Udara Tanjab Barat Memburuk, HIPMI Bagikan 2.000 Masker untuk Pelajar dan Masyarakat 3 Pekan Lamban? Pelaku Pengeroyokan Wartawan di Tanjabbar Masih Bebas Menghirup Udara Segar Fraksi Gerindra Sorot Kinerja PDAM Tirta Pengabuan: Jangan Terus Berpola Tambal Sulam Kericuhan Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Pembahasan Hibah KONI Rp1 Miliar Diduga Jadi Pemicu Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Warnai Lempar Palu Sidang dan Banting Meja, Rapat Sempat Diskors

Home / Berita

Minggu, 28 September 2025 - 06:34 WIB

Ditanya Dasar Penurunan Eselon Pejabat Saat Pelantikan, Bupati Merangin Jawab Dengan Sticker Lucu

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Meritokrasi adalah sistem di mana penghargaan, promosi, dan kekuasaan diberikan kepada individu berdasarkan kemampuan, bakat, dan prestasi, bukan berdasarkan status sosial, kekayaan, atau koneksi. Sistem ini menekankan pada kinerja dan potensi individu untuk naik ke posisi yang lebih tinggi dalam masyarakat.

Namun di Kabupaten kabupaten Merangin meritokrasi merupakan sebuah basa-basi yang sekedar formalitas dalam menjalankan roda pemerintahan.

Pelantikan pejabat Administrator eselon III dan eselon IV Pemerintahan kabupaten Merangin terkesan pelantikan balas jasa dan balas budi serta dendam politik yang tidak memiliki dasar yang jelas, sehingga pelantikan tersebut bukan untuk kemajuan daerah.

Seharusnya, pelantikan pejabat yang ada itu mempromosikan dengan penghargaan kenaikan pangkat oleh sang pengusaha sesuai dengan istilah meritokrasi.

Baca Juga  Reses Pertama Ketua DPRD Merangin Fokus Perhatikan Dunia Pendidikan

Bupati Merangin M Syukur, ketika ditanya media ini via WhatsApp, menjelaskan pelantikan pejabat yang Ia lakukan akan ada evaluasi per tiga bulan kedepan, namun tidak menjelaskan dasar apa pejabat yang tengah menduduki sebuah jabatan lengser ke eselon yang setingkat dibawahnya.

“Sekarang eselon 3a dan 3b itu satu rumpun..pejabat administrator,” jawab Syukur dalam tulisan Whatsapp, Jum’at (26/9).

Memang antara pejabat eselon III A dan III B memiliki rumpun dalam jabatan Administrator atau satu kluster, namun ditanya soal tunjangan yang berbeda, Bupati membalas dengan jawab penuh lelucon atau stiker ‘Anak mengantuk’, seakan menutupi sebuah ketidak tahuan seorang kepala daerah tentang birokrasi.

Dengan adanya sebuah jawaban seorang Bupati, bukan lah suatu contoh jawaban, atau solusi yang baik bagi publik. Bagaimana tata kelola pemerintahan akan  membaik jika kepala daerah menanggapi dengan sebuah lelucon yang tak berarti.

Baca Juga  MK Putuskan Sistem Pemilu Tetap Terbuka, AHY: Wujud Keadilan yang Memihak Kedewasaan Demokrasi

Ini Daftar Nama-nama Pejabat yang turun Eselon saat Pelantikan :
1. Hendri Putra IIIA ke IIIB
2. Deden Kurnia IIIA ke IIIB
3. Arianto Iskandar IIIA ke IIIB
4. Maspuatun IIIA ke IIIB
5. Eri Sandi IIIA ke IIIB
6. Arif Budiman IIIA ke IIIB
7. Muhammad Japri IIIA ke IIIB
8. Yoserizal IIIA ke IIIB
9. Rachmady IIIA ke IIIB
10. Razali Azhari IIIA ke IIIB
11. Suparjo IIIA ke IIIB
12. Riskandi IIIB ke IVA
13. Yusmarni IVA ke IVB
14. Rustin Idiawati IVA ke IVB

Penulis : Ote.

Share :

Baca Juga

Berita

Sebanyak 15 Anak Merangin Ikuti Festival Anak Sholeh XXI

Berita

Puluhan Pegawai Kejari Tanjab Barat Mendadak Di Rapid Tes

Berita

Akhirnya Gonjang-ganjing Rekomendasi PAN Buat  Cabup Merangin Terjawab Sudah

Berita

H. Al Haris LKPJ Merupakan Laporan Resmi Bupati Kepada Dewan

Berita

DEWAN MEMANAS! Oknum Kadis ‘Tangan Besi’ Bikin Proyek Rp 4 Miliar Terkesan Asal Jadi, Jabatannya Kebal Kritik?

Berita

Pemkab Merangin Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-96

Berita

Bupati: Yang Terbaik itu, Tidak Ada Temuan BPK Terkait Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2024 dan 2025

Berita

Andri Bakar : Pimpinan DPRD Merangin Tidak Mesti Mengacam Saat Rapat Anggaran

You cannot copy content of this page