BANGKO-BULENONNEWS.COM. Aksi Unjuk Rasa dari Front Dusun Bangko (FDB) di gedung DPRD Kabupaten Merangin, sempat menghebohkan jagat raya Kabupaten Merangin, FDB beserta rombongan mengibarkan bendera, membentang spanduk, serta membawa pengeras suara.
FDB berorasi lantang menyampaikan aspirasi, menuntut sebuah keadilan terhadap Dewan Perwakilan Rakyat yang terkesan arogan terhadap kebijakan pada sa’at proses pembahasan Anggaran tahun 2026.
Atas kepiawaian seorang Kapolres Merangin, AKBP Kiki Firmansyah Effendi, S.I.K., M.H., yang turun langsung memimpin pengamanan dan memberikan motivasi, sehingga ketegangan sebuah aksi Unjuk rasa menjadi perundingan duduk bersama dan ketegangan menjadi reda dengan bermaaf-maafan dan saling berpelukan.
Dengan didampingi jajarannya, Kapolres memastikan unjuk rasa berjalan damai tanpa ada kericuhan dari berbagai pihak.
“Polri hadir bukan untuk menghalangi aspirasi, melainkan mengawal agar penyampaian pendapat di muka umum berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat,” tegas Kapolres di sela-sela pengamanan.
Aksi unjuk rasa FDB dipimpin oleh Ketua Darus Tamin, bersama empat koordinator lapangan yakni Defrizal Antoni, Abu Hakim, Rhizki Afriandi, dan Aat Sudrajat. Massa yang berangkat dari Tugu Pedang, Kelurahan Dusun Bangko menuju gedung DPRD Merangin.
Meski sempat menyita perhatian warga sekitar, aksi yang diikuti puluhan massa berjalan damai. Tidak ada insiden berarti hingga massa membubarkan diri secara tertib setelah aspirasi mereka disampaikan.
Kehadiran Kapolres di tengah aksi menjadi bukti komitmen Polri dalam menjaga keamanan sekaligus memberi rasa tenang, baik bagi massa aksi maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Hal aksi berjalan dengan tertib juga dibenarkan Wakil Ketua l Herman Efendi, bahwa FDB menyampaikan beberapa masukan yang patut di cermati oleh DPRD.
” Tadi ada beberapa catatan penting yang disampaikan ke Badan Kehormatan Dewan, tentu kawan-kawan akan bekerja sesuai mekanisme, namun kita lihat nanti apakah syarat yang diminta oleh FDB soal pengunduran diri Fahmi dari DPRD terpenuhi atau tidak, kalau yang namanya tuntutan itu sah-sah saja,” ujarnya.(*).










