Bupati Anwar Sadat Safari Jum’at di Masjid Nurul Iman di Kecamatan Kuala Betara Kunjungi Desa Dualap, Bupati Anwar Sadat Dengarkan Aspirasi Masyarakat Bupati Anwar Sadat Hadiri Acara Kegiatan ARKAS Mantap!! Usai Pensiun Kepala Dinas Dukcapil Tanjab Barat Gabung Partai Politik Bupati Anwar Sadat Kembali Laksanakan Safari Subuh di Masjid Miftahul Jannah

Home / Meraingin / Pemerintahan

Rabu, 31 Maret 2021 - 19:51 WIB

Bupati Merangin Buka Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme-Terorisme

BANGKO-BULENONnews.com. Bupati Merangin H Al Haris membuka acara Sosialisasi Bahaya Radikalisme-Terorisme di Merangin. Acara yang berlangsung di Aula Kesbangpol tersebut, diikuti utusan dari Kesbangpol kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, Rabu (31/3).

Pada acara yang berlangsung khidmat tersebut, bupati juga tampil sebagai pemateri dengan judul ‘Peran dan Upaya Pemkab Merangin dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di masyarakat’.

Dikatakan bupati, secara umum kelompok radikal di Indonesia masih eksis, mereka cenderung terus meningkat dan bervariasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang terus berkembang.

‘’Radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme. Radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan totol secara revolusioner dengan menjungkir balikan nilai tatanan yang ada secara drastis lewat kekerasan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrim,’’terang Bupati.

Baca Juga  Zainuri Himbau Kader Hanura Merangin, Wajib Dukung Fachrori Umar-Syafril Nursal

Terorisme lanjut bupati, bukan persoalan siapa pelaku kelompok dan jaringannya, namun lebih dari itu, terorisme merupakan tindakan yang memiliki akar keyakinan, doktrin dan ideologi yang dapat menyerang keyakinan, pikiran, perbuatan personal masyarakat, kelompok masyarakat.

Terorisme akan tumbuh di masyarakat yang sudah dicemari oleh paham fundamentalisme ekstrim atau radikalisme keagamaan. ‘’Kita dulu zaman Orde Baru pernah punya undang udang  yang kuat tentang subversif beberapa aturan dapat diterapkan, seperti berkumpul di atas pukul 24.00 Wib ditangkap.

Setelah Orde Baru berakhir terang bupati, Pemerintah sekarang sedang berupaya memperkuat regulasi penegakan radikalisme dan terorisme, namun sampai sekarang ini terkendala dengan ancanam hak azazi manusia.

Baca Juga  Hearing Komisi lll dan Dishub Berujung Kejar Bola Ke Kementerian Perhubungan

Baru-baru ini tepatnya pada Minggu pagi (28/3) di Kota Makasar, dikejutkan dengan ledakan Bom bunuh diri yang melukai sekitar 14 orang. Aksi terorisme ini mendapat kutukan keras dari Presiden Jokowi.

Menurut Presiden jelas bupati, terorisme adalah kejahatan tehadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya

Presiden telah menerintahkan Kapolri dan jajarannya, untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan pembongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya. Masyarakat diminta agar tetap tenang menjalankan ibadah, karena negara menjamin keamanan umat beragama untuk beribadah tanpa  rasa takut.(*).

Share :

Baca Juga

Meraingin

M. Yani: Selamat & Sukses, Sy Fasa dan Hasbi Anshory Pimpin NasDem Jambi

Meraingin

TP-PKK Kabupaten Merangin Beri Pembinaa Terhadap TP-PKK Desa Sido Lego

Meraingin

Kasat Binmas Polres Merangin Hadiri Giat Wisuda 49 Tahfitz Alqur’an Pondok Pesantren Al Munawaroh

Meraingin

Izhar Majid Siap Perebutkan Kursi Wakil Bupati Merangin

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Secara Resmi Buka Acara Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis MRI

Meraingin

Rapat Satgas Covid-19 Dipimpin Langsung Oleh Plt. Bupati H. Mashuri

Pemerintahan

Hadiri Launching LIDIA Bupati Tanjab Barat: Ini Satu-satunya Se-Provinsi Jambi

Meraingin

Waktu Semakin Mepet, Belum Satu Nama Cawabup pun Yang diusulkan Ke DPRD Merangin