Fraksi Gerindra Sorot Kinerja PDAM Tirta Pengabuan: Jangan Terus Berpola Tambal Sulam Kericuhan Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Pembahasan Hibah KONI Rp1 Miliar Diduga Jadi Pemicu Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Warnai Lempar Palu Sidang dan Banting Meja, Rapat Sempat Diskors Kasus Pengeroyokan Jurnalis di Tanjabbar: Kuasa Hukum Desak Dinas PMD dan Inspektorat Periksa Kades Teluk Ketapang Pemeriksaan Kades Teluk Ketapang dan 5 Saksi Berlanjut, Akankah Ada Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Wartawan?

Home / Pemerintahan

Rabu, 13 November 2024 - 15:44 WIB

Sekda Tanjab Barat Hadiri Sosialisasi Anti Korupsi

TANJABBARAT,BULENONNEWS.COM -Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) gelar kegiatan Sosialisasi Anti Korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2024. Rabu (13/11/24).di aula gedung PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

sosialisasi ini bertujuan agar ASN Tanjabbar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memahami pencegahan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat sesuai dengan tingkat Jabatannya.

Kepala BKPSDM Saldi menyampaikan bahwa sosialisasi memahami pencegahan korupsi ini bertujuan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tanjung Jabung BaratĀ  Agar asn memahami secara lebih mendalam mengenai konsep pencegahan korupsi, peran masing-masing dalam mengamankan integritas institusi, serta menurutnya, sesuai dengan undang-undang nomor 20 tahun 2023 tentang aparatur sipil negara, undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberanatasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001.

” Peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil, sebagaimana telah diubah dengan, di peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil.” Ujarnya.

Sementara itu, Mewakili Pjs Bupati, Sekda Tanjabbar Hermansyah menyampaikan bahwa Menurut undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, bahwa unsur dari tindak pidana korupsi.

Baca Juga  Perhari RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Membutuhkan 50 Tabung Oksigen

” Koruosi itu nerugikan keuangan negara, suap menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan, dan gratifikasi.” Tegasnya.

Ia menegaskan, Tindakan korupsi merupakan tindakan yang sangat merugikan. Korupsi mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya investasi, meningkatnya kemiskinan serta meningkatnya ketimpangan pendapatan. Korupsi juga dapat menurunkan tingkat kebahagiaan masyarakat.

” Tindakan korupsi tidak hanya bentuk pelanggaran hukum dan etika, namun juga bertentangan dengan ham dan keadilan. Korupsi merupakan ancaman terhadap kemanusiaan, ancaman terhadap hak publik, dan ancaman terhadap keberlangsungan bangsa dan negara, karena korupsi merusak sendi-sendi kehidupan.” Ungkapnya.

Dijelaskan nya, Pemberantasan korupsi tidak hanya penindakan dan perbaikan sistem, tapi diperlukan penguatan budaya anti korupsi melalui gerakan anti korupsi yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

” Tujuan gerakan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memastikan keadilan sosial, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peran aktif masyarakat dalam membangun integritas serta sebagai upaya memitigasi risiko korupsi dalam tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten sebagai salah satu aktor penyelenggara pembangunan daerah.” Sebutnya.

Baca Juga  Bupati Anwar Sadat Ikut Berpartisipasi Pamerkan Produk Unggulan Tanjab Barat di Jakarta

Ia berharap, Melalui kegiatan sosialisasi anti korupsi ini diharapkan kesadaran akan bahaya korupsi dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran penyelenggara pemerintah daerah serta membangun komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (kkn).

” Tujuan penyelenggaraan kegiatan sosialisasi anti korupsi ini adalah menambah pengetahuan serta memahami hal atau giat apa saja yang masuk ke dalam bentuk korupsi yang sering terjadi dikehidupan sehari-hari dan juga untuk meningkatkan pemahaman asn tentang efek” katanya.

” Saya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang positif inil, dengan diselenggarakannya sosialisasi ini, diharapkan seluruh asn di kabupaten tanjung jabung barat dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak terkait dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsl” Tutupnya.*

 

 

 

 

Penulis Editor Amir Ote

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Kapolres dan Wabup Katamso Pimpin Pelarungan Bunga, Tegaskan Komitmen Lanjutkan Perjuangan Pahlawan di Tanjab Barat

Pemerintahan

Bupati Buka Konfercab NU Tanjab Barat Tahun 2022

Pemerintahan

Peringatan Hari Pramuka Ke 62, Bupati Tanjab Barat Terima Penghargaan Lencana Melati

Pemerintahan

Wabup Tanjab Barat Tinjau Kegiatan Vaksinasi Masal di Polsek Tungkal Ulu

Pemerintahan

Sekda Tanjab Barat Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023

Pemerintahan

Haul Akbar di Betara, Bupati Anwar Sadat: Meneladani Keseimbangan Ulama di Era Digital

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Hadiri Halal Bihalal Adat Melayu JambiĀ 

Pemerintahan

Hadiri Peringatan Haul MT. AL Hidayah, Bupati Anwar Sadat Sampaikan Pesan ini

You cannot copy content of this page