BERSINERGI JAGA KEDAULATAN: Imigrasi Kuala Tungkal Perkuat Pengawasan Orang Asing Melalui Timpora dan Pembina Desa TERUNGKAP! Gara-Gara Bahasa Indonesia Tak Fasih, WNA Rohingya Gagal Raih Paspor RI di Kuala Tungkal Emas Berkilauan di Danau Sipin! PODSI Tanjab Barat Raih 22 Medali dan Sabet Juara Umum Tiga di Kejurprov Dayung Jambi 2025 Sorti Tanjab Barat Sabet Gelar Juara Umum Kejurprov 2025 di Jambi! Ketua DPRD Tanjab Barat Turun ke Lokasi, Cari Solusi Terbaik Sengketa Tanah RSUD Suryah Khairuddin

Home / Sosial

Sabtu, 15 November 2025 - 20:41 WIB

Warga Sungai Dualap Mengeluh: Bantuan Sosial di Tanjung Jabung Barat Diduga Salah Sasaran, Orang Kaya Dapat Jatah

TANJABBARAT,BULENON NEWS.COM Dugaan penyelewengan dan ketidaktepatan sasaran penyaluran bantuan sosial (Bansos) di Desa Sungai Dualap, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, mencuat ke publik.

Seorang warga setempat menyuarakan keluhan keras, menuding bahwa banyak keluarga miskin justru dikeluarkan dari daftar penerima, sementara warga yang tergolong mampu justru menikmati bantuan tersebut.

Keluhan ini terekam dalam sebuah video berdurasi 43 detik, yang unggah oleh akun Facebook @Muhammad Nureffependi di Group Pencerahan Kuala Tungkal#. Terlihat dilatar belakang video sebuah rumah dengan kondisi dinding berlapiskan terpal warna biru dengan atap daun Nipah atau kelapa.

Dalam narasi video tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia yang disapanya “Pak Prabowo”, meminta agar otoritas terkait segera turun tangan.

Baca Juga  Ucok Mora kembali diberi Amanah Pimpin Percasi untuk periode 2025-2029

Bansos Dinikmati Pemilik Kebun dan Sarang Walet

Dalam rekaman tersebut, warga yang tidak disebutkan namanya ini menjelaskan bahwa penerima manfaat saat ini didominasi oleh kelompok yang secara ekonomi sudah mapan.

“Bantuan banyak yang kaya yang dapat, yang miskin dikeluarkan, Pak,” ujar warga tersebut dengan nada memohon.

Ia memberikan contoh spesifik mengenai profil penerima bantuan yang dianggap tidak layak, yakni mereka yang memiliki aset besar, seperti:

  • Pemilik sarang walet.
  • Memiliki emas belingkang (harta benda berharga).
  • Memiliki kebun yang luas.
  • Memiliki rumah di mana-mana (properti lebih dari satu).

“Kami orang miskin yang tak mampu, [malah] bisa dikeluarkan, Pak, bantuannya,” tambahnya, menyoroti ironi penyaluran Bansos yang seharusnya menjadi jaring pengaman sosial bagi masyarakat rentan.

Permintaan Segel Rumah Penerima Bantuan (Sticker Warga Tidak Mampu)

Baca Juga  Seorang Nelayan Terjatuh Ketika Hendak Memperbaiki Kapal

Menyikapi ketidakadilan ini, warga tersebut mengajukan permintaan mendesak kepada pihak yang berwenang untuk melakukan audit dan verifikasi secara transparan.

“Tolong dikasih segel, Pak, rumahnya yang mana bantuannya yang dapat,” pintanya, yang secara implisit menuntut agar rumah-rumah yang terbukti tidak layak menerima bantuan dapat ditandai atau dicabut kepesertaannya.

Keluhan dari masyarakat Sungai Dualap ini menjadi sorotan penting bagi Pemerintah Daerah Tanjung Jabung Barat untuk segera mengevaluasi dan membenahi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) agar penyaluran bantuan di masa mendatang benar-benar tepat sasaran dan berkeadilan.

Diketahui Video tersebut telah ditonton sebanyak 2,6 RB, dengan 9 kali dibagikan, 19 komentar dan 129 like.

 

 

Penulis Editor Amir Ote

Share :

Baca Juga

Sosial

Dukung Program Pemerintah, Ketua KMJKS Tanjab Barat Koordinasi Dengan BAZNAS Bentuk UPZIS JKS

Sosial

Kesulitan Biaya Untuk Operasi, Warga Tanjab Barat Minta Bantuan Ke Bupati Anwar Sadat

Sosial

Pihak Hotel Syariah Akhirnya Meminta Maaf Ubah Arah To’a Masjid di Jalan Namira

Berita

Ucok Mora kembali diberi Amanah Pimpin Percasi untuk periode 2025-2029

Sosial

Ubah To’a Masjid,Puluhan Masyarakat Datangi Hotel Syariah Kuala Tungkal

You cannot copy content of this page