka hanya tau, ada petugas yang meminta. Parahnya, PKL diminta Rp 10 ribu, namun diberikan karcis bertuliskan Rp 3 ribu.

Beban PKL masih akan bertambah dengan biaya sewa lahan yang masih digarap BPPRD Merangin. Menurut Kadis DKUKMPP Merangin, harga sewa tertinggi Rp 1,6 juta/tenda.

Tak sesuainya penghasilan lantaran sepi meski baru dilaunching bupati, membuat PKL berpikir keras.

Bukan berlebihan, mereka bukannya mendapatan untung, malah merugi. Modal pun terus tergerus.

“Modalnya 500, kami dapat 200-300. 200 lagi kami nombok. Bukannya dapat duit, malah rugi. Jadi kayak mano kedepannyo kayak gini terus, mati kami dek,” katanya dengan nada gemetar.

Eka Sartika, PKL di Pasar Rakyat juga mengeluhkan hal yang sama. Sepinya pembeli dan parkir mobil bongkar muat menutupi lapak jualannya.

Baca Juga  Bupati Muhammad Arief Fadhil Lantik Sekda dan Pejabat Eselon II dan III Barang Hari

“Untuk sekarang ni, ngeluh lah ado. Modal 300, dapat 200,” katanya seraya menambahkan rugi modal.

Padahal ditempat sebelumnya, mereka bisa mendapatkan penjualan hingga 800 ribu. Dari penjualan segitu, Eka mendapatkan keuntungan bersih Rp 200 ribu.

“Masih cukup untuk makan dan jajan anak,” katanya.

Melihat kondisi pasar ini, Eka menghitung jika tidak ada pembenahan, maka mereka akan merugi 3-4 bulan kedepan. Baik dari biaya rutin, sepinya pasar hingga modal yang terkuras.

“Kalau dak ado lagi, yo tiduklah lagi dirumah,” kata ibu 4 anak itu.

Para PKL sendiri berharap, ada solusi yang diambil dengan kondisi mereka. Jika dibolehkan, mereka dapat berjualan kembali didepan pasar baru.

“Kalau ditempat lama, orang berbelanja itu dari mana-mana saja. Pulang sekolah, pulang kantor, sekali jalan ke pasar. Mobil travel mampir, sekali lewat. Kalau kesini, mereka harus memang datang kesini,” katanya. (Tim).

Share :

Baca Juga

Berita

Spektakuler, Malam Takbiran Idul Fitri 1446 H di Merangin Diawali Pemukulan Beduk

Berita

Pengguna Narkoba Marak di Merangin

Berita

Mediator Industrial Merangin Siap Menyelesaikan  Perselisihan Karyawan, Masyarakat dan Aksi Demontstran

Berita

Pj Bupati Ajak Stakeholder Bersatu Padu Turunkan Stunting

Berita

Pansus III DPRD Merangin Minta Bapedda Beri Alasan Mengapa Tak Hadir Rapat LPj APBD 2024

Berita

Hadiri Perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, AHY: Mari Jaga Kerukunan dan Rasa Toleransi

Berita

Pjs. Bupati Tanjab Barat Dukung Pelayanan Publik Inklusif dan Inovatif

Berita

Tingkatkan Sinergi Pembangunan, Bupati M. Syukur Hadiri Musrenbang RKPD Provinsi Jambi 2027

You cannot copy content of this page