BANGKO-BULENONNEWS.COM. Proyek Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada diantara lokasi RT 12 dan RT 11 Kelurahan Dusun Bangko terkesan sangat merugikan pemilik tanah Asroni.
Bagaimana tidak Proyek itu menjadi persoalan, karena pemborong proyek dan pihak pemerintah, tanpa sepatah katapun meminta izin kepada pemilik tanah.
Hal ini sudah di telusuri pemilik tanah sampai ke Ketua RT, ke Kelurahan Dusun Bangko, bahkan sudah memberi tahu kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merangin, agar pekerjaan proyek segera dihentikan.
Namun hasil dari komunikasi Pemilik Tanah bersama RT, Pihak Kelurahan dan Kapala DLH diabaikan umpama angin lalu, sehingga pihak pemerintah bersikukuh terus membangun proyek sampai selesai dengan tidak menghiraukan keluhan pemilik tanah.
Atas perlakuan yang dilakukan terhadap pembangunan tersebut, pemilik tanah akan membuat laporan kepada pihak yang berwajib atas perampasan hak dirinya sebagai pemilik tanah yang sah.
” Jika ini tidak ada penyelesaian, tentu kami akan mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terkait, termasuk mereka yang memberikan izin tanpa sepengetahuan Kami,” tegas Asroni, Rabu (07/01).
Kekesalan itu di lampiaskan Asroni, ditengarai oleh tidak adanya pemberitahuan sebelum proyek itu di mulai, Tiba-tiba saja proyek itu dibangun saja.
” Enak betul, gara-gara mau buat proyek tanah kami yang korbankan, dulu kami sudah perintahkan tukang untuk menghentikan pekerjaan tersebut, di tengah kesibukan dibangun lagi sampai selesai, kan mau cari masalah namanya,” kesal Asroni.
Lucunya, saat Pemilik tanah konfirmasi dengan ketua RT 11 Kelurahan Dusun Bangko, malah Ia bilang proyek tersebut bersifat sementara.
” Proyek itu sementara saja Wo, nanti sudah diambil foto dokumen akan di hancurkan kembali oleh orang Dinas,” Ujarnya meniru Bahasa ketua RT Safri Gunawan.
Dengan kejadian ini, Asroni pemilik tanah minta agar pemerintah dapat membongkar TPS tersebut sebelum Dirinya bertindak secara sepihak.
” Mamfaat bagi masyarakat pun tidak ada, karena jauh dari jangkauan, kalau banjir TPS akan tenggelam, mobil mau mungut sampah pun susah karena jauh, tapi hak kami ya tetap hak kami tetap kami pertahanan,” pungkasnya. (Ote).








