TANJAB BARAT, BULENON NEWS.COM — Rumah Abu “Bhakti Leluhur” di Kuala Tungkal resmi diresmikan dan mulai digunakan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kuala Tungkal dan sekitarnya, khususnya sebagai sarana penyimpanan abu leluhur yang layak sekaligus tempat keluarga mengenang jasa anggota keluarga yang telah meninggal dunia.
Peresmian rumah abu tersebut turut dihadiri pengurus Yayasan Budi Luhur, tokoh agama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.
Ketua Yayasan Budi Luhur Kuala Tungkal, Budi Hartono, melalui Kasi Humas Jamal Darmawan Sie, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Abu “Bhakti Leluhur” berawal dari kebutuhan masyarakat Kuala Tungkal dan sekitarnya terhadap fasilitas penyimpanan abu leluhur yang layak dan representatif.
Menurutnya, keberadaan rumah abu juga menjadi bagian dari penghormatan kepada leluhur sekaligus menjadi sarana bagi keluarga untuk menjalankan nilai bakti dan mengenang jasa anggota keluarga yang telah mendahului.
“Pembangunan Rumah Abu ini bukanlah hal yang mudah. Berkat kerja keras seluruh pihak, dukungan pemerintah daerah, serta sumbangan para dermawan dan masyarakat, Rumah Abu ini akhirnya dapat berdiri dan diresmikan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat diterima dan dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat. Selain itu, seluruh pihak diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua FKUB Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyampaikan apresiasi atas peresmian Rumah Abu “Bhakti Leluhur”. Ia mengaku turut merasa senang dan bersyukur atas hadirnya fasilitas tersebut di Kuala Tungkal.
Atas nama pribadi maupun pengurus FKUB, ia menyampaikan ucapan selamat atas peresmian Rumah Abu “Bhakti Leluhur” dan berharap keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami tentunya ikut senang dan gembira dengan berdirinya gedung ini. Semoga keberadaan rumah abu ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat serta dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia juga berharap keberadaan Rumah Abu “Bhakti Leluhur” tidak hanya menjadi fasilitas penyimpanan abu leluhur, tetapi turut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi, menjaga kebersamaan, serta menghormati nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut juga menjadi wujud kebersamaan berbagai pihak dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga gedung ini dapat berdiri dan diresmikan,” katanya.
Dengan diresmikannya Rumah Abu “Bhakti Leluhur”, fasilitas tersebut secara resmi mulai digunakan. Keberadaannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi tempat yang layak bagi keluarga dalam memberikan penghormatan terakhir dan mengenang para leluhur.
Peresmian ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Penulis Editor Amir Ote









