TANJABBARAT, BULENONNEWS.COM – Baru selesai dikerjakan, proyek tanggul senilai hampir Rp580 Juta di Parit Hajar, RT 3 Desa Muara Sebrang, Kecamatan Sebrang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dilaporkan jebol dan longsor secara signifikan. Kondisi ini seketika memicu kecemasan hebat di kalangan warga, karena ancaman banjir rob kini membayangi dan siap menenggelamkan puluhan hektar kebun kelapa mereka.
Proyek yang dikerjakan oleh CV Sumber Abadi Sentosa di bawah pengawasan Dinas PUPR Tanjabbar tersebut, bahkan belum rampung seratus persen, namun sudah menunjukkan kegagalan fatal di lapangan. Panjangnya longsoran tanggul ini menjadi ‘alarm’ darurat bagi keselamatan aset perkebunan masyarakat.
DPRD Desak Tindakan Cepat Sebelum Rob Tiba
Menanggapi bencana infrastruktur ini, Ketua Komisi II DPRD Tanjabbar, Suprayogi Syaiful, langsung bersuara keras. Ia mendesak dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, yakni Dinas Perkebunan dan Dinas PUPR, untuk segera melakukan langkah penyelamatan.
Suprayogi menekankan bahwa tidak ada waktu untuk menunda perbaikan, mengingat musim pasang air laut atau air rob yang tinggi akan segera tiba.
“Siang ini kita sampaikan rapat langsung kepada Kepala Dinas Perkebunan biar bisa berkoordinasi dengan OPD teknis (red, PUPR) untuk selesaikan masalah ini,” ujar Yogi, Jumat (7/11/2025).
Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi kerja sama lintas dinas, terutama dalam menghadapi ancaman alam yang semakin nyata.
“Apalagi sudah mulai masuk musim air rob tinggi. Kita selaku Komisi II mendorong teman-teman perkebunan saling bekerjasama dengan OPD teknis seperti PU untuk menjaga perkebunan kelapa yang di wilayah ilir ini terjaga dari longsor dan rusaknya tanggul,” tandas Suprayogi Syaiful, menekankan pentingnya sinergi untuk melindungi mata pencaharian warga.
Kerusakan tanggul yang terjadi sebelum proyek tuntas ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kualitas pengerjaan dan pengawasan. Warga berharap, jebolnya tanggul senilai fantastis ini segera direspons tidak hanya dengan perbaikan, tetapi juga dengan evaluasi menyeluruh agar dana daerah tidak terbuang sia-sia menjadi proyek yang membawa petaka.








