JAMBI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), H. Edi Purwanto, S.H., M.H., memberikan pandangan visioner terkait pemanfaatan potensi hutan pinus Kota Jambi. Edi Purwanto menyerukan agar kawasan hutan pinus dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam yang mampu menarik kalangan anak muda dan atlet.
Dalam pernyataannya, Edi Purwanto secara spesifik mengajak generasi muda untuk kembali terhubung dengan alam.
“Kepada anak-anak muda, para atlet, ya sudah ini loh, back to nature, kembali ke alam,” tegas Edi Purwanto.
Menggali Potensi Ekonomi dan Konservasi

Politisi PDI Perjuangan ini menyoroti bahwa hutan pinus tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga nilai ekonomis yang besar jika dikelola dengan baik. Ia mendorong agar kawasan tersebut didesain ulang untuk memaksimalkan potensi pariwisata tanpa mengabaikan aspek konservasi.
Meskipun menyadari adanya batasan regulasi pembangunan, yang hanya mengizinkan sekitar 5% dari total area untuk dijadikan bangunan, Edi Purwanto memberikan ide kreatif. Ia mengusulkan pemanfaatan area pinggir hutan untuk pengembangan kuliner menarik yang menampilkan kekayaan daerah.
- Pusat Kuliner Khas: Menghadirkan makanan khas Jambi dan beragam hidangan Nusantara.
- Pengalaman Unik: Wisatawan dapat menikmati hidangan lezat sambil merasakan kesejukan dan keindahan hutan pinus.
- Konektivitas: Menciptakan jaringan yang menghubungkan alam dengan wisata kuliner.
PAD Meningkat, Lingkungan Terjaga
Edi Purwanto berharap konsep pengembangan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Kehutanan (Kadis Hutan). Menurutnya, upaya ini akan memberikan dampak ganda:
- Meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah): Melalui sektor pariwisata yang hidup.
- Meningkatkan Kecintaan Lingkungan: Mendorong masyarakat, khususnya anak muda, untuk lebih mencintai dan menjaga alam.
Di akhir pernyataannya, Edi Purwanto juga menyisipkan pesan kuat terkait pentingnya menjaga kelestarian hutan dan ketertiban.
“Sehingga PAD-nya tambah, orang lebih mencintai alam lagi. Sudahlah, biar si pembalakan-pembalakan liar kurangi dulu ya,” tutupnya dengan harapan agar aktivitas ilegal perusak alam dapat ditekan.
Pengembangan hutan pinus ini diharapkan menjadi model sinergi antara konservasi, rekreasi, dan penguatan ekonomi lokal di Jambi.








